
Semenjak perginya Rika, Mita mulai menjadi gadis yang tambah mandiri. Mita pun mulai menjadi dekat kembali dengan Bayu. Walaupun sudah jarang berkomunikasi secara langsung, apalagi Bayu saat ini sudah perpisahan. Namun semenjak kepergian Rika waktu itu, setiap kali berpapasan dengan Adel, gadis itu selalu memperlihatkan wajah permusuhan.
Mita berdecak kesal saat melihat Bella dan kedua temannya dengan wajah yang bisa Mita tebak. ia menghela nafas kasar, "Kok mereka tau sih, gue lagi di rumah?"
'Karna mobil li dirumah!" Jawab Mita dan ia menggelengkan kepalanya. "Dasar aneh!" Ejeknya pada dirinya.
"Aduh! kita salah masuk rumah deh, liat noh.. udah beberapa hari gak keliatan, udah serem kaya nek gayung!" Canda Dira ke arah Mita.
"Sereman malaikat pencabut nyawa dah, masa muka sebegitu manisnya di bilang nenek gayung!" Komentar Amel dengan mengacak pinggang.
"Biasanya tamu di layani, eh malah di pendeli'i aduh matanya awas cepot Mbak!" Kini giliran Bella yang buka suara.
"Udah tutup, gak terima pelanggan lagi!" Ucap Mita pada akhirnya. Ia membalikan badannya ingin meninggalkan ketiga tamunya. "Gini amat ya, datang tak di undang, belum makan dan duduk udah diusir, jauh bangat ya sama mantra jailangkung yang kita tonton kemarin!"
Amel mengangguk kecil. "Sejek kapan lo bisa seaneh ini baby, masa rumah lo anggap cefe, keliatan kali ya, anak pekerja keras!" Bella langsung duduk di sofa tanpa ada suruhan dari Mita.
Dira dan Amel langsung menangkap kedua tangannya Mita, sisi kiri di gandeng oleh Dira dan kanan oleh Amel. "Kok gue malah di kekep sih?" Tanya Mita sewot.
"Duh.. nih anak keliatan banget ya lagi datang bulan!" Bella menepuk keningnya. "Sok tau lo!" Jawab Mita kesal. sejujurnya Mita sengaja tak ke cafe hati ini karna ingin istirahat, namun saat ia lagi asyik asyiknya menonton drama di tv tiga, suara tiga orang cewek yang tak asing lagi ditelinganya Mita membuat gadis yang sedang berbaring langsung duduk. ia meletakkan bungkus kuaci ke atas meja dengan kesal.
Ia langsung berdecak kesal saat melihat Bella dan kedua temannya dengan wajah yang bisa Mita tebak. ia menghela nafas kasar, "Kok mereka tau sih, gue lagi di rumah?"
"Noh.. baru juga di bilang, udah sensi aja!" Ledek Amel. "Gue lagi males aja, males ngomong, males curhat, apalagi menjawab pertanyaan kalian nantinya, pokoknya gue lagi males!" Pinal Mita. "Dan.. matanya Mita menatap satu persatu temannya. "Gua gak datang bulan, tapi lagi pms!" Ketiga nya menepuk kening bersamaan.
"Kenapa? banyak nyamuk ya? gue ambilan anti nyamuk dulu ya!" Pamit Mita namun tak bisa pergi karna kedua temannya masih mengengggam kedua temannya. "Apa coba bedanya pms sama datang bulan?" tanya Bella.
"Lo kan cewek, bisa bedain dong, atau jangan jangan lo lakik?" Mita menatap selidik ke arah Dira. "Gue gak berbatang kali, masa ia lo anggap gue lakik, nonjol nih nonjol!" Dira menjawab dengan kesal. di sertai dengan tangan kanannya yang menjauhkan wajahnya Mita.
"Kan gue belum selesai ngomong, jangan jangan lakiknya lo adik tiri gue, dan malah jadi adik ipar nya gue!" Mita berucap dengan tatapan lurus ke depan.
Dira langsung menyengir sendiri. "Dah deh.. belum juga tamat, dan mikirin masalah lakik, tamat dulu atuh mbak baru belakik, biar afdolll!"
Ujar Bella memberi pendapat.
"Siapa juga yang mau kawin muda, gue mah ogah!" Jawab Dira lagi.
"Ogah sih bilangnya, tapi pas di ajak Prans sekarang, kata ogahnya di buang, mau Aaa!" sambung Amel. "Idih.. yang gue tau itu sih masalah begituan nanti lo yang kebelet!" Cacar Dira.
