
"Mita.. Mita.. liat dulu, ketipisan gak?" ucap Bella dengan langkah yang cepat mengejar Mita yang lebih dulu mendahului nya. Mita menggeleng melihat Bella yang kini sudah di depannya. Udah segitu tebal nya lipstik di bibir Bella dan ia bertanya ke tipisan gak? Pertannya an yang aneh menurut Mita. Mita mengambil ponsel di kantung roknya dan memberi kan nya ke Bella agar Bella melihat sendiri setebal apa lipstip di bibir nya.
"Astaga.. ini namanya tebal, kok gak lo bilang sih beb!" Sebal nya sambil mengelap bibir nya dengan tisu. "Bisa kena cium tembok entar, kalo gue gak tipisin!" Ucap Bella dengan tangannya yang masih terambil di bibir untuk mengelap lipstik yang di bibir nya.
"Gimana? udah gak keliatan lagi kan?" Tanya Bella setelah selesai membersihkan bibirnya dengan tisu, "Udah!" Jawab Mita sambil memunguti tisu yang berseragam di tanah akibat ulah Bella yang membuang nya sembarang tempat. "Ih.. biarin aja deh, ntar tangan lo kotor!" Jawab Bella dan menarik tangan Mita agar berdiri.
"Kotor bisa di cici bel, tunggu, deh gue buang dulu!" Ucap Mita dan berjalan menuju tempat sampah yang tak jauh berada dari dirinya. Setelah nya Mita dan Bella mulai berjalan beriring an. "Tunggu tunggu," Cagah Bella menghadang di depan Mita. "Lo kok masih pake kaca mata?" tanya nya dengan wajah lekat melihat Mita di depannya.
"Oh.. gue belum pede aja kalo di lepas, apalagi pinggiran mata gue belang!" Jelas Mita lagi sambil memperbaiki kaca matanya. "Kalo di buka lo lebih manis lo, buka dong!" Ucap Bella dan berusaha merebut kaca mata dimatanya Mita. "Bell.. gue bilang gue masi biasa sama kaca mata ini, biarin aja dikit dikit pasti juga bakal gue lepas kok." Ucap Mita dan berjalan dengan menggeser Bella sedikit ke samping, "Bukanya udah sembuh kan lebih baik di lepas." Jelas Bella masih ingin melepaskan kaca mata Mita di tempat nya.
"Udah, ah Bel.. dari pada membahas hal yang gak bakal gue lakuin sekarang. mending kita masuk kelas aja deh, liat noh banyak yang liatin kita dari tadi!" Ucap Mita merasa risih dengan sekitar nya dan membawa Bella dengan paksa ke arah kelas.
"Klara.. lo beneran gak mau ganggu dia lagi?" tanya Mei tak percaya. "Gue cukup pokus ke satu aja. lagian ribet berurusan sama dia, banyak datoknya di sekitar nya," Jelas Klara dan meninggalkan kedua temannya yang terlihat kesal yaitu Jeni dan Mai. "Sok benar ucapannya!" jawab Jeni dan berjalan meninggalkan Mei sendiri an.
"Tunggu in jen.. masa gue di tinggal sendiri an!" Omelnya dan berlari mengejar Jeni yang berlari.
__ADS_1
Klara dan Mita bersimpang siur di pintu kedua nya sempat melirik namun tak lama kedua nya kembali ke arah masing masing. Juni memandangi Mita dengan mata nyalang. "Awas lo!" Ucap nya dengan sengaja menabrak pundak Mita kuat. Mita hanya mengelus dada agar sabar. "Lo.. huh.." Tunjuk Mei dengan menujuk menunjukkan tangannya ke arah Mita.
"Tangan lo lentik banget gue liat! persis tukang pembuat bakso di pajak!" Ucap Dira yang kini berjalan melewati Mei dengan muka seperti musuh.
"Mata lo lentur banget, sampe liat gue kaya mau bunuh!" Balas Mei lagi dengan memandangi Dira seakan tak ada apa apanya dengan dirinya "satu lagi lo gak sebanding dengan gue!" Ucap Mei sebelum benar benar pergi.
Bel pulang sekolah...
