Brother And Love

Brother And Love
bab47- Masalah apa lagi?


__ADS_3

Mita guling guling di atas kasur, gak kebayang kalo gak ada Bayu mungkin sekarang ia masih di pertengahan jalan. kehadiran Bayu memang selalu tepat waktu, Mita memandangi langit kamarnya mengingat perlakuan Bayu yang sopan dan lemah lembut membuat nya merasa nyaman di dekat Bayu, walaupun masih keliatan gugup.


Mita bangkit dari tidurnya dan membersihkan badan terlebih dahulu baru mengerjai tugas.


Baru saja memasuki kamar mandi pintu kamarnya diketuk.


"Non..! ada paketan non". teriak bik susi, karna Mita dikamar mandi jadi gak sepala jelas makanya Mita meminta bik susi mengatakan dengan kuat. Mita pun berteriak "buka aja bik pintunya gak di kunci kok!"


"Bibik taruh di atas kasur ya non!" ucap bik susi dan kembali menutup pintu kamar Mita.


setelah selesai mandi Mita merasa malas mengerjakan tugas, rasa kantuk menurun di tubuhnya. baru saja merebahkan tubuh nya ia teringat akan paketan.


"Ia langsung bangkit dari tidurnya, dan mendapati sebuah paketan itu. "Bella?" Mita gak jadi membuka paketan karna tertera nama Bella di atasnya, "Oh.. mungkin Bella pesan dan di antar ke sini!" Mita meletakkan peketan nya di atas meja belajar, dan gak lama kemudian ia kembali berbaring di atas kasur.


Paginya, Mita sengaja memasang alarm untuk bangun pagi, ia pun terbangun jam empat subuh, rasa dingin di jam segini emang lagi merasuk rasuknya di tumbuh mungilnya. Mita langsung bangkit dan mengerjakan tugas nya dengan selimut yang masih melekat di badannya.


Meong..


Mita hampir saja terjatuh dari kursi, karena kaget mendengar suara kucing yang berantam di luar kamarnya. Mita membuka tirai jendela kamarnya, suasana langit yang hitam, di ikuti guyuran gerimis kecil menambah suasana dingin mangkin terasa di tubuhnya.


"Astagfirullah.. Mita mengusap usap dadanya yang kaget ketika kilatam muncul. Mita kembali mengerjakan tugasnya yang tertunda sambil bersiul siul pelan.


"Pagi bunda!" Sapa Mita yang baru saja sampai di depan meja makan, "Pagi sayang" Dewi memperhatikan penampilan anaknya yang sudah rapih dengan baju sekolah dengan beberapa buku ditanganya. "Mau pigi pagi?" tanya sang bunda sambil menyentongkan nasi goreng ke piring Mita, dijawab dengan anggukan.


"Bunda gak kerja?" tanya Mita setelah selesai memakai sepatu sekolahnya, bunda Dewi tampak berpikir dan langsung tersenyum melihat Mita dengan mengelus elus kepala Mita. "Bunda tinggal dua hari gak apa kan?" ucap sang bunda masih dengan mengelus puncak kepala Mita.


"Bunda mau kemana?" tanya Mita penuh selidik. "Ke luar kota ada yang mau bunda jumpai! Mita gak apa kan?" Mota menjawab dengan gelengan kepala.


"Antar dong bun!" Pinta Mita sebelum membuka pintu mobil. "Pak ujang memberhentikan langkahnya mendengar permintaan Mita yang minta di antar oleh Sang majikan.


"Bunda Dewi melirik jam ditangannya lalu berjalan mendekati sang Mita, Pak de mengundurkan diri setelah mendapatkan kode dari sang majikan. "Mita duduk di depan di samping kursi pengemudi. senyum terus menerus terlihat di wajah nya.

__ADS_1


Di tempat lain, Bella berkali kali mengirimi pesan dari kemarin sore tentang paketannya yang ia ingin beri Mita tapi tak kunjung dapat jawaban, sama hal nya dengan saat ini, Bella berkali kali menelpon Mita tak juga mendapat angkatan dari Mita.


