
" Masih ingatkan sama tugas lo seminggu ini!?
jeni berbicara sambil menyeruput es ditanganya, dan mengelus-elus rambutnya yang ikal. Sedang klara sibuk dengan ponselnya sendiri ia membiarkan kedua sahabatnya itu yang mengurus Mita.
" Denger ya bukan berarti ada Bella lo pikir bisa nyindar. Hahaha... lo salah. denger ya kita tuh gak suka kalau lagi ngomong lawan ngomongnya gak peduli sama sekali " dan lagi jeni dibuatnya geram.
" woi..." kita tu nyobrol sama lo, lo dengar gak sih. mei mulai kebawa emosi karena mita hanya nunduk mulu dari tadi " Sambil mendorong bangku panjang yang diduduki mita bergoyang pelan. dan memandang mita dengan sebel.
" Waduh, kla. nih anak perlu dilumuti pakai rawit nih mulutnya. diem mulu dari tadi.
kagak dianggap kita " Kini jeni menjambak rambut mita ke belakang dengan kasar. mita mendesis kesakitan dan langsung melihat ketiga orang didepanya dengan tatapan terpa ksa.
" Hah, diginiin aja lain kali jen. biar gak butuh suara indah kita keluar hanya untuk orang gak penting ini. mei mendekat lalu menoyor dahi mita dengan kesal.
" Kla..., mei dan jeni memanggil bersamaan.
klara menyimpan ponselnya dan menatap pemandangan didepanya dengan senyum iblis. senyum yang selalu ia keluarkan ke arah mita.
gini semua piket kita tiga lo yang kerjain, lo beliin makan dikantin, nyerjain tugas kita, dan yang terakhir lo jangan pernah nyadu ke siapa -pun. terlebih bella si manusia paling sok nyebela-belain lo.
Mereka bertiga pergi dengan tawa yang menggema di telinga Mita. dia hanya pasrah dengan kelakuan mereka disisi kelemahannya.
dia lalu kembali mengerjakan tugas yang terputus karna kedatangan mereka tadi.
Selang bebeberapa menit. Bella datang bersamaan dengan Amel dan Dira. mereka membawa makanan dan minuman lalu menghampiri Mita.
"Nih, lo lupa ya kalo kita bawa bekal dari rumah?" ucap Bella melerakkan bekal di pangkuan Mita. "he'em.. makasih udah di bawaain." Jawab Mita setelah nya.
"Eh, tadi lo jumpaan ya sama klara?" Dira bertanya seakan ingin mengorek suatu informasi. gak, mita menjawab dengan malas dan langsung mengambil dan memakan bekalnya.
Bella melihat ekpresi Mita yang aneh dan langsung mencegah tangan Mita yang akan memasuki makanan ke mulutnya.
"Lo bohong kan?" Mita kaget karna pertanyaan Bella. dan lagi Mita hanya menggeleng. Bella tersenyum melihat reaksi sahabatnya itu. kemudian mendekat lalu mencubit pipi Mita dengan gemes.
"gue, cuma becanda." Bella tersenyum lagi melihat Mita yang memelas kesakitan.
"Ya udah ih kita makan yuk." dira dan Amel mengangguk lalu mereka makan bersama.
Sepulang sekolah. Amel dan Dira lebih dahulu pulang. bella menunggu mita yang masih sibuk membereskan bukunya. Bella memilih main hpnya sambil menggoyangkan kaki kanannya dan bersandar di meja paling depan.
''Yok, bell " Mita berjalan menuju pintu sambil menarik tangan bella.
__ADS_1
Di sepanjang jalan menuju gerbang tak terdengar sebuah obrolan, bella sibuk dengan ponselnya. lain halnya dengan mita ia bolak balik membuka lembaran buku pelajaran.
"Mit! " tiba-tiba Bella berhenti mendadak. yang membuat Mita langsung memasang muka tanya. "liat deh!" Bella menunjukkan ponselnya ke arah mita. mita hanya ngeleng-ngeleng melihat video itu sampai akhir.
"Dapat dari mana bel?!" tanya Mita.