__ADS_1
"Udah lah, kaya kagak ada pembahasan lain lagi!" Mita pun menyingkirkan kedua tangan temannya.
Amel yang sudah mengeluarkan semua makanan yang di letak di atas meja langsung memakannya. "Nih anak perut karet muatan lima kilo ya, dari tadi kagak ada kenyangnya," Cibir Dira. "Biarin, gue yang makan banyak aja kagak gendut gendut. lah lo,makan sih dikit tapi gak kurus kurus, casian!" Ejek Amel.
"Kita dengar lo sama Bayu jadian, gimana sih ceritanya, curhat dong!" Bella mengentil lengannya Mita pelan.
"Duh, hoak kok di percaya!" Jawab Mita kesal. "karna gak percaya makanya gue tanya lo langsung!" jawab Bella. "Kalo gue jadi Mita udah gue pepet aja tuh Bayu, sampai dia gak bisa keluar!" Sambung Amel sambil mengunyah.
"Makan aja makanan lo, baru ngomong, keluar nih, bauk!" Ujar Dira yang menutup hidungnya. Amel hanya cemberut sambil mengomel kecil di bibirnya.
"Tapi hubungan lo sama Bayu udah lebih dekat kan, daripada sebelumnya?" Mita menatap Bella sekilas, ia hanya mengangkat kedua bahu bertanda malas untuk menjawab. "Dia masukin story poto cewek, dan caption love M, masa ia lo kagak ada hubungan khusus gitu?" Giliran Dira yang bertanya. "Masa? kapan tuh, kok gue gak tau?" Tanya Amel yang ikut menyambung
Dira menujukan poselnya ke hadapan teman temannya. "Gie ini lo kan Mit?" Bella pun ikut heboh. "Lah ini bukanya kemarin, yang gue jumpa sama lo, tapi si Bayu nya ntah kemana!" Ujar Amel. .Mita yang tak melihat pun menjadi penasan. "Mana sih, cak gue lihat!" Ketiga nya tersenyum dengan saling pandang, saat melihat ekspresi Mita. "Tapi gak ada!" Mita menunjukkan ponselnya di tangannya ke Dira.
"Gitu deh!" Jawabnya dengan angkatan kedua bahu. "Jawaban lo gak memastikan, kayak puas gue!" Dira menyambut.
Amel tiba tiba saja terdiam, "Napa lo?" Dira yang melihat Amel diam dengan wajah yang terlihat menahan. "Anjir.. perut gue mulas, mana belum selesai makan lagi!" Oceh Amel yang langsung berlari menuju kamar mandi.
"Rasain, makannya jangan suka makan yang pedas pedas, mulas kan lo! " Jerit Dira.
Dira menghentikan langkah kakinya. "Wuihh, sama teman sendiri aja pelit!" Ujar nya lagi.
"Biarin, emang gue begini!" Ujar Bella yang menyilangkan kalinya. "Ah. gue lupa!" Dira langsung kembali berjalan ke arah Bella dan Mita. "Mit, ntar lo ikutan kumpul gak barang cogan?"
Mita yang malas menghiraukan kedua temannya memilih memainkan ponselnya sambil berbaring. "Nih anak dimasuki jin apa sih, sampek ngomong aja mager!" Dira mengomel dengan nada kesel.
"Jin iprit kali!" Jawab Amel yang muncul di balik tembok.
"Lo yang jin iprit, main muncul muncul aja, tapi ngagetinya melebihi jin!" Giliran Bella buka suara. "kalau ini nih, bukan jin aja, tapi iblis jadi jadian!" Canda Dira yang langsung kena tunjangan gratis dari Amel.
"Oke deh, gue mau pulang lo ikut gak!" Tawar Dira yang hampir saja kena tunjangan gratis dari Amel. "Ikut dong!" Jawab Amel cepat. "Yuk buruan, gue mau jalan jalan nih, sama gebetan!" Tanpa berucap lagi, Dira sudah bangkit dari duduknya. ia kembali pamit ke Mita dan Bella.
Selepas kepergian kedua temannya, Bella mendekati Mita perlahan. Mita membisikkan sesuatu di telinganya Mita. dan apa yang di bisikan Bella membuat rona Mita menjadi penasaran.
Mita yang tadinya lagi main ponsel, kini matanya pokus ke layar ponselnya Bella. "Lo serius ngerjai nih anak?" Lagi lagi, Mita bertanya hal yang sama.
