
***
" Mit, gue kelas luan, ya!"
Bella berlalu meninggalkan Mita yang masih berada di mobil. Mita hanya geleng-geleng melihat tingkah sahabat nya itu.
Brukk... bunyi pintu tertutup. " Makasih pak udah antarin! " Baru saja berjalan beberapa langkah, Mita di kagetkan oleh kehadiran Bayu yang tiba-tiba.
" Pagi Mita!" sapa Bayu dengan senyum ginsulnya.
" Eh.. pagi bay! " sapa Mita balik. Mita sempat terhipnotis sesaat melihat senyum Bayu.
" Gue, belum sarapan jadi makan dijalan deh! " bayu memang lebih sering sarapan di sekolah.
" Mau? " Bayu menawari sehelai roti ke Mita. Mita hanya melihatnya.
" Ambil, gak duracuni kok. Bayu menyakinkan Mita. Emang Mita juga belum sarapan, karena Bella mengajaknya serapan di sekolah! tapi sekarang Bellanya malah pergi duluan.
" Makasih. jawab mita setelah mengambil roti pemberian Bayu.
" Bay..! " panggil seseorang cowok, yang berbadan gempal dan rambut sedikit keriting,
Mita dan Bayu menoleh berbarengan, Deni mendekat dan langsung merangkul bahu Bayu dan memakan roti yang di tanggan Bayu, tanpa mendapat persetujuan dari bayu.
Bayu yang merasa geram. langsung menjewer telinga Deni, dan mengambil sisa roti yang hampir masuk ke mulut Deni. " biasaan lo ngambil makanan tanpa persetujuan dari gue! " protes Bayu ke Deni.
"Aawww... sakit Bay, lepas dong! " Deni memegang telinganya yang mulai memerah.
Bayu lupa kalo dia bersama mita. spontan bayu langsung melepas kan jeweran nya. ketika melihat Mita dengan ekspresi lucu memandang ke arah nya.
" Mit, kenalin ini temen gu.., gue dah kenal, kak deni kan? " kini Mita sedikit tersenyum simpul, setelah melihat Deni sekilas.
Deni, melihat Mita, dan membalas kembali senyuman nya itu. " Miya temenya bella kan! " tanya Deni ke Mita.
" Mita mengganguk mengiyakan. " Tapi nama gue Mita kak bukan miya " Mita sedikit protes atas panggilan nama yang berbeda untuknya. Deni tertawa simpul. " oh, iya gue lupa! " Jawabnya sambil mengelus-elus kuping nya yang masih panas.
Sepanjang jalan banyak mata yang melirik ke arah tiga orang itu, salah satu Klara. dia kesal karena melihat Bayu berjalan beriringan denganya. seketika otaknya mulai encer, seperti ada lagi rencana yang akan di buat oleh Klara.
" Denii.." panggil Klara dengan suara kemanjaan. ketiga orang itu melihat Klara, Deni tersenyum melihat klara mendekat terlebih tadi, dia memanggil nama panggilan nya, biasanya klara akan memanggil dengan sebutan buntal.
tapi deni gak masalah mau di panggil cebong pun, kalo yang manggil klara dia pasti senang.
__ADS_1
" Iya" Tumben banget manggil-manggil batin deni, sambil menyulun senyum. Mita yang merasa tidak nyaman karena kehadiran Klara langsung mengerutkan kening, tanda tak suka. Bayu pun begitu gak biasanya Klara bersikap manis di depan deni, pasti ada maksud di balik ini, Bayu membatin.
" Den..! boleh minta tolong gak? " Klara mengembang kan senyum indahnya ke Deni.
" Tolong apaan! " tanya Deni balik, Klara gak langsung menjawab melainkan melirik Mita dan Bayu sekilas, Klara mangkin mendekat ke deni, lalu sedikit membisik tepat di telinga Deni.
" Ntar bel main pertama temuin gue di belakang gudang! " Deni sedikit terkejut sih saat Klara membisik tepat di telinga nya.
" Deni mengganguk. mau gue anter gak kekelas? tawar Deni, mumpung ada kesempatan lirih deni pelan.
" Klara malah nenggandeng tangan Deni dan membawa nya ke kelas, Deni sih gak nolak, mimpi apa ya gue semalam kok bisa-bisa nya jumpa bidadari nyata. Deni gak sadar sama sekali kalo dia ninggalin Bayu dan Mita.
Kini pandangan bayu beralih ke Mita, cewek imut rambut panjang yang selalu di kucir bawah, dan kaca mata yang gak lepas dari wajahnya. punya lesung Pipi di kanan. cocok, cuman kurang ber...., ucapan bayu terputus sesaat melihat Rika berjalan bersama Adel yang baru saja melewatinya.
" Bay! gue Mita ke kelas duluan ya? " Pamit Mita ke Bayu.
Bayu masih sibuk melihat Rika, sampai gak dengar apa yang di bilang Mita. " a-apa? " tanyanya lagi. tapi kini Bayu bertanya dengan angin. Ternyata Mita udah menghilang dari sampingnya.