"Dari Dira, tau sendiri kan, si insan paling kepo." ucap Bella dengan muka malas nya. "Anak kls berapa bel, kok asing banget keknya?" tanya Mita.
"anak kls 10, tapi gue gak tau sih 10 berapa. bella mulai memikirkan sesuatu sepertinya.
tapi gue heran juga sih. sama klara kenapa ya, dia tuh selalu aja nganggu orang lain. padahal kan kalo ada masalah bisa diselesaikan baik-baik gak sih
"he'em "
Tiba-tiba Bela menatap Mita dengan tajam disertai kedua tangannya yang memegang bahu Mita. "Lo serius kan beb. gak diganggu lagi sama klara?" bella bertanya dengan raut wajah yang amat khawatir!
Mita hanya geleng - geleng kepala, sambil tersenyum lalu mengambil tangan Bella yang masih menempel di bahunya dan langsung mengenggamnya dengan erat. "bella gue gak diganggu kok. lo gak liat apa gue baik-baik aja kan?" Dan untuk yang ke dua kalinya Mita tersenyum dengan manis. Bella langsung melepas genggamannya dan mencubit pipi Mita dengan gemesnya.
"aduh.. kok dicubit sih bel". Mita mulai memanjangkan bibirnya kedepan serta mengelus-elus pipinya yang sakit.
"Siapa suruh lo punya pipi tembem, kan gue jadi meri?" dengan cepat Bella menarik tangan Mita, dan mengarah pagar depan sekolah. Bella seperti lembu yang diikat lehernya yang di ikat tali oleh tuannya dan hanya bisa nurut kemana tuanya menariknya.
"Lo, pulang bareng gue aja mit. liat tuh gue dah di jemput!. "he'em" Jawab Mita pelan.
"huh.." Bella mengembus napas dengan kasar. lalu menyusul mita yang udah luan masuk mobil. ia menutup pintu mobil dengan kasar.
Di dalam mobil. keduanya diam dan masuk kedunianya masing-masing. Mita sibuk membaca dan sesekali melihat ke arah jendela.
lain halnya dengan Bella, di terlihat gelisah walau terus memaikan hpnya.
brukk... Mita keluar dari mobil dan langsung berterima kasih ke Bella dan sedikit berbasa-basi. "gak mampir dulu bel?
bela hanya mengangguk. tapi karna Mita menawari mampir, terlintas di otaknya sebuah rencana. tanpa menjawab Mita , Bella langsung turun dan menyuruh pak anto pulang duluan. pak anto tak banyak tanya dan langsung mengiyakan.
"Hati-hati pak." Bella melambaikan tangannya ke arah pak anto, yang mulai menghilang dari pandangan. lalu melihat mita dengan senyum dan berlari kecil ke arahnya dan langsung mengapit leher mita dengan tangan kananya. sedang tangan kirinya mencubit pipi kiri Mita dengan sesuka hatinya .
Mita terus-menerus mengadu kesakitan. bukannya dilepas bella malah mengajaknya berjalan menuju kamar dan memperkuat cubitan di pipinya dan lehernya. Mita langsung mengelus-elus pipinya yang diserang berkali-kali satu hari ini. dan memijat-mijat lehernya yang terasa pegal karena Bella.
Bella tersenyum dan tertawa puas melihat sahabatnya itu yang terus-terusan mengeluh atas tingkahnya tadi. sambil memakan keripik pedas yang di beli di sekolah tadi. Mita, sempat heran. atas tingkah Bella sebelumnya karna mau mampir dirumahnya padahal mereka lagi berantem ya walau berantem masalah sepele, bella emang gak suka sama orang yang diajak nyobrol tapi orang yang diajak malah he'em . dan sekarang ia nyerti ternyata Bella mau buat ulah terhadapnya. mita melirik sesekali ke bella, dan tenyata bella sadar kalo dia di lirik dari tadi dan lagi Bella menarik Mita ke tempat tidur dan mereka berperang disana sampai tak terasa keduanya tertidur dengan nyenyaknya.