"Apa gue kirim pesan aja ya? Tapi gak mungkin lah, gak formal kalo gak ngomong secara langsung!" Bella mondar mandir di luar kamar mandi sambil mengigiti jari jempol nya, sedang tangan kirinya mengacak pinggang. "Gak mungkin kan gue minta tolong sama Dira, gue kan lagi cek cok ama dia, apalagi Amel! Ah.. Gak mungkin banget! Oke, Mita sekali lagi lo gak angkat gue bakal kasih hadiah buat lo!"


Tutt..


Tutt..


"Angkat dong! angkat dong..! pleas Mita" mohon Bella masih dengan kemondar mandirannya.


"Beb.. gue udah disokolah, tolong bawain softek, ****** *****, sama jaket ya? Plese..!


Bella memelas dengan suara dikecilkan.


tak mendapat jawaban dari sebrang Bella kembali meminta dengan ulang, " Beb.. gue bocor, gue gak tau kalo lagi dapet, pas nyapu gue baru sadar, kalo gue lagi dapet.


Ari mengucek ucek matanya, "Siapa sih, ganggu aja!" ucapnya sambil mengangkat telepon yang dari tadi berbunyi, matanya membola mendengarkan permintaan si penelpon, "Udah sok akrab manggilnya, pake beb! beb pan segala, minta tolong pun yang gak masuk akal, pake jeritan lagi!" Ucap Ari menjauhkan ponsel ditelinganya.


Ari pun kembali mendengar kan apa yang dikatakan si penelpon malah bertanya balik pertanyaan yang sama dengan Bella..


Bella melihat ponsel nya lekat lekat, ini beneran nama Mita tapi yang angkat kok cowok. ucap bella lagi dengan sudut keheranan nya.


Ari memijat kening nya yang pusing, Lalu melihat ponsel di tangannya, "Bangsat!" ucapnya kesal setelah menyadari jika yang dipegang nya bukan ponsel miliknya.


"Lo pencuri ya?" tanya Bella dengan penuh selidik. tapi sayang pangilan telpon sudah terputus duluan.


"Bosoh! banget gue, ini kan ponsel tuh cewek" ucap Ari dan langsung berlari ke kamar mandi karena gak tahan mau buang air kecil.


"Ngapin bel?" tanya Mita yang baru saja keluar dari kamar mandi, Bella menatap Mita penuh selidik, ''Ada yang lo sembunyikan dari gue?" tanya Bella dengan suara yang terdengar sangar. Mita hanya menyengir bingung aja ngeliat tingkah Bella. "Lo kenapa?" tanya Mita sedang Bella langsung membawa Mita keluar kamar mandi. Bella pun ngikut dia belakang Bella.


"Bel..! panggil Mita dengan penuh penekanan, Bella berhenti, " Lo lagi dapet?" Bella mendelik pasalnya ia lupa tujuan ia ke kamar mandi.

__ADS_1


"Bella mengganguk dan langsung berlari kembali menuju kamar mandi, "Huh.. bilangin orang cerocos, sekarang malah di alami!" Ucap Mita kesal, sekarang Mita disuruh Bella untuk membeli softek di kedai dekat sekolah. Mita mendadak tegang ketika tangan kekar memegangi pundaknya, "Mau kemana?" Tanya Ari tepat ditelinga Mita, Mita menghembuskan nafas kesal di sertai dengan berbelik menghadap Ari. "Mau beli softek! gak mungkin kan Mita bilang gitu jadi Mita beralasan ingin membeli roti.


Ari memberikan sebuah plastik berwarna hitam yang baru saja ia ambil dari dalam tas. "Titipan temen lo! bilang cuma ini yang gue dapat selebihnya gak bisa gue cari. Mita ingin membuka apa isi dari plastik yang dibawa Ari, tapi lebih dulu Ari menjelaskan.


