
Tak lama kemudian datang orang kepercayaan Cafe yaitu Kak Naya terlihat si samping nya ada Jeni dengan senyum miring ke arah Mita. Sedang Klara hanya menggeleng kan kepala dengan tatapan malas.
"Dia buk orangnya!" Ucap Jeni dengan senyum kemenangan. Sedang Kak Naya melihat Mita dengan menahan senyum. "Oh.. jadi bawahan saya yang ini, dia salah apa sampai kalian mengadu jika ia tak becus bekerja?" Tanya Kak Naya dengan bertanya pada Jeni yang tadi memanggil nya. "Dia gak mau membersihkan se_ dia melawan apa yang saya minta, saya gak mau tau pokoknya pelayan ini harus di pecat dari cafe ini," jelas Jeni yang memotong ucapan Mai saat ingin mengatakan yang sebenarnya.
"Oke.. tapi sebelumnya saya mau betanya pada Mita, apa yang mereka inginkan sehingga Mita menolaknya?" Ucap Kak Naya yang kini memandangi Mita. Mita tersenyum kecil melihat Kak Naya dan memberikan sebuah kode. "Apakah pekerjaan seorang pelayan di sini sebagai pembersih sepatu dan tas?" Tanya Mita yang tertuju kepada Jeni dan Mai. Kedua nya diam dan saling pandang. "Udah berani melawan nampak nya si Mita, mesti buat pelajaran nih!" Ucap Jeni dengan berbisik ke arah Mai. "Maaf ya Mit, ya tante, temen saya emang lagi kurang makan vitamin jadi begini bawaannya, maaf!" Ucap Klara dengan wajah penuh serius nya. Mai dan Jeni yang mendengar ucapan Klara barusan ingin sekali menjambak rambut Klara hingga rontok rasanya.
Beberapa orang yang ada di dekat mereka tadi pun tertawa mendengar ucapan maaf dari Klara. "Kak.. ada telpon dari ibuk!" Ucap salah satu pelayan yang memberikan ponsel ke Mita.
"Bentar ya kak!" Pamit Mita dan memberikan catatan yang minuman yang di pesan oleh Klara tadi. "Jangan lama ngantar nya!" Pringat Mita dan berjalan menjauhi kerumunan.
—"Halo bun!" Sapa Mita saat baru saja mengangkat telepon nya yang sedari tadi berdering.
—(...)
—"Sekarang?"
—(...)
—"Iya bun.. Assalamualaikum" Pamitnya dan mulai menutup telepon nya.
__ADS_1
Padahal cafe malam ini lagi ramai ramai nya, namun Mita harus pulang karena pesan dari bundanya tadi. Mita melangkahkan kakinya menuju Kak Naya berada.
"Ada apa?" Tanya nya saat melihat Mita berdiri tepat di depan nya.
"Mita pulang luan Kak!" Pamit Mita dan di angguki oleh Naya. "Sama siapa?" Tanya nya sebelum Mita naik ke atas tangga. "Pak dede udah di depen," Jawab Mita dab kembali meneruskan langkah kakinya.
•
Di sini lah Mita sekarang, berada di sebuah ruang makan dengan dua wanita yang menemaninya di meja makan, gak lain bunda dan sepupunya yang seumuran dengan nya yang membuat Mita pulang cepat malam ini, "Udah lama Lan?" Tanya Mita saat mereka mulai makan. "Sekitar satu jam yang lalu," Jawabnya dengan senyum ramahnya.
tak memerlukan waktu lama kini ketiga orang itu pun sudah selesai dengan kegiatan mengisi perut mereka.
"Gue bully anak orang!" Ucap Ulan dengan menahan tawa di gelap nya kamar Mita saat ini. Mita meremeng mendengar ucapan Ulan barusan. Tak mendapatkan respons dari Mita membuat Ulan tertawa lepas. "Ih.. lo serius kali nangapain nya, gue becanda kali, gue sering bolos dan beberapa kali ketahuan guru, tapi bukan itu aja alasan gue sampe kek gini karena gue berantem sama senior gue karena masalah doi jadi kek gini deh," Ucap nya dengan tersenyum paksa.
