
ari memilih duduk di belakang sekolah, tempat bolos paling nyaman menurunnya. ia kembali memainkan gamenya yang sempat tertunda.
baru beberara menit terdengar suara cewek nangis. yang berada tak jauh dari duduknya. awalnya ari gak peduli sama sekali tapi mangkin lama bikin ganggu dia yang lagi main game.
" Woi, bisa diem gak sih! ganggu orang aja! kalo nangis tuh jangan disini!"
Sedikit demi sedikit wajah Mita mulai terangkat, dia gak langsung pergi melainkan malah mangkin nangis dan kembali menutup mukanya dengan telapak tangan. Ari yang melihat sesaat wajah cewek yang masih menangis itu, merasa sedikit kenal. Ari membatin sambil mencoba mengingat dimana dia pernah berjumpα. Sesaat senyumnya mengembang ketika mengingat.
"Akhirnya jumpa juga" ucap Ari pelan, namun sepelan apapun Mita pasti mendengar, karena pendengaran nya sangat jelas.
Mita merinding. mendengar suara itu! seketika mita berlari meninggal kan Ari, Ari melihat mita berlari ikut mengejar.
" hm.. huu.. Mita mengatur nafas nya, yang ngos-ngosan, karana menghindari Ari, walaupun gak tau mukanya ari gimana, tapi mita tanda banget sama suaranya. Mita berlari menuju kamar mandi, entah berapa lama mita bersembunyi di kamar mandi, yang jelas sekarang sudah bel keluar main ke dua.
•
"kemana sih, piginya tuh cewek?" Ari kesal karana gak nemuin Mita, terakhir gue liat dia ke mari, Ari kembali memutar mutar seisi sekolah tapi ketika bunyi bel dia langsung berhenti mencari. karna merasa haus ia pun ke kantin. Sesekali ia berpikir kok bisa-bisanya gue nyariin tuh cewek, Ari kesal sendiri karena tingkah nya yang kurang kerajaan.
"Ahh.. seger banget" Puk.. pundak Ari diremas kuat oleh Bayu.
"Gak usah yang aneh aneh deh bay! " Ari memandang Bayu dengan tatapan datar. bukanya sakit yang Ari rasakan melainkan kegelian atas kelakuan Bayu barusan. Bayu hanya tertawa geli melihat ekspresi ari yang keliatan marah. Bayu tau salah satu kelemahan Ari, salah satunya yang baru ia lakukan.
Bayu menarik kursi dan duduk di sebelah Ari diikuti oleh Eka. "Si deni mana ya? gue telepon gak di angkat, gue kirim pesan gak di baca!" Mungkin dia lagi males masuk aja! makanya bolos."
"Lagian setiap masuk buk noni dia kan selalu tidur?" Eka hanya mengangguk mengiyakan.
"Eh, ri.. gue ntar malam ada janjian sama Bella jadi sorry gue gak bisa nemenin lo!" Ari memandang ke Bayu, gue juga gak bisa ada janji. Bayu bersuara tanpa menoleh ke Ari. seketika moot nya pudar. Bakal sepi lagi dong! Ari menaikan alis ke atas.
__ADS_1
" Hahaha... eka dan Ari melihat Bayu dengan keheranan! "napa sih bay? kesurupan lo!" kini Ari yang bertanya.
"Ntar malam gue temenin deh! gue gak ada janji kok!"
Ari menatap bayu intens, Bayu merasa risih ditatap begituan. Ia pun langsung berulang ulang meminta maaf.
"Ekaa..!" suara tak asing lagi jika di telinga Eka siapa lagi kalau bukan doi nya. Ternyata dari tadi Ari menatap Bella intens bukan Bayu.
Eka membalas dengan tersenyum manis. Bayu dan Ari yang melihat Eka seperti itu langsung tertawa geli. "Lebay amat nih anak!" Bayu menyenggol pelan Eka disampingnya.
"Tanpa ada perintah Bella langsung duduk berhadapan di depan Eka. Bella melirik sekilas Ari. lala pandanganya kembali ke Eka.
"Kangen ya sama gue?" Eka bertanya dengan pdnya .
Bella mengangguk sikit. Lalu sedikit mendekatkan kursi ke meja sambil melipat kedua tangannya di atas meja ia berbisik ke Eka. Ntar malam gue gak bisa ka. Gue ada urusan mendadak.
