
"Astaga bel! gue lupa gue belum bilang kalo gue nginep sini!" Muka Mita berubah kusut, "Ya udah cepetan telpon, mumpung masih pagi, dari pada bunda muter-muter nyari lo!" Bella mendapat solusi.
"Mita menggganguk lalu langsung menelepon sang bunda. Di deringan pertama ponsel pun diangkat
"hallo bun,
"Kamu di mana sayang? bunda cariin dari tadi kok gak ada?
" Mita di rumah Bella, malam tadi Bella dateng katanya dia gak bisa tidur, jadi Mita temenin bella tidur, Mita mengedipkan sebelah Mata, karna ia berbohong.
"oh. ya udah! lain kali kasi kabar ya. jadi bunda gak kecarian, ucap sang bunda sebelum mengakhiri panggilan telepon.
" Iya, bun.
"Kok bohong sih!?" Bella menatapnya dengan momik serius. "Gue bingung harus bilang apa? kalo gue bilang yang sebenarnya malah gue di anggap yang egak-enggak!"
Bella kini mulai mendekat, "Inget untuk ceritain apa yang membuat lo datang kemari tadi malam!" senyum Bella mengisyaratkan kemenangan.
"Ua deh!" Ucap mita pasrah.
"Sana cepetan mandi, karena kita kan singgah di rumah lo dulu. Bella melempar handuk ke mita. sedang Bella duduk kembali di depan Kaca riasnya.
Di tempat Bayu, Bayu sibuk membangunkan Ari. "Jadi lo sekolah gak! dah siang nih?" tanya Bayu sambil membuka selimut yang terlilit di badan Ari. "Gue mau sekolah tapi meles pulang!"
"Nah pakai aja, Bayu melempar baju yang ia ambil dari lemari. Emang sidikit kekecilan tapi gue rasa badan lo muat lah! Ari malah melihat baju yang di pinjami bayu. kenapa di liatin doang jangan lo kira itu makanan. Bayu masih sibuk membagusi baju nya.
"Ini. nih kecil banget, masa iya sih gue pakai? "
bayu masih saja sibuk membenahi bajunya.
"Ya udah kalo gak mau pakai, terpaksa pulang dong?" ujar Bayu. Mendengar kata pulang. Ari langsung berlari menuju kamar mandi.
Bayu dan Ari berpisah saat ada persimpangan, Bayu ke arah kanan karna harus menjemput Rika yang minta pigi bareng, menurut Bayu sih gak masalah karna emang itu kewajiban sebagai pacar menurutnya, terlebih lagi ini rika yang minta, karna biasanya rika akan pigi bersama Adel.
Ari berarah ke kiri, arah menuju sekolah, sesekali ia mengingat kejadian tadi malam, rasanya ia ingin mengerjai cewek tadi malam, tapi ari gak tau orang itu tinggal, dan sekolah dimana.
"Kenapa?" Bayu memendang orang didepanya dengan tatapan serius.
"Apanya? "
"Mata kamu bengkak kamu ada masalah, cerita dong, mana tau aku bisa bantu! ujar bayu yang merasa khawatir melihat Rika.
__ADS_1
Rika hanya menggeleng. "Gak ada masalah kok bay! Mungkin ini efek dari kecapean aja!" jawab Rika Di iringi dengan senyum.
" Bayu menghalangi Rika yang mau naik motor.
mata kamu bengkak pasti tdi malam kamu nangis kan. "Apa aku ada salah?" Kini Bayu bertanya dengan serius.
Rika menghela nafas lemas. "Bay! tadi malam aku hanya kebawa perasaan aja, sama film yang lagi trending itu. aku bukan nangis karena kamu dan masalah lain, percaya deh!" Rika menyakinkan.
Bayu pun percaya karna melihat Rika yang tersenyum indah ke arahnya.
"Naik, entar kita bisa telat, sambil mengelus rambut Rika. Rika pun mengangguk dan langsung menaiki motornya Bayu.
()()
Amel mondar mandir mencari Dira yang ilang tah kemana! prustasi itulah yang ia rasakan saat ini. Udah di cariin ke seluruh sekolah tapi si dira bukanya ada. Amel bersandar di dinding depan kelasnya sambil meneguk es yang di belinya di kantin. merasa heran karana dengar keributan di kelas. Ia pun masuk, minuman yang akan ditelannya pun keluar dari mulutnya. ketika melihat dira berantem sama selsi, cewek paling bar-bar di kelasnya sekaligus musuh bebuyutan baginya, yang bikin aneh kok bisa dira berantem sama selsi?
Seketika tatapan orang beralih ke arahnya, amel hanya mengangkat bahu, sambil balas memandang ke arah orang disekitarnya. Ketika itu pula ia di beri jalan. dan kini mereka bertiga.
