Brother And Love

Brother And Love
Bab 92- Abis liat iblis..


__ADS_3

Saat Rika sudah selesai di uks, Adel dengan cepat menuju ke ruang kelas, ia ingin mengambil obat yang biasa nya digunakan oleh Rika. langkah nya terhenti saat melihat Bayu yang baru saja memasuki ruang kelas. Hatinya merasa sakit, saat melihat Bayu yang tampak tenang bagaikan tak memiliki beben sama sekali.


Saat berjalan melewati Bayu, Adel berjalan dengan kaki yang di hentakan kaut, hal itu emang sengaja ia lakukan, bahkan matanya dengan tajam menatap kesal ke arah Bayu yang baru saja di lewatinya. "Mata lo napa?" Tanya Deni yang baru saja masuk ke kelas dan duduk di meja depan Bayu. "Abis liat iblis!" Ucap Adel dengan cerewet. Deni berlagak layaknya orang yang sedang merinding.


"Serem ah, Cewek kek Adel bisa liat iblis!" Ujar Deni dengan mengelus elus kedua bahunya. "liat aja bakal nyesal lo!" Ujar Adel sambil menyengol bahunya Bayu. "Wuihh.. ngeri nih cewek, berani sengol senggol cowok temannya sendiri" Ujar Deni dengan tatapan malas. Adel memutar balikkan nadanya dan menunjuk Deni dengan tatapan menerkam. "Oh jadi begini, bentuk iblis nya, serem juga ya, tapi gue gak takut, soalnya yang di masuki badanya di perkedel adel perkedelku..!" Ejek Deni dengan meloncat dan berlari ke luar kelas sebelum mendapatkan hadiah gratis dari Adel.


"Wuih.. cantik catik galak!" Ujar Deni yang kini sedang mengganggu Adel yang sedang berjalan. "Sabar del, sabar, Dia itu hanya ular berbisa yang cuma bisa mengeluarkan bisa dengan menggigit, sedang lo adalah harimau yang bisa memperintahkan hewan lainya buat lawan ulan badut itu!" Ujar Adel dalam hati.


"Lo mau makan obat sekali banyak, gak takut operdosis, ntar kalo lo meninggoy gak ada lawan gantinya, gak sedap dong!" Ujar Deni lagi.


Adel tersenyum simpul, saat melihat wajah buriknya Deni. "Muke lo kaya kulit duren gak ada mulus mulusnya, semuanya berbentuk dan menonjol, sama kek sipat lo gak ada baik baiknya yang ada hanya suka jahilin cewek cantik kek gue, sadar dong bila perlu ngaca. muke duren gaya ultramen! muka" Adel berucap dengan gaya pdnya. sebelum pergi meninggalkan Deni ia sempatkan untuk mengipaskan rambut nya seraya tersenyum simpul.


"Bay, lo gak liat Rika di uks? gue liat tadi dia uks!" ujar Deni sambil memakan kuaci dan membuang kulitnya asal. "Gue dah putus!" Ujar Bayu yang langsung mendapatkan tatapan tak percaya oleh Deni. "Napa lo, awas ke sambet," Sambung Eka dengan menggelapkan kedua tangannya di wajah nya Deni. "Udah gue bacain, di jamin deh gak bakal ke sambet!" Ujar Eka yang merampas kunci di tangan nya Deni.


Bukanya marah, Deni tersenyum seraya menatap Bayu lekat. "Beneran lo sama Rika udah putus?" Tanya Deni dengan wajah serius nya. Eka sampai tersedak saat mendengar ucapan dari Deni, apalagi saat mendengar jawaban dari Bayu. "Minum dulu!" Ujar Bayu yang memberikan minuman ke Eka.

__ADS_1


"Bolehlah gue deketin si Rika, sayang kan lagi kosong, kalo gue jadian sama dia kan lumayan bisa itung it_ Deni tak lagi melanjutkan ucapan nya saat mendapat kan jeweran dari Dira. "Enak aja, gue lo letak di mana! gue letak lo di hati gue, ya Deni. enak aja lo mau punya cewek lagi. gak bakal gue ijinin!" Omel Amel yang mendapat kan kekikikan dari Bella dan Eka. Mereka berdua perlahan namun pasti berjalan pelen keluar dari kelas


.


Lain hal dengan Bayu, ia tampak tak peduli dengan Deni dan Amel. Ia duduk di kursi nya sambil mendengarkan musik.


