Brother And Love

Brother And Love
bab 82- BAL..


__ADS_3

Beberapa siswi yang ada di kelas memandangi Ulan dengan tatapan tak suka. "Kenapa lan?" Tanya Mita sambil berdiri menghampiri Ulan yang sedang berjalan di depen kelas. "Temenin gue ke sana dong!" Pintanya dengan tatapan memohon ke pada Mita. Mita menghela nafas berat, "Maksud lo ke kelas dua belas?" Tanya Mita yang padalah ia sendiri sudah tau arah pembicaraan Ulan saat ini.


Ulan mengangguk dengan cepat. "Siapa Mit?" Tanya Dira masih setia berada di tempat nya. tanganya masih sibuk menulis sedang matanya mengarah ke arah Ulan.


"Kenalin.. gue Ulan, sepupunya Mita!" Jelas Ulan dengan senyum ramahnya kearah Dira. "Gue Dira.. temen sebangku Mita sekaligus salah satu sehabatnya." Jawab Dira tak kalah ramah nya. "Gue pinjam Sepupu gue keluar bentar, gak apa kan?" Tanya nya pada Dira. "Gue..? Kok malah tanyak ke gue sih?" ucap Dira mengomel dalam hati. "Gue sih boleh aja, tapi tergantung sepupu lo!" Ucap Dira pada Ulan, dan mendapatkan pendelian dari Mita, karena sebenarnya Mita sudah memberikan kedipan mata sekan menyuruh Dira agar tidak boleh."


"Oh.. ayok Mit!" Ajak Ulan dan menarik tangannya Mita menuju keluar kelas. Sepanjang jalan menuju keluar kelas mata Mita mendelik ke adah Dira dengan bibir nya yang mengerut pertanda kesal. sedang Dira ia merasa tak masalah sama sekali. Bahkan sempat sempat nya ia mengambil beberapa potretan kepada Mita.


"Bisalah gue jadikan bahan baku gosip gue nanti!" Ucap Dira dan kembali menulis tugas nya.


"Lan.. lo serius mau datang ke sana?" Tanya Mita mencoba meyakinkan. "Gue tadi udah sampe ke sana, tapi banyk nya cogan di kelas itu ngebuat mental gue menciut, ganteng -ganteng banget, Mitaa.." Jerit Ulan dan mendapat kan bekapan dari tangan Mita. "Ini di sekolah Lan, jangan jerit jerit, apalagi lo bukan sekolah di sini, jangan buat yang aneh aneh!" peringat Mita lagi.


"Kan gue dah bilang, setelah gue dapat nomor nya gue bakal pulang," Jelas Ulan dan tanpa terasa keduanya sidah sampai di depan kelas dua belas yang sedari tadi menjadi bahan perbincangan keduanya.

__ADS_1


"Eh.." Cegah Mita saat melihat Ulan yang sudah mulai masuk aja ke dalam kelas tersebut. Mita yang tadinya mencegah Ulan pun terhenti ketika lebih dulu tangannya di tarik paksa oleh Ulan, dan kini keduanya sudah masuk ke dalam kelas tersebut. Beberapa siswa/i yang berada di kelas menatap tak suka kepada dua orang yang baru saja masuk. gimana tk suka mereka masuk tanpa ada mengetuk pintu atau sekadar permisi. namun malah langsung masuk aja, apalagi saat melihat Ulan yang terbilang orang asing di sekolah ini.


Deni menginjak kaki Eka dengan keras, "Apaan sih Den?" Tanya Eka dengan muka masam nya. "Salah sendiri lo udah gue panggil tapi gak mau di sautin, di senggol sengol juga bahu lo gak ada reaksi," Ucap Deni yang malah menujuk kan kesal pada Eka. "Liat tuh!" Tunjuk Deni menjuk kearah pintu. "Tumben kemari!" Ucap Eka saat melihat Mita, "Siapa tuh kok asing?" Tanya Eka pada Deni.


"Itu yang mau gue tanya ke lo!" Jawab Deni malas. Ulan sedari tadi mencari keberadaan Ari berada, bahkan matanya tak bosan memutar seisi kelas dua belas ini, yang sudah jelas mendapatkan mata tak suka dari kaum hawa di kelas ini. Mita yang sudah terlanjur masuk pun berjalan ke arah Eka dan Deni berada. "Hai ka, Den!" Sapa Mita sambil melambaikan tanganya kedua orang tersebut, sekedar berbasa basi. "Cari siapa Mit?" Tanya Deni yang melihat wajah kesal nya Mita, di tambah mata Mita yang sedang celingak celinguk. "Kak Ari mana?" tanya Mita langsung to do poin.


"Oh.. si Ari. tadi gue liat keluar, tapi gak tau sih kemana, yang jelas keliatan nya dia ke ruang guru!" Jelas Eka yang menjawab pertanyaan dari Mita. "Ruang guru?" Tanya Mita merasa heran. "Apa kak Ari buat masalah?" Tanya Mita lagi. "Bukan masalah pelajaran, tapi Ari lagi jumpai buk Ani mau memperbaiki nilai waktu semester lima, biasa lah sekarang dia udah berubah, jadi murit kutu buku!" Jelas Deni pada Mita.