Mita dan ketiga sahabatnya berjalan beriring menuju the cafe.. mereka akan membantu Mita seperti hari libur sebelum masuk sekolah kemarin. "Lo masih sering kemari?" Tanya Bella pada Mita. Mita mengganguk mengiyakan. "Kalo gue gak kecapen gue kemari!" Jawab Mita yang kini sudah mengangkat piring untuk di berikan pada pelanggan di depan. Bella dan Dira pun begitu hanya Amel saja yang hanya sekali kali ke depan, ia lebih memilih mengantarkan makanan ataupun minuman di banding harus menanyai apa yang di pesan, menurut nya hal itu sangat membosankan. mereka mengerjakan hal yang sama seperti Mita terkecuali Amel.
"Lo Mita ya?" Tanya seorang cowok yang baru saja di letakkan makanan dimeja milik nya. "Iya" Jawab Mita acuh. "Lo kerja di sini?" tanya nya lagi. "Iya" Jawab Mita lagi, sejujunya ia malas menjawab tapi karena ia adalah pelanggan di sini maka bangai mana pun Mita harus menjawab apa yang di tanya kan oleh pelanggan nya.
"Jangan bilang lo tertarik karena terobsesi sama mantan lo!" Ucap cowok yang tadi memakai jam tangan. "Gue juga gak tau!" Jawab nya lagi, seakan acuh tak acuh atas penuturan temanya itu.
"Gue taruh di meja tempat biasa," Ucap Mita dan berjalan beriringan menuju kebelakang. "Gue tau.. tapi gue cuma takut aja liat dua cowok tadi, lo tau kan mereka itu senior yang waktu itu ngajarin mos!" Ucap Bella mencoba mengingat kan Mita. "Masa, kok gue lupa?" tanya Mita lagi. "Hih.. dasar pelupa, yang jelas gue gak mau kalo lo dekat dengan mereka terutama yang nanyak nanya lo tadi, gue dengar dia kalo dekat sama cewek bisa di pepet sampe tuh cewek gak boleh suka sama cowok lain. kaya kejadian beberapa bulan lalu, dia jadian sama adik kelasnya dan yang gue dengar nih mereka menjalin hubungan udah lama banget, tapi cewek nya ini main dua dari belakang, dan yang gue dengar lagi. dia jadi terobsesi sama cewek yang mirip dengan mantan nya itu."
__ADS_1
"Nah.. yang jadi masalah menurut gue, lo sama cewek nya itu mirip, cewek nya pake kaca mata juga, pokoknya kalo di banding in mirip lah, mending lo buka aja deh Mit.. jadi kan lebih terlihat manis!" Ucap Bella pada Mita.
"Kak.. panggil seorang pelanggan dengan kuat yang membuat Mita dan Bella menoleh berbarengan ke arah panggilan mereka. "Tolong ini ambilan sambalnya lagi, dari tadi saya panggilin kok gak di hiraukan. lagi ngomongin apa kalian? apa mau saya lapor kan kalian sama atasan kalian?" Ucap seorang wanita paruh baya dangan muka sangar nya.
Mita mengambil mangkuk kecil itu, dan meminta maaf sebelum pergi, namun lain hal dengan Bella ia menendang kesal ke arah wanita tersebut. "Dasar tante tante alai, masa masalah begituan aja mau di aduin, huh.. tante tante alai!" Sewot Bella dengan berjalan kesal mengikuti Mita di depannya.
"Kak..!" Panggil seorang wanita seumuran dengan Bella. "Apa lagi sih, gue bukan pelayan sungguhan," Omel Bella dalam hati. Bella tersenyum paksa dan mendekati meja yang memanggil nya. "Bella ya?" Tanya nya. Bella melihat orang yang mengebut namanya. "Lo kerja di sini?" tanya nya lagi. Bella mengangguk mengiyakan. "Mau pesan apa?" tanya Bella datar dan sudah memegang pulpen serta buku kecil di tangan nya.
"Coffe satu, nasi goreng nya dua!" Jawab cewek yang tadi memanggil Bella. "Oke... segera di antar!" Ucap Bella dan mulai meninggalkan meja tersebut.
"Mel.. sambal nya kasih ke meja nomor tiga. kalo ini kasih ke meja nomor sebelas." Ucap Bella menyuruh Amel yang sedari tadi duduk manis sambil makan di temani dengan bobba rasa taro.
***Mohom beri dukungan dangan cara berkomentar, like, favorit, hadiah, dan vote bila perlu. satu hal yang pembaca buat memberi dukungan agar autor mungkin semangat dalam berkarya.
Mana para pembaca setia..
__ADS_1
Mari beri dukungan..
Dengan cara tinggal di klik aja***..