
Sesampainya di rumah Mita langsung berberes beres karena besok pagi harus senbay semuanya. Mita membawa banyak baju. ada sekitar sepuluh lebih yang ia bawa, walaupun sudah di beri ingat oleh mereka agar tidak membawa banyak baju, tetap saja Mita merasa kurang puas, karana ia yakin jika menbawa baju tiga atau empat pasang kemungkinan besar mereka nantinya akan berbelanja di sana. Apalagi kalo udah Bella, wah ratu nya shooping tuh Bella.
Mita tersenyum puas saat yang ia selesai menyelesaikan semuanya, dengan rapih, Mita melihat ponsel nya yang sedari tadi ada pesan masuk. Mita menggeleng melihat pesan dari Bella. "Kok gue bisa lupa?" tanyanya pada dirinya sendiri.
Mita mengambil sardigan dan tak lupa kaca matanya yang berada di atas meja, yang ia lepas, waktu sedang bersih bersih. "Berdebu" ucapnya dan membuka kembali kaca matanya yang sudah menempel di depan matanya, selesai mengelep kaca matanya Mita berjalan mengarah pintu.
'Pak antarin Mita ke rumah Bella ya!" ucap Mita yang kini sudah masuk ke dalam mobil. "Pak dede yang tadinya sedang membaca koran pun langsung menunda dan memasuki mobil. "Udah Non?" tanya Pak de, yang melihat Mita seperti sedang mencari sesuatu.
"Oh. benar pak, Mita kebawah dulu ambil ponsel, sargah Mita dan langsung keluar dari mobil dan berlari kecil menuju kamarnya. "Di mana ya? kok gue lupa," ucap Mita yang merasa kesal ketika tidak menemukan ponsel miliknya.
Mita menggigit bibir atasnya, dengan tangan nya yang memijat mijat kening. "Astaga!" ucapnya dan berlari menuju tempat sepatu di depan rumah nya. "Mita.. Mita, dasar pelupa sebelum waktunya." ucapnya seraya menggeleng geleng kelupaan nya.
Tanpak pak De, yang sedang menunggu, dan berdiri di depan pintu mobil kemudi. "Maaf pak, Mita kelamaan ya?" tanya nya dengan muka sedikit menunduk. "Bapak dah biasa Non, mau sampe besok pagi pun gak apa nungguin Non, kan udah kewajiban bapak sebagai supir nya non." Jelas Pak de dengan tertawa kecil yang juga Mita sendiri ikut tertawa.
"Jangan jujur kali pak, gak baik," ucap Mita mengingatkan. kalimat itu seperti peringatan namun terdengar seperti suatu usikan juga menurut Pak de. Tak lama mobil pun mulai berjalan.
Di rumah Bella.
"Lo mau pergi kemana sih, Bel? sampe segini nya?" ucap Mita saat membuka kamar Bella. tak mendapatkan jawaban dari Bella, Mita memutuskan membaringkan tubuh nya di atas kasur milik Bella.
"Ih. kok malah molor, sih. gue tuh mau minta pendapat baju mana aja yang mesti gue bawa?" Larang Bella yang juga meminta pendapat dari Mita.
"Pilih aja yang lo suka. gue rasa semua baju lo sosok kok untuk di badan lo!" ucap Mita dengan mata yang masih terpejam. "Mitaa.. " jerit Bella saat melihat tingkah Mita yang menjengkelkan menurut nya.
"Gue capek Bel. gue pengen tidur, bentar aja," ucap Mita dengan memandangi sekelilingnya yang luar biasa berantakan nya. "Dua puluh menit, " ucap Bella memberi waktu tidur siang Mita.
__ADS_1
"Satu jam," jawab Mita dengan mengangkat satu jari nya ke atas. "Kok gak sekalian aja satu tahun!" Omel Bella yang gak terima penolakan dari Mita. namun tak lagi mendengar jawaban dari orang yang di kesalinya.
Mita tertidur dua jam lebih, ia terbangun saat bau menyengat nasuk ke hidung nya. Ya. bau kaki nya Bella. "Bauk banget sih bel?" omel Mita dan menyingkirkan kaki Bella dari wajahnya.
tak ada respons, keliatanya Bella tampak kelelahan juga, tampak dari raut wajah nya.
Mita duduk di atas kasur, dengan mata yang menelisik ke seluruh ruangan. "Gini kan, lebih plong mata gue jadinya." ungkap Mita saat melihat kamar Bella yang kelihatan lebih bersih dari sebelumnya. dan hanya rampak beberapa baju saja di atas sofa. Kita berjalan mendekati sofa dan melihat satu persatu baju yang akan di bawa oleh Bella.
"Sudah sejam lebih Mita berdiam diri di kamar milik Bella yang hanya mengotak atik ponsel miliknya. Tampak lenghan dari bella, ia mengulat ulat tanganya ke atas dengan menatap Mita tersenyum tipis. "udah jam berapa?" tanya bella yang kini sedang mengikat rambutnya.