"Ntar deh gue ceritain, kalo sekarang gue gak bisa.."
"Ari tersenyum. "bagus deh, akhirnya batal juga tuh si Eka sama Bella. bakal rame nih ntar cafe nya!" Jika sudah begini pasti Eka bakal datang sama Bayu. Eka memang sering sekali selalu mengelak dengan ada janjian sama Bella. Ari memang tidak terlalu kenal dengan bellaa tapi kini Ari tau tingkat Bella itu seperti apa.
"Bel. Bella lo dipanggil cepetan!" Amel memanggil Bella dengan tatapan serius. Bella seperti nya mengerikan arti dari tatapan amel.
Bella hanya menggauk sejurus kemudian menatap eka dengan ketenangan. Wajah Eka menurut Bella merupakan suatu ketenangan baginya.
"Ka, gue balik luan ya?"
" Iya.
__ADS_1
"Kita gak disapa ya!" bayu sedikit mengganggu bella. gue balik luan ya Bayu, Ari semoga minum nya menyegarkan. Bella mengangkat gelas Eka dan meneguknya lalu pergi menuju amel yang tampak gelisah nan panik.
"Kita di panggil ke ruang bk karna bolos. tapi yang gue herankan si Mita dari tadi gue cariin gak jumpa. Terakhir dia bilang ke kamar mandi kan, udah gue periksain satu persatu gak nemu juga, pening pala gue karena muter nyariin dari tadi."
"Ya udah deh. Kita ke ruang bk luan! ntar juga dia nyusul. tapi masalah nya gue harus jumpa in dia. Gimana dong bilang nya ke kepsek?"
"udah, tenang aja urusan gue itu!"
Bella berlalu meninggalkan Amel, Amel pun akhirnya hanya ngintil dari belakang!
" Mita masih saja memikirkan kejadian siang tadi. Semangkin di coba melupakan malah mangkin muncul di awang awang kepalanya.
gelisah itulah kata yang cocok untuk Mita saat ini. Sudah yang ke sembilan kali ia memutar mutar seisi kamar, sambil mengacak pinggang dan mencubit pipinya sendiri.
Ceklek.. "Mit lo kalo ada masalah itu di ceritain jangan diem diem mulu, gak bakal kelar yang ada malah mangkin pusing jadinya?" Bella menarik selimut sambil terus meminta Mita agar cerita ke dia.
Sedang Mita menanggapi nya dengan sekali lirik dong, seakan Bella berkata gak penting baginya.
"Gue bukanya gak mau cerita Bel, gue lagi pengen berusaha sendiri, gue gak mau nyusahin lo dan kedua temen temen kita bel, gue pasti bisa kok ngelaluin ini, gue cuma berharap lo berdoa untuk gue itu aja!" Mita bersuara dalam hati dan meminta dengan memandang Bella sekilas.
Sedang yang dipandang sudah menutupi wajah dengan selimut.
Berhubung Bella sudah berbaring di kasur Mita pun menyusul bella untuk tidur. Setelah mematikan lampu bukanya malah bisa tidur tapi kini pikiran nya lagi lagi tebawa atas kejadian tadi siang. Sudah mereng kanan, kiri, telungkup, telentang, ah... sudah semua cara berbaring di cobanya tapi sama masih gak bisa tidur. Mita melirik bella yang sudah tertidur dengan tenang. Sedikit pelan ia turun dari kasur, lalu selanjutnya ia membuka pintu kamar dengan sepelan mungkin. Berhasil, rencanya Mita akan mencari angin sebentar di luar, sambil memasang hanseat ke telinga ia berjalan ke arah ruang keluarga tapi langkah nya terhenti ketika melihat kemesraan pak dede dengan bik susi yang sedang, mereka adalah suami istri. Jadi wajar saja kalau bermesraan tapi mita sedikit geli melihat Bik Susi yang di suapi oleh pak de, ini kali pertama mita melihat mereka seperti ini. Tidak ingin mengganggu mereka mita berbalik badan menuju pintu belakang! hanya itulah harapan terakhir mita
.
Akhirnya, setelah berhasil keluar Mita menghembuskan nafas lega. Ternyata di belakang rumah ada sebuah taman kecil, ia baru menyadari akan taman itu, ia lupa kapan terakhir ia melewati jalan belakang rumahnya. Indah itulah kata yang keluar dari mulut mungil seorang gadis.
__ADS_1