Brother And Love

Brother And Love
bab89-Rahasia bunda


__ADS_3

Pagi tadi Dewi memeng memutuskan untuk tidak masuk kerja, ia merasa kurang enek badan, namun menjelang siang hari, ia memutuskan untuk kerja, saat ia sedang memandangi dirinya di depen cermin, saat itu ia tak memakai jilbab, memang jika di kamar ia tak memakai jilbab, matanya tertemu dengan sosok putrinya, awalnya ia mengira jika itu hanya halusinasi nya saja, namun ia kaget ketika namanya di panggil dan bahkan di peluk.


"Deretan pertanyaan keluar dari mulut Mita. dan dapat ia rasakan air matanya Mita yang terus terusan mengalir membasahi baju atasnya.


"Bunda gak apa sayang! kamu kok di sini? bukanya ini jam sekolah?" Tanya Dewi yang berusaha bersikap biasa biasa saja. "Mita malah mempererat pelukan nya. "Mita sayang bunda, jangan tinggali Mita!" Ucap Mita dengan menggelengkan kepala nya.


Kini Mita dan bundanya sedang berada di ruang tamu, keduanya terdiam sibuk dengan pemikiran masing masing. kalau Dewi ia bingung harus mengelaskan nya dari mana, ia juga ingin masih menyembunyikan penyakit nya dari Mita namun ia berpikir lagi, jika mungkin saat ini adalah waktu yang tepat untuk Mita ketahui, sudah bertahun tahun ia sembunyikan, dan ia akan berniat memberi tahu setelah Mita tamat sekolah, namun jauh dari prediksi nya, penyakit nya tak bisa hanya di obati dengan pil atau bahan obat lainya, melainkan melalui operasi, Dewi sendiri sudah melakukan operasi sebanyak dua kali, namun sampai saat ini belum ada tanda tanda kesembuhan.


Mita sendiri, ia merasa khawatir karena ia tau betul, jika Bunda nya pasti menyembunyikan penyakitnya dari dirinya. apalagi saat melihat tak adanya sehelai pun rambut, membuatnya yakin akan hal itu.


"Bunda!" Panggil Mita yang kini sedang menatap nya lekat. Dewi sempat mengehela nafas berat dan duduk yang lebih dekat dengan Mita. "Maafin bunda sayang. bunda gak berniat menyembunyikan ini, tapi bunda akan memberi tau Mita setelah lulus namun mungkin hari ini dan detik ini, bunda gak bakal lagi menyembunyikan sesuatu dari Mita, maafin bunda sayang!" Ucap Bunda Dewi yang sudah memeluk Mita.


"Bunda gak adil, mestinya Mita tau ini sejak awal, mestinya Mita bisa bantu bunda, mestinya Mita bisa bahagia in bunda, mita minta maaf bun!" Ujar Mita di sela tangisnya.

__ADS_1


Di tempat lain, Dira terus menerus kepikiran atas apa yang ia lihat di kamar nya Bunda, ia tak menyangka di balik kamar yang tertutup dapat dan tak pernah terbuka itu, kini Dira melihat apa yang ada, "Gue mesti kasih tau Amel sama Bella nih, berita buruk!" Ujarnya yang kini sudah memberitahu dengan via chat pribadi.


"Mita mana?" Tanya Klara yang baru saja melewati meja Dira. "Sakit!" Jawab Dira asal, padalah yang sedang sakit adalah Bundanya. Seketika Dira sadar siapa orang yang menanyai Mita. "Emang kenapa?" Tanya Dira ketus. Klara hanya menggeleng kan kepala nya dan berjalan ke arah mejanya, "Sampaikan cepet sembuh ke dia!" Ujar Klara dan langsung memainkan ponsel setelahnya. "Gue mencium aroma aroma keanehan, pasti ada maunya nih!" Ujar Dira dan keluar dari kelas, ia berniat menemui kedua temannya di kelas sebelah.


Setelah Dira menceritakan apa yang terjadi di rumah Mita, mereka sepakat jika pulang sekolah nanti akan otw ke rumahnya Mita.


Seperti janjian yang tadi, kini ketiga cewek yang baru saja keluar dari kelas itu langsung menuju parkiran, tujuan pertama mereka adalah rumah Mita. Di dalam perjalanan ke rumahnya Mita Dira masih saja melanjutkan cerita tentang Mita.