"Jam lima, kenapa?" tanya Mita yang kini berjalan mendekati Bella. "kok gak dibangunin?" tanya Bella lagi masih dengan mata yang berkedip kedip.
"Gue liat lo leleh banget, jadi gue biarin aja deh!" ucap Mita dengan memberikan handuk ke Bella. Bella langsung mengambil nya dan sekilas ia tersenyum saat melihat baju di atas sofa yang sudah terbagi dua.
"Thank," ucap Bella sebelum masuk ke dalam kamar mandi.
Ceklek.
"Dah siap?" tanya Mita saat melihat Bella yang sudah terlilit handuk di bandan nya. "Lo belum mandi kan! sono masuk!" suruh Bella yang malah menyuruh Mita.
"Baru juga gue merasa suka, karena Bella gak banyak ngomel saat gue atur, sekarang udah balik ke sifat buruknya." Omel Mita yang kini sudah masuk ke dalam kamar mandi. "Mandi gak sampe satu menit, "ucap Mita dengan mengeleng membayang kan apa yang dilakukan Bella di waktu yang begituan singkat.
"Gue sendiri buka baju aja gak cukup dua menit!" ucap Mita dan kini sudah membasahi rambut nya dengan shower di depannya.
•
__ADS_1
Eka dan Deni saling pandang saat melihat wajah nya Bayu yang sedikit ditekuk. "Udah mirip para ceo di luaran sana kan, liat tuh muka dan rambutnya, persis." ucap Deni yang di angguki oleh Eka.
"Bukan Ceo tapi tangan kanan bokap gue!" ucap Eka dan kini membuat Deni dan dirinya tertawa. "Jauh juga jalur pikiran lo ya, sampe Om Gendut lo samain sama Bayu." Jawab Deni masih dengan tawa.
"Lo ada masalah apa, Bay?" tanya Eka saat tawa mereka sudah mereda. "Rika!" Jawab Bayu dengan muka lesunya. "Galau karena cewek," Bisik Deni dan Eka dan mereka berdua kembali cekikikan.
"Tadi pagi gue main kerumah nya, gue sedikit kecewa sama dia," Ucap Bayu dengan mengingat kejadian tadi pagi. "Maksud lo, kita gak paham nih, apa yang membuat lo kecewa!" Ucap Deni masih bingung.
"Art nya bilang, dia pergi balik ke kampung kemarin sore. gue awalnya gak masalah, tapi setelah Art nya jelasin lebih panjang lagi. kuping gue panas dengarnya. Rika balik ke kampung sama sepupu nya, yang tempo hari gue ceritain." Jelas Bayu lagi.
"Ehem.. cemburu nih," Senggol Deni ke bahu Eka. "Kok gue si Bayu yang cemburu!" Protes Eka ke Deni.
"Ya udah gak masalah lah, lagian kan sama sepupu, bukan sama doi baru!" Ucap Deni dengan senyum miring.
"Masalah nya dia gak ada cerita ke gue kalo mau balik ke kampung, bahkan setiap kali gue mau main kerumah nya selalu ia tolak. gue sendiri gak tau kenapa. dan setelah gue beranikan diri untuk main kerumah nya, di situ lah gue jumpa sama sepupu nya. "Gue banyak ngobrol ke dia, tapi tau gak satu pun gak pembahasan yang di luar dari Rika, dia bahkan lebih banyak tau tentang Rika dari gue!" Ucap Bayu lirih. "Terkadang cinta itu tak mesti saling memiliki, namun saling mengerti." Ucap Deni pelan.
"Sok tau cinta lo!" Jawab Eka. "Jadi gimana hubungan lo sama dia?" tanya Eka ke Bayu.
"Gue telepon gak di angkat, gue kirim pesan kagak di balas, gue renungi malah makin muncul muka sepupu nya yang sok iya itu." Lagi lagi Bayu mengeluar kan semua unek uneknya.
"Jadi yang jelasnya besok Rika gak bakal ikut dong?" tanya Deni dengan muka penasaran. "Ya iya lah! " yang menjawab bukannya Bayu memainkan Eka.
"Gimana mau ikut dia sendiri lagi pulang kampung!" Jelas Eka lagi ke Deni. "Kalo hubungan lo sama, Bella, gimana?" tanya Deni yang kini membahas Eka dan Bella.
"Biasa, selalu serasi tanpa harus ada gendala. karena kita dua punya kontak batin yang terjaga." Jelas Eka yang mendapat sorakan dari Deni dan juga Bayu. "Lo sendiri gimana?" tanya Eka mengalihkan pandangan di antara keduanya.
__ADS_1
"Kalo gu_gue jangan di tanya pasti sama," ucap Deni dengan senyum kecutnya. "Sama masih jomblo seperti dulu." jawab Eka dan Bayu berbarengan dan kini mereka berdua tertawa bersama.