"Ya elah, Mitaaa! sejak kapan Bella seperti gue kasih info yang gak jelas, liat nih mukanya, t-e-r-t-e-kan!" Eja Mita dan Bella berbarengan. kedua nya pun tertawa bersama.
__ADS_1
"Tapi apa kagak kejahatan Bel?" Mita yang masih merasa was was pun mulai membuka banyak pertanyaan. "Ini nih, sama sobat sebesar pun kagak percaya. kaya baru kenal gue kemarin aja!" Koceh Bella kesal.
"Yah.. mana tau kan, apalagi mengingat diri lo yang jago bela diri!" Ucap Mita lagi.
"Tapi kapan lo buatnya? kok gue gak tau!" Bella menatap Mita sekilas. "Coba lo tebak, kapan gue buatnya?" Tanya Bella lagi, hal ini semangkin membuat Mita penasaran.
"Gila lo, di hari idah di masa sekolah, bisa biasanya lo ngerjai dia, kejam lo, ini di namain lebih kejam dari yang di duga!" Mita berubah serem saat melihat Bella.
"Kenapa lo mau coba?" Tawar Bella. "Tenang aja, gak di kenakan biaya kok, tapi siap siap menangung malu!" Bella berucap dengan tatapan tajam ke Mita. "Aduh serem deh, eh.. laba laba Bel!" Mita langsung berdiri di atas sofa untuk melancarkan kejahilanya.
Bella yang sangat kesal dengan kata Laba-laba pun ikut berdiri bersama Mita, kedua tangannya mengengam kedua lengan bajunya Mita dengan erat, disertai mata yang memejam, mulutnya pun komat kamit seakan membaca mantra. Melihat reaksi Bella yang di kelabui rasa takut, membuat Mita terkekeh tanpa suara.
"Mantra lo gak mempan Bel! dia lagi jalan tuh di kepala lo!" Mita kembali terkekeh geli, melihat tingkah Bella yang kini memeluknya kala anak kecil yang sedang ketakutan.
"Bel.. laba-labanya mau masuk ke telaga lo, gimana nih?" Mita berucap sok panik, namun di akhir ucapannya kekehannya tak bisa ia sembunyikan lagi. Bella yang menyadari jika baru saja di kerjai oleh Mita, langsung terduduk lemas. ia yang sempat mengeluarkan butiran bening di matanya kini menatap Mita dengan tatapan membunuh.
Mita yang tak bisa terhenti dari tawa, juga ikut mengeluarkan air matanya. "Lain kali jangan suka ngerjai orang lain bella, kagak enak kan rasanya!" Ujar Mita yang sudah kembali ke posisi awal. Bella hanya memperlihatkan raut wajah lesunya.
"Sory!" Mita memeluk Bella dari samping. "Gak ada penolakan!" Ucap Mita sebelum tangannya di lepaskan dari pelukannya. Setelah Mita yang mengerjai Bella, suasana kembali ke posisi semula. yang di isi dengan tawa.
"Ntar malam lo gue jemput ya!" Bella berucap sebelum menutup pintunya. Mita menutkan alis bingung.
"kemana?" Tanyanya pelan. "Ke rumah camer lo!" Bella cekikikan di sela menjawab Mita.
"Kapan? eh maksudnya acara apaan?' Ujar Mita yang menetralkan ucapannya. "Dua bulan lagi, alias ntar malam lo beby!" Mita menggelengkan kepalanya. "Panggilan lo, buat gue merinding Beyya!" Jawab Mita dengan suara di samakan dengan Bella.
"Hah.. apaan tuh, kok beyya! kedengaran nyejek deh kedengarannya!"
"Memang iye! Melihat Bella yang akan kembali lagi. Mita dengan gerakan cepat langsung mendorong Bella agar keluar dari rumahnya. "Nyusir amat nih!" Ujar Bella di sela dorongan Mita.
"Emang! bosannya keluar jalur malah!" Jawab Mita lagi. "Baby jahattt!" Bella mengerutkan bibirnya dengan tatapan sendu.
"Udah ah dramanya, gue mau nonton yang pra bayar waktu syutingnya dari pada pragratis tapi buat gue puyeng!" Mita langsung menutup pintunya. tak lama kemudian ia membukanya kembali.
"Dada, Baby. gue jemput jam delapan malam!" Bella melambaikan tangannya yang di balas Mita dengan anggukan kepalanya.
Mita membaringkan badannya di atas sofa dengan lemas. "Ah.. gue mau tidur dulu lah, ngantuk banget!" Mita menyetel alam untuk pengingat saat ia tertidur nanti.
__ADS_1