
Mata Mita melihat seisi sekolah masih sepi dan sunyi. ia datang terlalu pagi memang, Mita memang berniat untuk datang pagi karena ingin menjumpai Ari. Karana akhir akhir ini Mita tak lagi berkomunikasi dengan Ari, apalagi setelah kejadian kemarin siang, rasanya ada masalah yang Ari simpan dan ia pendam.
Tap..
tap..
Langkah Mita berhenti ketika melihat seseorang yang yang sedang berjalan dengan merangkul tas miliknya, ia adalah Ari. Mita tersenyum ternyata yang akan di datanginya malah mendatanginya. Mita berjalan mendekati Ari saat ini.
Mita tersenyum melihat gaya cool dari Ari. apalagi Ari terus menatap nya diiringi dengan senyum. "Antrin tas gue!" Ari melempar kan tasnya ke Mita dan di tangkap cepat oleh Mita. "Asataga, baru juga di puji, udah kek gini," Mita langsung cemberut melihat tingkah kakaknya di depannya.
"Gue tunggu di belakang, gue kasih tiga menit, harus udah nyampe di sana." Ucap Ari sambil meko arloji di tangan kirinya.
Mita menggeleng menyadari perkataan Ari barusan. "Tiga menit, dia kira gue apa coba," Walaupun sebel tapi Mita tetap saja menuruti perkataan Ari tadi.
Sesampai nya di depan kelas Ari, Mita masih mempertimbangkan apakah dia akan masuk atau ia taruh di depan kelas aja. "Matanya mengintip sedikit dari pintu kelas, tampak dua cewek yang sedang bercanda.
Mita memberanikan diri dan benar saja dua cewek tersebut tak sama sekali menganggap keberadaan nya. Namun di sela pintu ia berpas- pasan dengan Deni.
Deni sempat melirik Mita sekilas begitu juga dengan Mita, Tampak Mita yang menarik nafas lega saat sudah dekat dengan Ari. Langkah nya memelan saat jarak di antara keduanya sudah sangat dekat.
Tampak Ari yang memejamkan matanya dengan berbantalkan tanganya, "Dua menit" ucap Ari sambil membuka matanya perlahan dan kini pandangan nya mengarah ke Mita.
Mita menyerngit bingung. "Sebagai hukumannya lo harus temani gue bolos sampe jam pertama usai!" Jelas Ari dan kini sudah memejamkan matanya kembali.
"Bolos! Mita salah apa kak?" tanya Mita dengan wajah bengong nya. Ari tersenyum mendengar perkataan Mita barusan. Kini ia sudah duduk tepat di depan Mita.
"Tatap mata gue!" Pinta Ari sambil sedikit menekan kepala belakang Mita agar menatap nya. Keduanya cukup diam beberapa saat sampai di sadarkan ketika ponsel Ari berdering.
"Aneh..!" Ucap Mita di iringi dengan gelengan kepala. Tampak Ari yang berdiri dari tempat duduknya dan mengangkat teleponnya dengan mimik serius.
— kenapa?
— (...)
— Gue gak bisa
— (...)
— Gue gak peduli
Tut.. tut..
__ADS_1
Setelahnya sambungan telepon pun terputus. Ari langsung berbaring lagi tanpa mengucap kan sepatah kata pun, Mita jadi bingung harus apa. Wajah itu seperti ada masalah yang banyak kakak simpan, namun sebagus bagusnya menyimpan pasti akan ketahuan juga akhirnya.
Cukup lama Mita menemani Ari di sini sampai terdengar suara bel masuk kelas. Mita sempat melirik ke arah Ari sekilas lalu beranjak dari duduknya ingin ke kelas.
"Kak, Mita ke.. temenani gue satu les ini," pinta Ari masih dengan menutup matanya namun tangannya menggenggam tangan Mita kuat.
Tampak Mita yang menghela nafas lemas, dan duduk kembali ke tempat awal yang ia duduki tadi. tapi lagi Ari melarangnya duduk disitu.
"Ha.. maksudnya?" Mita masing bingung atas gerak tangan Ari yang mengaturnya. malas berkata Ari menarik Mita sampai Mita hampir saja terjatuh di badan kekar di depannya.
"Kepala gue sakit," ucap Bayu yang terkesan meminta ingin di pangku olehnya. tanpa berkomentar Mita pun menurut.
Mita menutupi wajah Ari yang terkena sinar matahari pagi, dengan tangan nya. Lagi tangan kekar milik Ari menarik tangan kanan Mita dari atas wajahnya. dan menaruh nya di rambutnya.
Lagi lagi Mita menurut, ia dengan cepat mengelus elus rambut Ari yang halus itu.
Bel istirahat
Mita kembali ke kelas dengan perasaan qas was, benar saja dugaanya. beberapa siswa/i yang masih ada di kelas mentapnya dengan tatapan heran. "Dari mana lo?" tanya salah satu teman sekelas Mita.
"Astaga, Mita. lo kok gak mikir dulu coba sebelum masu kelas." Mita tampak berpikir mencari alasan yang tepat untuk menjawab pertanyaan orang di depannya.
"Kan dah gue bilang, Tadi pagi Mita gak enak badan jadi gue antar deh ke Uks." Jelas Dira dengan mengenggam bahu Mita erat, tak lupa Dira mengedipkan sebelah mata.
