Brother And Love

Brother And Love
bab 60-Bocil..


__ADS_3

Mita merasa nyaman saat saat ini, matanya mulai terbuka, "Enak ya peluk gue," Suara Bella langsung terdengar jelas oleh Mita saat matanya masih samar samar melihat orang di depannya.


Mita mengeliat dan tersenyum simpul saat sadar jika yang menjadi guling nya adalah Bella. "Mata lo kenapa?" Tanya Mita saat melihat mata Bella yang bengkak apalagi melihat wajah bella yang terlihat kusut.


"Hua.. hua.." Suara tangis Bella langsung terdengar di seisi kamar, termasuk di telinga Mita. "Kenapa bel?' tanya Mita yang langsung bangkit dari tidurnya dan memeluk Bella.


Cukup hening yang ada kecuali suara isak tangis milik Bella yang terdengar saat ini. "Kenapa bel, cerita dong sama gue!" Pinta Mita yang masih mendapat jawaban di diemin sama Bella.


"Hahaha.." Tiba tiba Bella terbawa. "lo masih waras kan?" tanya Mita sambil melepas pelukanya dari Bella. "Lo jahat... lo hantu baik ya.. lo kok kaya cewek, tapi berubah cewek.. Ucap Bella diiringi tawa.


"Bella gue serius, jangan kaya bocil deh!" ucap Mita yang langsung berlari menuju pintu. Dan lagi Bella kembali tertawa habis habisan.


"Gue lucu aja, lo ngatain gue bocil. jangan jangan lo benaran suka bocil ya," Jerit Bella masih dengan posisi duduk kaya gak waras. apalagi rambutnya yang tadi sempat ia acak acak.


"Lo kenapa sih bel?" ucap Mita dan mulai duduk di depan Bella. "Uaa.. hahaah.. Bella mengacak acak rambutnya lagi, dan berubah seakan orang gila. "Udah mirip nih, gue vidio ah, siap itu gue post biar vairal." Ucap Mita sambil mengambil ponsel di atas nakas.


Bella langsung diem, dan menetap Mita tajam. "Gue kok nangis ya?" tanya bella seakan menjadi orang bod*h seketika apalagi dengan tampilkan muka sengong nya.


"Persis nih, bisa langsung vairal nih, kayaknya!" Jelas Mita yang sudah mulai memvidio Bella di depannya. dengan cepat Bella merampas ponsel milik Mita.


Mita sendiri yang sudah yakin, akan hal itu, hanya memvidio ecek ecek, Bella. karana ia senduri tau apa yang akan terjadi jika benaran di vidio. "Lo ngerjain n gue?" tanya Bella setelah mengecek ponsel milik Mita.


Mita menjawab dengan menganguk kecil.


"Lo juga ngerjain gue!" saut Mita dengan muka rada kesal. "Tapi gue nangis beneran ya, kaga termasuk ngerjain!" kilah Bella.


"Lo nangis kenap, coba?" tanya Mita dengan posisi serius memandangi Bella di depannya.


"Lagi pengen aja, gue sendiri gak tau kenapa, tapi setelah nangis seakan lega gak ada beban." Bella mulai memperbaiki rambutnya yang berantakan.


"Masa, liat tuh lo jadi ingusan, tambah beban kan?" tanya Mita yang mendengar suara Bella sedikit serak di dengar.


"Iya, ya. kok gue gak sadar!" ucapnya sambil menepuk kepalanya sendiri. "Tapi beneran Mit, setelah gue nangis seakan beban cuma tinggal sedikit" Ucap Bella lagi dengan jari jempol dan telunjuk yang sedikit di rapatkan. seakan memperagakan sedikit.

__ADS_1


"Tapi benaran kan, lo gak ada masalah?" Mita melihat wajahnya Bella seakan mencari kebenaran yang ada di wajah Bella.


"Gak ada," Bella semangkin mendekatkan wajahnya ke depan, "Ada, banyak banget belek lo!" ucap Mita yang memukul wajah Bella dengan guling setelah nya Mita berlari menuju pintu kamar.


"Auu.. "Mita mengelus elus kakinya saat menabrak meja di dekat pintu. "Hahaha.. kualat lo," Jerit Bella di iringi dengan tawa.


"Ini karena doa dari bocil kek lo!" seru Mita dan berjalan sedikit pincang menuju luar kamar.


Bella yang tertawa berhenti ketika menyadari di panggil bocil oleh Mita. "Dasar bocil jadi jadian, yang udah banyak cakap", seru Bella dengan berlari mengejar Mita.


"Bel. lo ngapain?" tanya Mita saat menyadari jika Bella yang tak nampak sedari tadi. "Mandi!" jerit Bella dengan suara khas miliknya.


"Pantas, gak gak muncul, ternyata nyatuin ritual nya." Ucap Mita. dan langsung mengganti siaran televisi di depan nya.


"Ting.. ting.. " Mita bangkit dari duduknya dan menuju pintu yang sadari tadi berbunyi. "Udah bik Sum, biar Mita aja yang bukain pintunya." Mita menyuruh Bik sum mengerjakan pekerjaan nya saja, karana Mita yang akan membuka kan pintu nya.