"Dir, mulut lo gak lemes apa, dari tadi ngomong aja!" Ujar Bella dengan tatapan pokus ke jalanan. "Gak bakal lemas, orang gue udah di kasih tutor kok sama Amel!" Ujar Dira dengan tertawa. "****** lo, emang gue kasih tutor apaan?" Tanya Amel kesal. "Tutor agar Deni mepet sama lo!" Jawab Bella dan kompak mendapatkan tawa dari Dira dan Bella.


"Eh.. gue heran deh sama sikap nya si Klara, akhir akhir ini dia keliatan dekat deh sama Mita sikapnya juga rada berubah, yang gue takutin dia punya niat hajat sama Mita, karna perubahan nya itu drastis!" Ujar Dira dengan ucapan yang tertawa serius.


"Ya elah, bukan Klara aja kali yang drastis Mita juga!" Sambung Dira. "Kalo Mita beda kali Mel, Klara itu gur lihat dari cara gue ya dia jarang deh main lagi sama anak gaulnya, kalo Mita kan semenjak tau kalo Bayu udah punya gebetan baru berubah," Ucap Dira. "Sebelum tau juga udah mulai berubah sih, menurut gue!" Sambung Bella.

__ADS_1


...


Ari terus terusan menelepon ke nomor Mita, "Ah.. kemana sih lo?" Tanya Ari dengan kesal, Ia menendang ban motor nya berulang kali saat nomor Mita tak aktif sama sekali. "Apa lo lupa sama ucapan gue?" Tanyanya dengan tatapan datar. Dengan rasa kesal di campur marah Ari memutuskan untuk mencari Mita di kelasnya, barang kali ponsel nya habis baterai, dan Mita masih di kelas. namun sialnya bukan hanya di kelas saja Ari mencari, namun di seisi sekolah bahkan ia cari. namun hasilnya masih sama tak ada tanda tanda keberadaan Mita di sekolah saat ini.


Di tempat lain, tampak Mita yang sedang memijat lengan bunda nya dengan kasih sayang. Ia terus terusan menatap wajah lesu dan pucat itu, "Maafin Mita yang bun!" lirih Mita dengan pelan.


"Mita minta maaf udah untuk yang keberapa kali, sayang bunda gak apa apa!" Ucap Bunda Dewi yang mulai membuka matanya dan tersenyum indah kepada anaknya itu. Tak lama terdengar suara keributan dari luar kamar, Mita yang tau itu suara siapa. pun, memilih memastikan jika benar adalah Bella dan dua sahabat nya.


"Mita..!" Seru ketiga temannya Mita yang langsung mendapat kan pelukan hangat dari ketiganya. "Kalian_ kita khawatir sama lo, kita juga khawatir sama Bunda, Bunda gimana kabar Bunda?" Tanya Bella yang langsung mendapatkan jawaban senyum paksa dari Mita. "Kita ada buat lo Mita, kita itu bersaudara, dan kita sahabat!" Ujar Dira dan di angguki oleh Bella dan Amel.


"Lo pasti kuat Mit, kita bertiga pasti doain yang terbaik buat Bunda, karna bunda lo adalah bunda kita juga!" Ujar Bella dan di angguki oleh Amel dan Dira. "Bunda juga banyak berbuat baik sama gue gue pasti selalu berdoa yang terbaik untuk Bunda kedepanya!" Sambung Dira. "Gue berharap ujian yang lo alami saat ini akan segera berakhir!" Ucap Amel.


"Makasih, kalian bertiga emang sahabat gue yang paling pengertian. makasih semunya!" Ucap Mita yang kembali mendapatkan pelukan dari ketiga nya. "Bunda juga di peluk dong, kan pengen, iri juga sama Mita!" Ujar Dewi yang langsung mendapat kan pelukan dari keempat nya. "Bunda cepet sembuh ya bun, kita yakin Bunda pasti bisa melewati masa sulit ini!" Ujar Bella. "Pasti, pasti Bunda bisa kan!" Ujar Mita dan kembali memeluk Bunda nya dengan erat.

__ADS_1


"Bibik juga boleh ikut kan?" Tanya bik susi yang mendapat kan tawa dari kelima wanita itu. Mereka serentak merentangkan tangan nya menyambut Bik susi agar ikut berpelukan bersama.


__ADS_2