"Bayu sempat melihat-lihat dimana Mita pergi!
tapi kini Deni udah merangkul Bayu dari belakang, " kelas yuk! " ajak Deni dengan menaik turunkan alisnya.
" Biasa " jawab deni santai. " biasa apanya? " ucap Bayu masih bingung dengan kata yang baru saja didengar nya.
" Biasa urusan pasangan baru! " Seketika kaki Bayu berhenti. " Lo bener jadian sama Klara? " Bayu berharap kalo yang di katakan Deni barusan adakah hoak. tapi melihat ekspresi Deni yang tampak senyam senyum gak jelas membuat Bayu yakin kalo mereka benaran jadian.
()()
Klara dan kedua temannya yang dari tadi menunggu di ambang pintu, kini tampak senyum ketika melihat kedatangan mita akhirnya, nongol juga tuh cupu, ketus Jeni ke Mei. Tangan gue gatel ya gak tahan mau menerima hadiah dari cupu balas mei ke Jeni.
" hai, manis mau kemana? Kok gak nyapa-nyapa sih, kita kan disini! " Jeni menghalai langkah Mita. Mita diem aja, menurutnya ini udah biasa jadi dia hanya diem, tanpa komentar sama sekali ke ketiga cewek di depannya.
" Apa sih! kalian ngalangi jalan di pintu " Dira yang baru saja sampai di kelas, langsung kebawa emosi karna tingkah Klara, terhadap Mita. terlebih melihat mereka tiga yang tampak tertawa.
" Eh.. ada Mita " Dira menggandeng tangan Mita. ia seolah-olah gak tau kalo Mita ingin bully.
" Aduh, kenapa sih kla, selalu ada aja penghalang? " Jeni kesal karena gak jadi mengerjain Mita. " Iya Kla.. padahal tangan gue dah gatel gak tahan mau ngerjain " kini Mei yang menyambung.
" Gue punya banyak gosip, lo mau dengar dengan setia kan! " Dira mengedipkan mata sebelah memberi lampu ke Mita, tapi kini Mita malah bertanya, yang membuat Dira sedikit geram ke Mita.
Ketiga orang itu tertawa melihat lola nya Mita dalam hal ini, tapi mereka juga heran, kalo soal pelajaran Mita pasti selalu yang pertama.
__ADS_1
" Stop, deh! gak usah gangu temen gue, kalian tiga gak ada kerajaan apa! " Sukanya mengganggu dan ganggu aja! gak ada jera nya juga ya. udah berkali-kali kena kasus, tapi masih aja gak ada perubahan sama sekali, sama artinya masuk kiri keluar kanan. Dira sengaja memanas - manasin Klara dan ketiga temannya itu. dira kembali menatap Mita. " Yuk duduk " ajak Dira ke Mita yang hanya di angguki kecil oleh Mita.
" makasih dir, udah bantuin! " Kini mereka baru saja siap pelajan geo, berhubung gak ada satu murit pun yang berani ribut, jadi tadi Mita gak sempat berterima kasih ke dira.
" Bentar ya dir.. gue angkat telepon dulu " Dira mengganguk seraya menjawab pertanyaan Mita.
— Iya Bel!
— Gue gak diizinkan keluar main, kalo gue gak bisa jawab. udah gua sercing di google tapi gak ada soal yang cocok, kasih tau dong. Dari sebrang tampak bella yang sedikit memelas ke Mita.
— Mita tersenyum mendengar keluhan bella. yaudah. Satu kata itu mampu membuat bella senang.
— Nih gue krim soalnya, jangan lama ya, ntar gue, ketauwam bodoknya.
— Dan lagi Mita tersenyum mendengar Bella mengatai dirinya sendiri dengan sebutan bodo.
— Bodok nya disimpan aja, ntar kalo diperlukan baru dikeluarkan. hehe...
— Is, ngatain gue bodok! bella seakan gak terima di katain bodok.
— Gue matiin biar gue pokus ngerjain. timbal Mita.
— Oke, Beb! jawab yang benar ya, love you.
— Mita terus lagi mendengar kata love you, memang kelakuan Bella akhir -akhir ini aneh.
" Siapa mit? " tanya Dira seraya membuka buka tasnya mencari uang.
" Bella! " Jawab Mita.
" ngapain? " tanya Dira lagi
" Minta bantuan ngerjain tugas, siapa yang gak bisa hawa gak bisa keluar ruangan, pokoknya sampai siap baru boleh.
" Dira menggangguk lalu kembali duduk di samping Mita, karena awalnya mau ngajak keluar, tapi setelah dengar kelas sebelas banyak yang belum keluar, karna belum selesai tugas.
" Lo ngerti? " tanya Dira setelah membaca soal yang dikirim oleh Bella.
" Kita kan belum masuk ke pembahasan! " Dira heran melihat Mita yang sama sekali gak keliatan susah.
" Mita hanya mengangguk mengiyakan, ia masih pokus pada soal yang dikirim Bella.
__ADS_1