"Pengen gue lem pake lem setan tuh bibir, biar sekalian kesetanan biar ada manis manisnya mulutnya!" ucap Dira yang kebawa emosi. "Gue tadi gak enak badan, jadi ke Uks. eh gue malah ketiduran!" Ucap Mita dengan mimik serius.
"Oh.. kalo gitu gue luan ya!" Pamitnya dan langsung pergi dengan beberapa teman di belakang nya.
"Makasih!" ucap Mita dan berjalan mengarah kursinya. "Ada syaratnya, baru gue maaf*in," Balas Dira dan langsung menarik tangannya Mita menuju keluar kelas.
"Mau kemana?" tanya Mita yang merasa ia di bawa ke kantin bukan ke tempat biasa.
"Udah, ah ikut aja. Ucap Dira masih dengan menarik tangannya Mita. Benar dugaan Mita ternyata Dira membawanya kemari.
Kini Mita sudah duduk berasa dengan ketika sahabatnya. "Jelasin ke kita tiga kemana aja lo selama les pertama tadi?" pinta Dira dengan menekan setiap kata katanya. Satu persatu wajah ketiga sahabatnya ia lihat tampak wajah keingin tahuan dari mereka.
Setelah menceritakan semuanya kepada ketiga sahabatnya, mereka mengganguk setelah mendengar kan cerita Mita. "Kesimpulan, Mita di taksir sekaligus dua cowok," ucap Dira yang kini mendadi bahan tatapan serius.
"Ari, sosok sedikit tertutup sama cewek, namun terbuka dengan Mita, cukup romantis sih kalo dari cerita lo, tapi terkesan pemaksa dan keras kepala. Bayu, sosok lembut sama cewek, cukup romantis juga sih nurut gue, tapi gue kurang yakin kalo dia belum punya gebetan." Jelas Dira
dan dingguki oleh kedua nya kecuali Mita.
__ADS_1
"Ngaur ucapan lo!" ucap Mita yang mendapat gelengan kepala, "Gue milih Bayu lah, dari pada Ari, " Ucap el menyampaikan pendapat milik nya.
"Kalo lo mana aja mau, mungkin tukang parkir di mall yang suka lupa aja lo doyan. "Ucap Bella menjawab ucapan Amel.
Tak lama kemudian, muncul dua cewek yang pernah Mita jumpai'in waktu beberapa hari lalu.
Mata Mita tak lepas dari wajah orang yang waktu itu menapnya dengan tatapan penuh kebencian.
Hal gak Mita pikirkan terjadi. dengan sengaja Adel menumpahkan kuah bakso ke baju Bella.
Bella, tersenyum sinis menatap Adel.
"L pi lagi ternyata." ucap Bella yang langsung berdiri dari duduknya. "Impas kan?" tanya Adel dan pergi meninggalkan Bella yang masih menatapnya dengan kesal.
"Maaf, ya dek. temen kakak emang kurang sehat, jadi sekali lagi minta maaf." ucap Rika dan langsung membawa Adel pergi.
"Gue heran aja, udah jelas jelas udah ada yang punya masi aja menjadi penggangu, dasar gak tau malu!" ucap Bella dengan tatapan sinis nya.
Mita, Amel, dan, Dira saling pandang bingung ke arah Bella.
Mendengar kata pengganggu Adel membalik dan kini sudah berada di depannya Bella. "Mudah, juga kebawa ya, keliatankan peng-gang-gu-nya." Jelas Bella yang dengan sengaja mengeja akhir dari perkataan nya.
"Udah, del. ayo balik gak baik di liatin banyak orang," Pringat Rika yang menarik tangan Adel agar menjauh.
Adel mencekal tangan Rika dengan sedikit dorongan. membuat badan Rika yang emang lemah lembut itu sedikit oleng dan hampir jatuh. dengan cepat Mita menolong Rika. dan di susul dengan Dira.
"Gak usah pegang pegang teman gue, muka kek lo tampak lugu tapi aslinya, jauh beda dari kata itu." Adel melepas tangan Mita yang membantu Rika tadi. "Dell!" ucap Rika memperingati.
"Makasih," ucap Rika sebelum benar benar pergi. Mita dan Dira menganguk mengiyakan.
"Inget, buat lo, terkhusus untuk lo, urusan kita belum selesai. liat aja gue bakal buat lo yang lebih dari ini." jelas Adel dengan menujuk Bella dan meninggal kan kerumunan yang ada di kantin.
Rumah Bella
Seteleh kejadian di kantin tadi, Kini mereka berkumpul bersama di rumah Bella, setelah mendapat penjelasan dari Bella, bahwa Adel menyukai Eka, dan kini Adel sedang bermusuhan untuk mendapatkan Eka. kalau Bella memang sudah mendapat hatinya Eka.
tapi kalau Adel sebagai orang ketiga yang mencoba untuk merebut Eka dengan cara pelan namun terlihat oleh Bella.
tanpa di ketahui ketiga temannya, Diam-diam Dira memvidio secara sembunyi. ia tersenyum simpul jika di sini yang salah itu adel bukan Bella.
"Itu Adel kan, anak 12¹, dia dari dulu emang suka sama Eka," jelas Dira. "tau dari mana lo," tanya Amel.
__ADS_1
"gue dapat info dari Angel, Emang dari dulu dia ngejar Eka sampe sekarang, tapi belum di ungkapkan sama Adel, udah di tolak matang matang sama Eka. di tambah dia baru tau kalo Eka udah punya doi, buat dia gak terima!" jelas Dira lagi. dan dingguki mengerti dari ketiga temannya.