Mita terbangun dan langsung melihat disampingnya dan ternyata bella tak ada. dia seketika sadar dari setengah tidurnya dan melirik ke jam dinding dikamarnya. jam 21.17,
__ADS_1
astaga gue ketiduran sampe jam segini.
Mita melihat ada sebuah kertas kecil dimejanya ia langsung bangkit dari tempat tidur dan mengambil kertas itu.
...*beb. gue pulang ya. gue gak bisa nyinap soalnya gue belum ada pulang dari kemarin....
...maaf gue hari ini jahil ama lo. maklum pipi lo tembem.gue tadinya mau pamit ke lo beb. tapi lo nya nyenyak banget jadi gue pamit ama bunda dan bibik. gue pulang sekitar jam empat gitu lah....
oh. iya ada baju tuh di samping tempat tidur.
baju yang kemarin jangan lupa dicoba ya bel. guenya gak tau lo suka apa gak tapi gue rasa lo cocok beb. "
... form : Abella Aulia...
^^^to : Mitian KeyElida*^^^
# KALO UDAH BACA TELPON GUA YA 😊 #
Mita tersenyum setelah selesai membaca itu. iya langsung menyambar hpnya di mejanya. dan ingin langsung menelpon tapi sial hpnya abis baterai. dia langsung mengecas lalu mengerjakan tugasnya jeni. baru beberapa menit perutnya berbunyi ingin makan. ia langsung beranjak dari tempat duduknya dan langsung kebawah mengarah kedapur.
ia, mendengar suara bundanya menangis saat lewat tepat di depan kamar bundanya. ia sempat ingin memgetuk tapi ia urungkan ketika perut sudah berkeroncong.
sepertinya bik susi udah dikamar jadi Mita mengambil sendiri makanannya. energi selera menghantuinya ketika tau apa yang tersedia di depannya, sangat menyelerakan terlebih di saat kondisi seperti ini. Mita pun makan dengan lahap, sampai ia lupa terhadap bundanya yang menangis di kamar tadi.
Mita kembali dengan perut kenyang. serta rasa kantuk menghampirinya. Namun kantuk itu ia lawan karna melihat tugas dimejanya yang masih menumpuk. Mita mulai mengerjakan tugas itu satu persatu. sebelumnya Mita sempat berkirim pesan dengan Bella, walau awalnya bella memaksa ingin terpon aja tapi mita nolak, Mita beralasan nyantuk. dan akhirnya mereka pun berhenti mengirim pesan.
sudah jam 01.11 dini hari tapi mita masih semangat mengerjakan tugas itu. walau berkali-kali kekamar mandi, yang sekedar mencuci muka namun masih saja yang namanya kantuk tak bisa tertahan.
•
Saat terbangun Mita merasa seluruh tubuhnya pegal semua. karna tertidur di kursi belajar. Setelah menyenamkan badannya ia pun kembali mengerjakan tugas nya. sampai pagi pun tiba barulah ia bersiap langsung menuju bawah. Mita masih menunggu di meja makan, menunggu bundanya. seketika ingatannya pulih. Kemarin malam mita langsung berlari menuju kamar Bunda ternyata bunda udah gak ada di kamarya.
Mita berjalan dengan malas. tiba-tiba sebuah tangan menariknya dengan paksa yang membawanya di tempat yang lumayan sepi.
"gimana?!" siap kan catatan gue?". Jeni bertanya sambil menjulurkan tangannya ke arah Mita.
"he'em" mwita langsung mencari buku Jeni di tasnya lalu memberikannya ke jeni.
"thank. kali ini lo tepat. ingat kita bakal nyambil buku di sini. dan lo setiap pulang sekolah harus mampir kemeja kita untuk nyambil buku tugas kita. untuk beliin makanan kita lo harus datang saat bel main pertama bunyi kita tunggu di sini juga. pokoknya semua serba disini." Jelas Jeni.
"he'em "
__ADS_1
setelah panjang luas menjelaskan jeni pergi telebih dahulu. Sedang mita menghembus napas berat, Karna baginya ini sulit.