Brother And Love

Brother And Love
bab63- Kumpul di Cafe...


__ADS_3

Hari ini hari di mana para siswa/i akan melihat hasil mereka selama enam bulan. sudah terlihat banyaknya orang tua yang susah datang, ke sekolah. Di sekolah ini, emang setiap kali bagi repot orang tua dari murid lah yang akan mengambil hasil ujian. sedang Murid nya akan datang untuk menujukkan arah kelas nya dimana.


Kini Mita datang ke sekolah dengan Bella, Mama Bella gak bisa datang karena masih ada urusan di LN, jadi Bunda Dewi lah yang akan menggantikan pengambilan rapot untuk Bella.


"Bunda ambil rapot punya Bella dulu aja bun, karena keliatannya kelas Bella lebih duluan di bangikan." ucap Mita dan di anguki oleh sang Bunda.


Tampak kelas Bella yang sudah penuh dengan orang tua murid, acara pun segera dimulai. Bella, Mita, Dira, dan Amel mereka tiga berada di depan kelas ingin mengetui siapa yang akan mendapatkan juara pertama. Saat penyebutan juara tiga, dua, dan satu, tak satupun Bella raih begitu juga dengan Amel.


"Jangan bilang gue gak dapet sepuluh besar." Ucap Bella saat akan mendengar kan penyebutan rangking sepuluh, sambilan, delapan jatuh kepada anak kita Amelia Yulia. "Amel senang bukan main, dapat gais." Bangga Amel dengan memeluk satu persatu temannya, kecuali Bella, Bella paling sebal melihat tingkah Amel yang kekanakan menurutnya.


"Ya elah kapan aja bangga, gue juara satu diem aja!" Saut Dira yang dengan sengaja menyentil lengan Mita di samping nya. "Kalo Mita, gue angkat tangan, bukan tandingan gue!" Jelas Amel sedikit merendah.


"Suiit.. diam napa lo pada, gue gak dengar jadinya." kesal Bella yang masih sibuk mendengar kan juara selanjutnya. "Udah yang keberapa?" tanya Amel ke Mita. "Enam. kalo gak salah!" ucap Mita yang maih sibuk mendengar rangking selanjutnya.


"Juara lima jatuh kepada anak kita, Abella Aulia." Bunda Mita berjakan ke depan dan mengambil rapot milik Bella tak lupa ia mengucapkan terima kasih.


"Benaran kan, gue dapat lima?" tanya Bella kepada ketiga temannya. "Selamat bel!" ucap Mita dan kedua temannya secara berbarengan.


Bella memeluk Mita erat, "Seandainya mama tadi yang ngambil pasti bangga." ucap Bella dalam hati. emang selama ini dia gak pernah dapat, dan itu salah satu paktor mamanya gak pulang.


"Selamat," Makasih bun, ucap Bella dan memeluk Bunda Dewi sebentar, karena sudah terlihat banwa wali kelas Mita dan Dira sudah mulai. masuki kelasnya.


"Huh.. tadi ngejek gue kekanakan, sekarang lo malah lebih dari kekanakan." ucap Amel dan berlanggan pergi, bersama kakainya. "Gue balik luan ya gais, ntar malam jadi kan ngumpul di cafe Mita.


"Jadi lah, tapi lo kan yang traktir?" tanya Dira lagi. "Gue yang teraktir tapi pakai uang lo kan?" Jawab Amel dan langsung pergi karena sudah di panggil oleh kakanya.


"Sama aja gue yang terakhir itu namanya!" jelas Dira yang sudah tidak mendapatkan jawaban dari Amel lagi.

__ADS_1


Mita sedikit melamun di balkon kamarnya. Dia mendapat juara dua, ya nilainya turun. "Sepertinya gue harus banyak belajar lagi. semangat Mita, lo harus bisa miliki yang lo miliki dulu!" ucap Mita menyemangati dirinya sendiri.


Karena nilai nya yang turun ini membuat Mita tak terlalu berselera untuk makan. Walaupun Bunda mengatakan tak apa, karena masih ada waktu lagi untuk memperbaiki semuanya. tapi Mita masih aja kepikiran.


Malam pun tiba, Mita yang yang tadi kelelahan karena terlalu banyak memikirkan, tertidur dan baru saja tebangun saat deringan ponsel di samping nya yang terus terusan berdering.


"Halo!" Sapa Mita dengan setengah sadar.


"(...)


"Iya, gue ganti baju, bentar ya?" ucap Mita dan setelah nya langsung memutuskan sambungan telepon.


"Hua.." Mita masih merasa sangat lelah, dan mengantuk, matanya igin lagi memejam, tapi ia sudah ada janji akan berkumpul di cafe miliknya.


Diliriknya jam di ponselnya, "jam tujuh malam," ucapnya yang langsung bangkit dari tidurnya.


Mita merasa sangat segar sekali, kepalanya pun terasa lebih luas dari sebelumnya. "Mita lo harus bisa bikin mood lo kembali anteng lagi. semangat!" ucapnya menyemangati dirinya di depan cermin.


Tak lama kemudian ia tertawa menyadari, jika tadi ia jatuh di dari tempat tidur nya, dan ia masih ingat lagi, setelah jatuh ia kembali lagi ke atas kasur. "Bege, lo Mita, tadi gak terasa apa-apa tapi sekarang baru mengeluh karena menimbulkan bekas benjolan yang ada." Mita menutupi nya dengan poni.