"Ada apaan ini sih kok pada berantem?" tanya Amel ke pada dua orang didepanya. Dira mengatur nafas ingin memberi tau masalahnya.
Tapi selsi dengan sigapnya menjambak rambut dira. amel yang gak terima langsung membalas jambak. Tanpa tau apa alasnya kini mereka bertiga berantem saling jambak-menjambak. tapi semua gak berlangsung lama. Seorang guru datang dengan memasang wajah marah.
"kalian, ikut ibuk ke ruang guru!" dengan wajah merah dan rambut acak-acakan serta beberapa bekas cakaran di wajah mereka. Mereka mengikuti Buk Noni dari belakang.
"Bella yang baru keluar dari kantin tercengang melihat dua teman nya yang mengarah ke ruang guru dengan tampilan berantakan.
"Yang.. ngapain bengong, liatin apa sih?" tanya Eka yang dijawab dengan gelengan oleh Bella.
Eka menyenggol lengan Bella , smabil melihat arah mata Bella menuju! Bella masih gak ngerespon, dia malah muter mengikuti arah Dira dan Amel pergi.
Bella sadar, akan kehadiran eka di sampingnya ketika ketika deni memakan keripik yang baru dibelinya, "Is apaan sih loh! main makan-makan aja!" Deni malah tersenyum jahil, makanya kalo punya cowok tuh diperhatiin jangan di kacangain Deni meninggal kan Bella yang masih ngomel. Dia baru sadar kalo Eka di sampingnya dengan muka masam.
"Liat apaan sih sampe pacar sendiri di
kacangin?"
"Bella hanya cengegesan. smabil tersenyum kikuk. "Gue sih heran aja, soalnya sih amel sama dira di bawa ke ruang guru, apalagi dengan gaya mereka yang abis berantem!"
"Oh.., kirain tah apa? "
"Bella melihat Eka, dengan sebel. oh.. dong gak ada kata-kata bijak gitu.
__ADS_1
"Emang kamu maunya aku ngapian? "
" Bella teringat Mita yang ia tinggal ke kantin pasti mitqa kecarian. kinwi Bella bingung dua hal jadinya.
Tuttt.... waktunya masuk kelas jam pelajaran akan segera di mulai.
" Yah. dah masuk lagi. Eka! gue duluan ya, soalnya Mita gue tinggal sendiri. yaudah deh, tapi inget ntar malam kita ngapel!" ucap eka mengingatkan
"Iya.. iya..
"Awalnya Bella yang pamit duluan tapi kok malah Eka yang ninggalin luan. "Hu.." Sorak bella ke cowok yang mulai hilang dari pandangan.
"Kok. Mita gak ada ya? Apa gue lama banget ya? Gue harus cari kemana lagi!" Bella merasa bahwa dirinya adalah orang teraneh menurutnya.
"Capek keliling mencari Mita. Bella pun istirahat, seketika ia ingat sesuatu.
"Astaga! Gue kan punya ponsel, kenapa gak gue hubungi aja ya?" Seketika otaknya encer, tapi setelah kelelahan.
"Lo di mana beb? "
"Gue di ruang guru, hah... ruang guru! masalah apaan?
"Bel.., lebih bagus lo deh yang kesini. soalnya pasti gak bakal ada abisnya, kalo gue jelaskan.
"Oke.. oke.. gue kesana.
()()
"Kelas 12¹ lagi pree lest jadi wajar aja kalo murit pada banyak yang kekantin, tiduran, nyanyi, pokoknya paling recok deh kalo soal beginian. Termasuk ari yang sibuk dengan ceritanya yang tadi malam, ketiga temannya hanya tertawa mendengar kalo cewek yang di ceritain ari itu malah lari.
"Coba nih ya, menurut klen nih bro, gue apa keliatan kayak setan. kok tuh cewek malah lari gak karuan?".
"Lo, sih aneh. menurut gue nih, kini tatapan berganti menjadi ke deni, jangan serius banget deh liatnya, ntar gue gak bisa makan angin! mau makan angin celutuk Eka. Ya kalo bisa di tangkap, jawab Deni.
"Tiba-tiba eka sedikit menungging kan pantat, kini tatapan mengarah ke eka. lo ngapain k.., kata-kata deni terputus ketika Eka memberikan sebuah rasa parfum hasil dari kelola di dalam perutnya. Ketiga temannya itu pun mulai menjauh sambil menutupi hidung.
"Alah, lebay lo pada. kalo nyium aroma ginian aja lemes, lah si deni kalo di suruh nyium cewek tau gak apa alasnya? "
"Bau abab. hahaha.... "
"Gak seru lo ka, jabir. cibir deni ke eka. canda bro. jangan dibawa ke hati, balas eka. Gue juga becanda, emang sejak kapan gue pernah mau nyium anak orang, jangankan nyium pegang tangan aja kaga pernah apalagi pacar. kini mereka tertawa lagi.
__ADS_1