Mita berpamitan kepada dua orang yang sejak tadi di tanyainya. Mita mengehela nafas saat melihat Ulan sepupunya itu yang masih sibuk menelisik seisi kelas. "Ayuk.. orang yang lo cari lagi gak di kelas. mending kita keluar, gue risih di liatin banyak mata serem." Ucap Mita sambil menarik paksa Ulan. Dengan malas Ulan pun mengikuti Mita. Tepat di depan pintu Mita bersimpang siur dengan Adel dan Rika. Mita menghentikan langkah nya saat melihat wajah cewek yang cantik yang ia sendiri kagumi kecantikan yang di miliki oleh Rika, yang melewati nya barusa.


"Huh.." Mita merasa lega akhirnya Ulan bisa di ajak pulang juga, walaupun harus banyak bujukan dari nya. Saat ini sudah jam istirahat jadi ia memilih kembali ke kelas mendatangi Dira dan kedua sahabatnya itu.


"Mita..!" Suara berat itu terdengar jelas di telinga Mita. Mita pun melihat orang yang baru saja memanggil nya tadi.

__ADS_1


Mita tersenyum seraya berjalan mendekati Bayu. Ya orang yang tadi memanggil nya adalah Bayu. "Kenapa bay?" Tanya Mita saat sudah berada di hadapan Bayu.


"Lo gak sibuk kan? bisa temenin gue?" Tanya Bayu serius. Mita melihat wajah Bayu yang tampak kurang semangat, seperti ada sesuatu yang di sembunyikan dari Bayu padanya. "Kemana?" Tanya Mita merasa bingung. biasanya jika Bayu ingin mengajak nya ke suatu tempat, pasti akan langsung membawa nya. Bayu tak menjawab pertanyaan Mita ia langsung menarik Mita menuju atap. "Baru juga gue bilang, udah beneran di main bawa bawa aja!" Keluh Mita dalam hati.


Selama perjalanan menuju atap. Mita dan Bayu menjadi pusat perhatian dari beberapa siswi ada yang mengatai Mita sebagai cewek centil, yang pantai mengoda Bayu, padalah sudah jelas jika Bayu sudah memiliki kekasih. Salah satu siswi yang memandangi kepergian Bayu dan Mita adalah Adel dan Rika, hanya saja Rika tak melihatnya dengan jelas.


Adel memandangi Rika dengan kesal. Seharusnya yang kesal saat ini adalah Rika namun saat ini situasi nya berbeda. "Udah lah del, gak usah di liatin sampe segitu nya, gue sendiri aja biasa biasa aja." Jelas Rika dengan menarik Adel paksa. "Lo gak cemburu gitu, gak ada gejolak kemarahan gitu? gak ada niatan mau labrak gitu? Atau sekadar lo sapa mereka berdua sekaligus lo kasih kata kata pedas di telinga nya?" Tanya Adel dengan panjang lebar. "Udah, pertanyaan nya?" Tanya Rika balik. Adel menganguk mengitakan.


"Lo lupa Del.. tujuan gue saat ini, lo lupa Del maksud gue saat ini?" Tanya Rika pada Adel. "Gue tau rik.. tapi gue juga ngerasain apa yang lo rasain saat ini, batin lo tersisa Rik.. sadar rik.. sadar." Ucap Adel dengan sedikit kesal. Namun berbeda dengan Rika ia memilih meninggal kan Adel yang tampak menasihati nya lagi. sama hal dengan kejadian tadi pagi.


Ari yang tadinya akan keluar dari kelas mengurunkan niatnya, saat melihat kedekatan antara Mita dan Bayu. "Jadi ini alasan lo, marah marah sama Rika?" Ucap Ari tanpa berkedip saat melihat Bayu dan Mita yang mulai menaiki tangga. "Litain apaan Boy?" Tanya Deni sambil merangkul pundak nya Ari. Ari yang mendengar panggilan boy untuk dirinya dari Deni hanya menggeleng kan kepala nya, "Gue punya nama, dan gue gak pernah ganti nama, masi ingat kan nama gue?" Ucap Ari dengan menepuk pundaknya Deni dan berjalan meninggalkan Deni dan Eka yang baru saja keluar dari kelas.


"Kenapa si Ari?" Tanya Eka sambil merangkul pundak nya Deni mana pundak yang sama yang tadi di tepuk oleh Ari. "Ban**e lo!" Ucap Deni sambil meletakkan tanganya Eka ke tempat nya. "Gak lo gak Ari sama sama suka mukul bahu gue!" Ucap Deni dengan sedikit menggoyangkan bahunya. "Kampret lo, beda ya!" Ucap Eka dan meninggalkan Deni yang masih setia di depan pintu.

__ADS_1


Di tempat lain tampak tiga cewek lagi kesal saat melihat grup girl mereka, "Si Mita gimana sih? katanya mau kumpul di bascem tapi malah bilang lagi gak bIsa kumpul lagi!" Jelas Dira yang paling kesal dari ketiga nya.


__ADS_2