Ceklek..


Mita sempat diam saat melihat orang yang datang. "Mita ya, gue Eka." Saut Eka sambil mengulurkan tangan, dan di sambut dengan jabatan tangan oleh Mita. "Gu.. Deni menghentikan ucapannya saat Mita mendahului ucapan nya.


"Bentar ya!" Pamit Mita dan langsung pergi menuju kamarnya Bella. "Lama pun gak apa!" jawab Deni sambil duduk manis di sofa.


"Bel, ada yang nunguin lo dibawah," Ucap Mita sambil merampas tas kecil miliknya. "Mau kemana?" tanya Bella heran.


"Pulang. lo cepetan keluar udah ditungguin sama Eka." Bella menatap Mita lekat dari balik kaca. "Eka? masa sih dia datang!" Tanya Bella balik.


"Mungkin lo lupa kali, gue balik ya," Pamit Mita pada Bella. "Eh.. eh.. enak aja main pergi pergi, sini dulu deh!" Pinta Bella yang menepuk nepuk kursi yang di di duduknya, "Mita membalik lagi dan koni ia sudah duduk di depan kaca rias.


"Kita turun nya bareng, masa ia gue yang ngejemput lo supaya lo nginap sini, masa pulangnya di biarin gitu aja. kan gak lazim kedengaran nya." Ucap Bella sambil mengoles kan bedak ke wajah Mita.


"Ya deh, tapi gue juga minta maaf, karena gue pulang cepat. tau kan gue dah di jemput lagi sama Pak De." jelas Mita, memang sebelumnya Bunda Dewi sempat menelpon Mita, Mita di suruh menjaga Cafe untuk siang ini dan malam nanti. awalnya Mita akan mengajak Bella, berhubung adanya Eka tidak memungkinkan.


"Udah?" tanya Mita masih dengan memandangi dirinya di depan cermin.

__ADS_1


"Mau lagi, biar sekalian gue buat make up mau kawinan." Bella tertawa di akhir kata yang ia ucapkan.


"Mulai ngaur, lo Bel!" Mita bangkit dari duduknya dan berjalan beriring menuju ruang tamu. "Mit.. kok ada si Deni sih?" tanya Bella yang menghentikan langkah kakinya.


Mita mengangkat kedua bahu acuh, "Gue pamit ya, bay Bella bocill.. " Ucap Mita yang langsung berlari kecil menuju teras Bella. "hati hati beb!" peringat Bella sebelum Mita benar benar pergi.


"Lo lagi, lo lagi. bosan banget gue liat muka lo!" kesal Bella yang dengan sengaja melempar bantal yang ada di sofa ke arah Deni.


"Gue pun bosan!" ucap Deni santai dan langsung menagkap lemparan dari Deni. "Bella memandangi Eka lekat. begitu juga Eka.



"Pak kita gak balik kerumah dulu pak?" tanya Mita yang melihat arah jalan yang berbeda. "enggak non, tadi katanya langsung ke cafe aja non," ucap Pak de dengan pokus ke jalan.


Mita mengaca dirinya dari pantulan ponsel miliknya, "Gak burik amat kok," ucapnya pada dirinya sendiri. "Imut kok non, bapak liat non Mita mangkin hari mangkin imut!" Ucap Pak De yang melihat tingkah lucu Mita dari Kaca mobil.


"Makasih pak," jawab Mita diiringi dengan senyum. begitu juga pak de.


"Tap..


tap..


Langkah kaki Mita kini sudah menginjak kan kakinya ke dalam Cafe. ternyata bundanya juga ada, disini. "Bundaa..! " panggil Mita manja.


"Eh sayang.. Bella nya Mana?" tanya Bunda Dewi saat melihat tlketudak adanya Bella bersama dengan Putrinya.


"Lagi main sama Eka bun!" Mita dan Bella memeng sudah memberitahu hubungan Bella dengan Eka kepada Bunda Dewi.


"Oh.. sendiri gak apa kan sayang?" tanya Bunda Dewi sambil mengelus elus puncak kepala Mita


"Gak apa bun, nanti kalo Eka dah pulang Bella bakal nyusul juga kok bun!" Jelas Mita kepada sang bunda. Setelah memberitahu apa saja yang akan di kerjakan oleh Mita Bunda dewi pun pamit pergi, karana akan mengurus cafe yang satu lagi.


"Kalau ada yang gak ngerti kasih tau bunda, kalo bella gak datang bisa video cool sama bunda m, biar gak terlalu sepi jadinya. "Siap bun! " Mita seakan memberikan hormat kepada sang bunda. tak lama kemudian mobil yang di naiki bunda pun mulai menghilang.

__ADS_1


Para pembaca setia. Mari dukung karya autor yang satu ini, dengan klik like, favorit, komen, dan bote. makasih sudah berpartisipasi dalam rangkai nya pemberian nya. 😄😄


__ADS_2