
Mita tersenyum puas saat melihat pantulan dirinya di depan cermin, saat mencoba gaun pemberian dari Kak Alvin, Kini ia sedang berada di rumahnya dengan Bella yang terus terusan bertanya tentang Alvin, "Gue serius Mit, Aaa Alvin ganteng banget kemarin," Ucap Bella dengan melamun memikir kan Alvin, Mita yang mendengar panggilan Aaa untuk Kak Alvin merasa risih, "Trus kalo Kak Alvin ganteng, si Eka mau si kemanain?" Tanya Mita yang kini sudah menaruh gaun yang dia coba ke dalam lemari.
Bella menatap Mita lekat, tak lama kemudian ia menepuk kening dengan kuat, "Ahh.. iya ya kan gue udah punya ayang.. masa iya mau punya ayang dua, satu aja keribetan, apalagi sampai dua, kewalahan dah bawaannya." Ucap Bella dan berdiri dari kasur.
"Eh.. tapi Kak Alvin benaran udah punya cewek?" tanya Bella yang kini sedang merapikan rambutnya di depan cermin. "Yang gue tau sih gitu, tapi kalo mau lebih jelasnya bisa di tanya langsung ke orangnya," Jawab Mita sambil merapikan tempat tidur yang terlihat berantakan karena ulah dari Bella.
"Oke deh.. kalo gitu, pilih Eka aja deh, Eka mah gak ada dua nya," Ucap Bella yang dengan menaik turun kan alisnya itu.
"Tunggu-tunggu," Cegah Bella saat melihat Mita yang ingin keluar dari kamar, Mita membaik dan kini ia sudah di tarik paksa oleh Bella agar duduk di atas kasur. "Kenapa sih?" Tanya Mita heran. "Liat nih," Ucap Bella sambil memperlihatkan ponsel nya ke Mita. Mita menggeleng saat selesai melihat apa yang di tunjukan oleh Bella barusan.
"Gue dapat dari Dira, dia kakak kelas kita, tinggal di kampung sebeleh, biasa memperebuti orang tampan, sampe rela menyiksa sesama cewek. Jelas Bella, "Mereka udah di urus tadi di ruangan Bk," Ucap Bella lagi. "Ini pembulian nya parah juga Mit, lima banding satu, bayangin, mana badanya besar besar lagi. mereka ketahuan karena adanya adek kelas yang mau buang sampah di belakang sekolah, pas balik dia dengar orang nangis, awalnya adek itu ngira kalo ini hantu, tanpa pikir dan mencari kejelasan adek ini langsung lari pergi, nah adek ini gak sengaja nabrak Dira yang mau ke kamar mandi, dan lo pasti tau kan yang Dira lakukan, dia lebih suka memvidio in dan nyuruh adek kelas agar memanggil guru. Mita memandangi Bella lekat.
"Gu_gue gak percaya jika itu_" Ucap Mita dengan menutupi mulutnya. "Gila juga ya si Ari, pekara menyukai berani main keroyokan di lingkungan sekolah lagi." Ucap Bella. "Gue minta sama lo, jangan terlalu dekat deh, sama Ari gue takut lo di bully sama yang di alami kakak kelas kita." Jelas Bella merasa khawatir, "Ini kejadian nya waktu pulang sekolah, sekitar dam tiga sore," Jelas Bella lagi.
Bella membaca pesan yang baru saja dikirim kan oleh Dira. "Liat grup deh Mit," Pinta Bella dan langsung diangguki oleh Mita.
...Girl Onar...
Mister Kepo(Dira)
_ (poto) ..
(poto)..
Moster ribet(Amel)
_ Gila mukak nya jauh lebih jelas dari muka gue bangun tidur
__ADS_1
Bella
_ Jadi gimana tuh, nyokap nya datang lah kesekolah?
Mita melihat poto yang di kirimkan oleh Dira dengan menautkan dahi, "gue kenal kalo ini, ini kan Kak Mira kelas 12² anak Ipa, dia orang yang waktu itu gue liat waktu di jalan," Ucap Mita pelan sambil mengingat ingat kembali. tadi saat melihat melalui video ia tak melihat wajah yang di bully ia hanya dapat melihat beberapa cewek dengan wajah yang terlihat sangar.