"Isinya cuma softek! " ucap Ari tanpa basa basi. Mita mendelik mendengar perkataan Ari. "Temen yang mana?" tanya Mita dengan muka malunya. "Gue kasih ponsel lo, tapi temui gue waktu istirahat, gue tunggu di belakang sekolah!" ucap Ari berjalan menjauhi Mita.


Mita mengangkak mendengar perkataan Ari lagi, "Masalah apa lagi sih!" ucap Mita dengan ekspresi muka lelah dan kembali menemui Bella.


"Lama banget beb!" kesal Bella setelah selesai dan keluar kamar mandi, "harusnya gue yang bilang gitu, ini malah kebalikannya. ucap Mita mendahului langkah Bella.


"Mita gue bakal nagih siapa cowok yang bisa pegang ponsel lo!" ucap bella dan ikut berlari mengejar Mita.


"Mita mengatur nafas ngos ngosan, alasanya Bella terus menerus bertanya tentang hubungannya dengan Ari. Sambil memukul mukul dadanya yang masih berdetak cepat ia dikejutkan oleh bisikan dari belakang.


"Gini doang udah ngos ngosan, apalagi kalo gue kasih tugas banyak mungkin belum di kerjakan udah keburu pingsan!" Ucap Ari pelan namun mampu membuat Mita merinding, Mita langsung membalik, "Gak usah bisik-bisik, kuping gue gak bermasalah tapi mata gue yang bermasalah! " Ucap Mita dengan ekspresi kesal, "Satu lagi! gue bukan asisten kakak!"


"Siapa yang bilang lo asisten gue?" ucap Ari menoyor kepala Mira pelan. "Pelan tapi sakit!" ucap Mita dengan nada mangkin kesal terlebih Ari sudah duduk di lantai, dengan menepuk nepuk sebelah nya. Mita menaikkan sebelah alis bingung. "Lola banget lo!" Ucap Ari kembali berdiri dan menghampiri Mita lgi, tanpa banyak tanya Mita langsung ngikut Ari membawanya.


"Duduk!" ucapnya dengan suara pelan tapi bergetar dan tatapan serius menatap Mita. "Udah!" Ucap Mita sambil kembali bertanya apa yang harus ia lakukan selanjutnya agar mendapatkan ponsel nya dari Ari.


Ari tak menjawab, ia menutup kedua matanya dan sedikit mendongak, "Sampai kapan sih kak, harus pura-pura gak kenal sama adek sendiri!" ucap Mita pelan dengan pandangan gak lepas dari wajah Ari. "Jangan serius kali liatnya, bisa suka entar?" ucap Ari masih dengan mata tertutup.


Mita tersenyum kikuk, mendengar perkataan Ari barusan, "Gak bakal!" ucap Mita dengan tatapan kosong memandang ke depan. Ari mengacak rambut Mita pelan, temenin gue bentar lagi! gue masih bosan sendiri!" ucap Ari menadang wajah Mita, dan di jawab dengan anggukan oleh Mita. "Lama pun gak apa, tapi selahnya kakak masih pura pura gak kenal!" keluh Mita lagi. "Justru gak kenal itu, harus kenal, semua kan berawal dari perkenalan baru pertemanan!" jawab Ari. "Dengar?" Tanya Mita sambil menaik turunkan alis nya. "kuping gue gak bermasalah tapi hati gue!" ucap bayu dengan pandangan kosong ke depan.


"Gue merasa bahagia kalo dekat lo! gak kesepian, gak mesara galau, gue rasa gue tertarik sama lo!" curhat bayu pada dirinya sendiri.


Ayo kasih semangat autornya, biar mangin semangat nulisnya, kritik, like, paforit,dan vote bagi yang baik ama autornya.😄😄


Salam dari Arian Dara°°°Mitian KeyElida


Jangan lupa kasih like, vote, dan komen ya, biar tambah semangat 💪

__ADS_1


__ADS_2