Mita memandangi Ulan dengan tatapan serius. "Doi?" Tanya Mita heran. "Pacar maksudnya," Ucapnya menjelaskan.
"Lo berapa hari di sini?" Tanya Mita setelah mereka selesai membahas tentang masalah di sekolahnya Ulan. "Sekitar tiga harian gitu deh, gue besok ikut ngantar lo ya, sekaligus cari cari cogan, mana tau tertarik kan sama gue," Ucap Ulan dengan senyum senyum di gelap nya kamar saat ini. "Gue penasan seberapa luas, dan bagus nya sekolah lo, mana tau gue minat kan gue bisa pindah sekolah di sini!" Ucapnya lagi dengan senyum simpul nya.
Sedang Mita ia sudah tertidur pulas, tah kapan ia tertidur, mungkin karena ke enakan mendengar ceritanya Ulan tadi. Ulan yang tak mendapatkan respons dari Mita melirik ke arah Mita. "Yah udah tidur, pantas gue ngomong gak di sauti." Ucapnya dan ikut memejamkan mata agar tidur cepat.
__ADS_1
•
Kini Mita dan Ulan sedang berada di dalam mobil menuju sekolah nya Mita. Ulan terus terusan menceritakan banyak hal tentang sekolah nya, sedang Mita hanya menanggapi nya dengan mengganguk sesekali, tak terasa percakapan antara keduanya terhenti ketika sudah sampai di depan sekolah.
"Lo_ gue mau ikut lo kedalam!" Potong Ulan sambil merangkul tangannya Mita. "Ini sekolah Lan, bukan Mal!" Ucap Mita mengingatkan. "Gue tau gue cuma mau liat sekitar sekolah aja, sekolah elit nih!" Ucap Ulan sambil mulai mengambil beberapa poto. Mita hanya pasrah melihat Ulan dengan percaya diri nya berjalan di sampingnya Mita sambil berpoto dan mengambil vidio.
"Buset.. ganteng kali!" Ucap Ulan saat melihat hasil bumerang di ponsel nya. "Mit.. lo tau gak ini kelas berapa?" Tanya Ulan sambil memeperlihatkan bumerang yang memperlihatkan sosok Ari di belakang nya. Mita memandangi Ulan lekat. "Yang mana?" Tanya Mita seolah tak tau.
"Ini nih.. ini?" Jelas Ulan dengan menujuk pasti ke arah Ari. "Kakak kelas," Ucap Mita seadanya. "Kelas berapa?" Tanyanya lagi bahkan Ulan mendesak ingin mengetahui lebih pasti. "Dua belas mia¹" Jawab Mita lagi. "Tunggu, mana kelasnya?" Tanya Ulan menghentikan langkah kakinya Mita.
Mita menggeleng melihat tingkah Ulan, sekaligus sepupu nya yang satu ini, setelah memberikan arah menuju kelas Ari ulan pun pergi, tak lupa ia mengatakan jika tak jadi berkeliling kelas, Ulan mengatakan jika sudah menjumpai Ari dan mendapatkan nomor nya, ia akan pulang.
Sesampai nya di depan kelas, sudah ada Dira yang sedang menunggu kedatangan nya. "Lo dah siap pr?" Tanya Dira dengan wajah serius.
"Kenapa lo mau liat?" Tanya Mita sambil meletakkan tasnya di atas meja sekalian mengeluarkan buku tugas ekonomi miliknya. "Eh beneran nih gak apa?" Tanya Dira namun sudah melai menulis apa yang ada di buku milik Mita.
Mita menggeleng kan kepala nya mendengar ucapan Dira, "Setiap kali ada tugas, juga lo liat punya gue, Dir!" Ucap Mita sambil memainkan ponsel nya. Dira hanya tersenyum kikuk mendengar jawaban dari Mita. "Makasih, sahabat gue yang paling pengertian," Ucap Dira sambil menyenggol lengannya Mita pelan.
"Ya.." Jawab Mita singkat. "Eh!" Kaget Mita saat mendengar Ulan memanggil nya dengan kuat apalagi saat melihat Ulan yang sedang berjalan kearah nya.
__ADS_1