Dira yang sedang asik bersama dengan Prans, membuat Mita menjadi anti nyamuk. "Gue ke kantin ya!" Pamit Mita dengan mengundurkan diri dari hadapan keduanya, keduanya pun bersama menganguk menandakan akan jawaban di antara keduanya.


Mita berjalan ke belakang sekolah, ia berharap bisa menenangkan diri di belakang sekolah ini.


Mita menoleh, dan mendapati Klara yang tersenyum ke arahnya. Tanpa aba aba Klara langsung duduk manis di samping nya Mita. "Di sini enek ya!" Ujarnya dengan ikut memejamkan matanya layaknya, seperti hal yang di lakukan Mita sebelumnya. Mita tersenyum kecil melihat dan menyadari jika Klara sudah duduk di samping nya. "Lo ada masalah?" Tanya Mita yang kini mendapat kan giliran bertanya.


Klara membuka matanya dan menatap Mita dengan lekat. "Muka gue. bukan maksud gue, gue butuh udara segar aja!" Ujar Klara yang Mita yakini jika Klara sedang berbohong. "Apa menurut lo gue bisa berubah?" Tanya Klara dengan tatapan mengarah ke depen. Mita tersenyum dan mengangiyakan, "Semua orang bisa berubah, semua orang bisa berbeda dari sikap, dari prilaku, dan yang terpenting kita melakukan hal perubahan demi suatu kebaikan bagi kita sendiri, dan usahakan bukan hanya untuk kita, untuk orang terdekat kita, seperti Bunda ataupun sahabat, dan merubah diri dari yang buruk menjadi lebih baik, bukan sebaliknya." Ujar Mita, dan mendapatkan anggukan kecil dari Klara.


Klara tersenyum, lo emang baik Mita, lo orang terbaik yang pernah gue jumpa," Ujar Klara tanpa ada rasa yang di buat buat. "Lo berlebihan!" Ucap Mita. "Bukan berlebihan, tapi emang kenyataan!" Sambung Klara yang mendapatkan senyum kecil dari Mita. "Keduanya pun sibuk berbincang masalah yang sedang mereka hadapi saat ini, tanpa mereka sadari bel masuk pun sudah bunyi.

__ADS_1


...


Mita langsung meletakkan tasnya di sofa ia berlari ke arah kamar Bundanya. Sesampainya di sana, tanpka Bik susi yang baru saja keluar dari kamar Bundanya. "Bunda gimana bik?" Tanya Mita dengan khawatir. "Lagi istirahat non, tadi Dokter Alvin ke sini, kasih obat sekalian memeriksa Bunda, oh iya Non, Dokter Alvin ada beri titipan ke non, bibik taro di kamar bibik, nanti bibik kasih, bibik antar ini kedapur dulu ya!" Pamitnya dan di anguki Mita.


Mita membuka kotak yang di berikan oleh Alvin, Ia tertawa kala melihat isinya, seraya geleng geleng kepala. "Mita udah besar kak Al, masa di kasih baju tidur gambar berbie anah anah aja!" Ujar Mita dan ia merasa mendapat kan secarik kertas yang tertulis kata kata.


...To:...


...Mita, gimana kabarnya, kalo kak alvin baik Masalah bunda jangan terlalu di pikirkan, Om(Papanya Alvin) lagi cari informasi juga di sini. Satu lagi, ini baju pilihan calon istri kakak, di pakai ya, yang baju tidur nya maaf gambar barbie, itu juga pilihan calon kakak....


...Datang ya ke hari pernikahan kakak °~°...


Mita merasa bahagia, akhirnya kak Alvin mendapatkan pasangan hidupnya. ia penasaran seperti apa calon kak Al. "Mita pasti datang kak, karena Mita penasaran sama calon nya!" Ucap Mita yang melipat kertas tersebut dan memasukkan nya ke dalam laci penyimpanan kertas.


Saat ia duduk kembali, ia teringat kembali baju tidur bergambar berbie! Mita kembali membongkar seisi kadonya tadi. Ia tertawa di iringi dengan senyum kecil. "Bagus sih, warna yang gak terlalu mencolok!" Batin Mita yang langsung mencoba bajunya. sebuah dres yang terlihat bagus dan kerkesan elegan itu, sudah melekat di badannya Mita.

__ADS_1


__ADS_2