"Tunggu, Apa mata gue dah sembuh?" tanya nya lagi, namun pada dirinya sendiri. Mita tersenyum menatap dirinya tak menggunakan kaca mata. "Bener lebih terlihat manis!" pujinya pada dirinya sendiri. Ia pun kembali memakai kaca mata nya, dan kini ia tertawa melihat wajahnya sendiri. " Ternyata, gue lucu kalo pake kaca mata." ungkapnya seraya menggeleng geleng. "Tapi gue suka," ungkap nya lagi.


Mita memakai kaus lengan panjang berwarna abu-abu dan celana jean hitam, dengan depan baju yang sengaja ia masukan ke dalam celana, menurutnya itu lagi tren saat ini. serta rambutnya yang tak pernah lupa ia ikat kuda, dan poni yang sengaja ia singkir kan di samping untuk menutupi benjolan di keningnya. dan tak lepas dengan kaca matanya, yang besar dan baru ia sadari tadi.


Ia memasuki cafe miliknya, ternyata malam ini jauh lebih ramai dari hari-hari sebelum nya. Tampak Bella, Amel, serta Dira, tapi Mita merasa terlalu banyak orang di meja itu ada Bayu, Eka, dan juga Deni, yang sudah duduk di meja pojokan.


"Hai Mit..!" Sapa Bella dengan sengaja melambaikan tangannya ke arah Mita. Mita menjawab dengan senyum simpul.

__ADS_1


"Tumben lo lama, ngapain aja?" tanya Amel kepada Mita yang duduk di samping nya. "Biasa," jawab Mita pelan. "Biasa, apa?" tanya Amel lagi. "Biasa, belajar dulu baru keluyuran," jelas Mita yang tak suka banyak di tanyai oleh Amel.


"Ya. ampun Mita, ini libur mesti ada libur nya juga, atuh belajar nya!" jawab Amel dengan gelengan kepala, sekaligus memberikan saran.


Mita tak lagi menjawab m, karena ia tadi sudah berbohong.


"Gue rasa lo dua jodoh deh. sama sama lama," ucap Dira saat melihat Ari yang baru saja duduk di depannya. "Gue doain moga jodoh beneran." jawab Amel.


Mita hanya menggeleng geleng kepala, "Gak mungkin lah, dia kakak gue, masa ia dia jodoh gue!" Umpat Mita dalam hati.


"Gue gak setuju, gue lebih suka Bayu lebih romantis sama cewek." ungkap Bella dengan tatapan meremehkan ke Ari.


"Aduh duh.. jangan bisik bisik lah. gue gak apa kok, gue sendiri makasih untuk pujian kalian yang malu mengungkapkan secara langsung kepada gue yang ganteng ini." ucap Deni dengan mengibaskan rambutnya ke belakang.


"Idih.. pedenya ke jauhan si gentong," ungkap Dira gak terima atas ucapan Deni barusan.


"Walaupun gue jomblo saat ini, gue masih bisa bedain lah, yang mana ganteng dan sebaliknya. masa ia cowok kek lo ganteng gimana pula tuh bawaan yang jelek. gue rasa gak bisa terbayang lah!" ungkap Amel.


"Ganteng nya lo, masih kalah sama ganteng nya Eka untuk gue!" ucap Bella dengan ketus dan menatap Eka dengan senyum.


Kini mereka tinggal mendengar kata apa yang akan keluar dari mulut nya Mita. "Lo bakal terlihat sempurna di mata cewek yang menyukai lo dan menyangi lo, gue sendiri suka dengan gaya kepede an dari lo, tapi gue kurang suka dengan hal kebiasaan lo, suka menutupi suatu masalah demi kesenangan lo sesaat." Ungkap Mita dengan sorot mata yang terlihat seperti menyimpan sesuatu tentang Deni.


Tawa meraka mereda saat Mita ikut memberikan pendapat, tentang Deni tapi masih ada satu masalah yang belum mereka ketahui tentang akhir dari ucapan Mita tadi. Sempat terjadi kecanggungan di antara mereka semua namun di buyarkan ketika seorang pelayan memberikan pesanan mereka.


"Eh, ada kak Mita". ucap Tia saat melihat Mita. Mita tersenyum. Tia membisik kepada Mita, seperti kemarin hal, Tia selalu membisik ketika berbicara dengan nya jika dengan banyak orang seperti ini. Setelah berbisik Tia memberikan sebuah kado berbentuk balok kepada Mita.


Mita menyambutnya dengan seluas senyum. "Thanks!" ucap Mita saat Tia akan pergi.

__ADS_1


"Dari siapa?" tanya Bella yang penasaran dengan benda berbentuk balok tersebut. "Mita mengangkat kedua bahu. "Kok di terima?" tanya Bella lagi. "katanya ada namanya di bawah, tapi gue malas aja liat siapa yang memberikan ke gue." ungkap Mita dan diangguki oleh Bella.


Mari dukung karya autor yang satu ini, dengan cara like, komen, favorit dan vote karna autor sangat berterima kasih atas pemberian nya.


__ADS_2