"Lo kenal?" Tanya Bella yang mendengar ucapan Mita tadi. hemmm.. "Ini cewek yang akhir akhir ini yang sering kak Ari ceritaan ke gue, namanya Mira, dia terobsesi banget deh sama Ari," Ucap Mita memandangi poto yang dengan wajah yang terlihat kebam dan membiru itu.
Mister Kepo(Dira)
_ Untung gue datang kan, kalo kagak ini cewek udah di ujung nyawa aja nafasnya.
Moster ribet(Amel)
_ Ada untung nya juga ya, lo video soalnya lo terbilang pahlawan kepo,
Bella
Mister Kepo(Dira)
_(Poto)..
Moster ribet (Amel)
_dari mana lo dapat?
Bella
__ADS_1
_Emang ratunya ya lo, sampe masalah di rumah sakit pun lo tau, bahkan mukanya pun lo potoin.
Mister Kepo(Dira)
_ Masih banyak yang mau gue cerita in, kumpul di cafe aja dong, cafenya Mita sekalian ngisi perut
Moster ribet (Amel)
_ Dasar mau makan gratis,
"Mereka ngajak kita ke cafe lo," Ucap Bella yang sudah merampas kunci mobil nya di atas nakas. Mita menganguk dan mengikuti Bella dari belakang.
"Kemana sayang?" Suara seseorang wanita paruh baya yang baru saja masuk ke dalam ruang tamu itu menghentikan langkah kaki keduanya, "Mita keluar ke cafe bentar ya bun, sama Bella." Izin Mita dan menyalami Bundanya di ikuti Bella juga yang ikut menyalami. "Mungkin cantik ya bun," Ucap Bella dan ikut pamit pergi.
"Jangan ngebut ngebut bawa mobilnya, pelan pelan aja," Peringat Bunda Dewi sebelum dua gadis itu keluar dari rumah.
"Iya bun," Jawab kedua seakan kompak, keduanya pun mukai memasuki mobil milik Bella dan menuju Cafe.
Tanpak Dira yang sedang menatap layani para pengunjung, "Rajin banget tuh anak, biasanya malas malas san, apalagi Amel," Ucap Bella yang melihat kelakuan Dira dan Amel. Bella tak mendapatkan respons sama sekali pun melihat ke arah Mita. "Huh.. dasar,, gue ngomong main tinggal tinggal aja," Omelnya dan mengejar Mita yang sudah mendeluani dirinya.
"Hai.. besty bantuin dong?" Pinta Amel ke Mita yang di lihat nya berjalan ke arah nya. Mita langsung menolong Amel yang kesusahan membawa makanan di atas nampan itu, "Makanya jangan bawak yang banyak banyak." Ucap Bella yang langsung duduk di salah satu kursi kosong. "Iri bilang dek!" ucap Amel dan berjalan mengantar kan makanan.
"Mit.. lo kasih ke meja nomor tiga di depan ya!" Pinta Amel dan di jawab dengan senyum simpul oleh Mita.
Mita tak melihat orang di meja nomor tiga tersebut, ia langsung meletakkan makanan di atas meja. "Mungkin kita berjodoh ya, lo mangkin hari mangkimn imut!" Puji seorang cowok yang baru saja di letakkan makanan di meja tersebut. Mita yang mendengar nya menghentikan langkah tangan nya, dan memandangi orang tersebut, orang itu tanpak tersenyum riang ke arahnya. merasa risih akan teringat kata kata Bella beberapa hari yang lalu membuatnya harus bersikap cuek. "Maaf, gue udah punya tunangan," Jawab Mita dan memberikan jus ke meja orang tersebut dengan gerakan cepat, ia tak mau lagi mendengar perkataan dari yang keluar dari mulut cowok tersebut.
Selang kepergian Mita dari meja tersebut, teman nya yang sedari tadi hanya melihat interaksi temanya itu hanya tersenyum lucu, namun senyum nya berbuah menjadi tertawa melihat wajah temanya itu yang kelihatan sulit di artikan. "Lo sih terobsesi itu boleh, tapi jangan kelamaan bisa stres bahkan gila," Canda nya sambil berusia menghilang kan tawa.
__ADS_1
"Ya udah lah, gak usah di pikiran, lagian dia bilang punya tunangan, bukan punya suami, dia juga adik kelas kita jadi pasti itu cuma omongan nya doang," Ucap cowok yang sedari tadi tertawa. Sedang yang di ajak berbicara hanya melamun, sambil menyeruput jus di depannya.