Brother And Love

Brother And Love
bab39- Salah sangka..


__ADS_3

Mita memandang Bella dengan menaikan sebelah alis. "suci! maksudnya?" Mita malah bertanya balik ke Bella. Bella yang mendapat jawaban Mita mangkin kesal jadinya.


"Lo itu lugu apa emang sengaja dilugu kan atau apa sih! " ucap kesal Bella. Mita mungkin pusing mendengar apa yang di bilang Bella.


"Lo ngomongin apaan sih, gue gak ngerti? " tanya Mita penuh penekanan. Sambil menaruh handuk kecil yang tadi menjadi pengering rambut.


Bella membuang muka malas, jika begini pasti gak bakal ngudeng nih bocah. pikir Bella dengan tatapan kesal ke Mita. Bella semangkin tajam menatap mata Mita, Mita yang merasa di liatin aneh menjadi ngeri sendiri.


"Bel.. gue emang gak maksud tapi gue bisa apa?"


Mendengar itu Bella semangkin tajam menatap ke arah Mita, Bella mengoyang goyang kedua bahu Mita membuat Mita hanya semangkin bingung jadinya.


"Siapa? siapa Mit.. tanya Bella merendah!"


Mita memasang muka kesal. siapa mit, siapa yang buat, biar gue hajar tuh orang! ucap Bella dengan tatapan susah di artikan.


Mita memegang kepala pusing, pusing karana sikap bella yang aneh. "Bel.. gue benaran gak maksud?" tanya Mita dengan muka lemas.


Bella memukul mukul kepalanya bingung, lalu kembali menatap Mita. dengerin gue baik-baik " "Siapa orang yang udah ngerusak diri lo! "


Mendengar itu, Mita malah tertawa lepas. "lo mikir terlalu jauh Arbella Yulia. pikiran lo kok bisa se kotor itu sih.." ucap Mita di tengah tengah tawa nya.


Bella terdiam, posisinya masih pokus ke arah Mita. "gue serius Mit, gak lucu tau?"


Mita pun berhenti tertawa. "Gue juga serius, tapi gak seserius yang lo pikirkan" Bella tersenyum kikuk "lo beneran masih suci kan?" tanya Bella pelan. Dijawab dengan anggukan kepala oleh Mita. Bella langsung memeluk Mita se erat mungkin. tapi gak lama kemudian langsung melepas kan begutu saja.


"Ada satu pertanyaan lagi!" ucap Bella dengan penuh selidik. Mita menaikkan sebelah alis, "asal masuk akal!" jawab Mita pelan.


"Itu baju apa?" Bella menujuk baju yang berserakan di lantai dekat kasur. Mita terdiam sesaat lalu tersenyum dan langsung mengambil baju itu. "baju kotor, tadi kebawa lagi pas siap mandi, gue gak sadar kalo bawa ini, gue lupa bawak balik ke kamar mandi karna lelah,"


"lalu kok tadi lo mangis?" tanya Bella lagi.


"gue lagi capek aja" ucap Mita lalu langsung mengambil handuk dan kembalikan mengering kan rambutnya.


Berbeda dengan Bayu dan ketiga temannya, meraka sibuk tertawa lepas dari tadi, walaupun Ari hanya tertawa sesekali.


"Gue serius, si Eka demen banget telpon ama Bella sampe tiga jam, apa coba yang di omongin?" Deni mulai mengebu gebu menceritakan Eka. "mulai deh, menambah nambah!" ucap Eka mulai malas menanggapi Deni, apalagi Ari jangan ditanya.


"Lo nguping?" tanya Bayu, "Gak nguping tapi dengerin," sosor Deni. "bego sama aja itu artinya." Jawab Eka cepat.


"Beda lah boy.. kalo nguping itu ngedengerin orang dengan cara diam diam, nah kalo gue ini dengerin dengan cara gue gak mau dengar tapi kedengaran." jawabnya sambil meminum jus mangga di depannya.


Puk..

__ADS_1


kanan, kiri, kepala Deni di topak Bayu dan Eka bersamaan. "Cara lo mikir gimana sih?" tanya Bayu lagi.


Deni hanya menjawab dengan tatapan malas, "sakit bege.." jawabnya kesal.


Ari berdiri dari duduknya, "mana boy?" tanya Deni. masih gak ada jawaban dari yang ditanya, "lo mau kemana ri.." tanya Eka sambil memperbaiki posisi duduknya. "kamar mandi," jawab Ari lalu pergi gitu aja.


"Bayu hanya tertawa melihat muka Deni yang kesal ke Ari. "lo manggilnya gaul!" jelas Bayu. "tapi dulu kan dia paling suka dipanggil boy," ucap Deni dengan penuh penekanan. sekali lagi Deni kena topak dari kedua temannya. "lo lupa dia lagi amnesia,"


"ah iya amnesia" ucap deni sambil membalas memukul kedua temanya. "0lama lama kepala gue udah jadi bonyok gara lu dua."


"Lama amat sih tuh orang, ngapain sih emangnya?" tanya Deni, tapi yang di tanya kedua duanya sibuk main ponsel masing masing.


buk..


bukan hanya kedua teman Deni aja yang menoleh ke Deni tapi beberapa meja di dekat mereka pun ikut menoleh ke Deni.


"napa lo!" ucap Eka heran, "bosan!" ucapnya lalu pergi. "udah nular tuh, cueknya!" ucap Eka ke Bayu. "asal gak nular ke lo aja," jawab Bayu kemudian kembali memainkan ponselnya.


Ari yang baru saja keluar dari toilet terus terang menutupi hidung, "gila ini wc apa bangkai sih," keluh Ari sambil memperbaiki bajunya yang berantakan.


"Mata gue gak salah liat kan?" ucap seorang cewek ketika melihat Ari berjalan di depan nya.


"Gila itu beneran dia, ucap temanya lagi, mangkin ganteng aja, meleleh hati gue dibuatnya."


"apaan tuh ucap mereka berbarengan" dan gak luput lepas pandangan nya dari Ari.


"apanya?" capnya heran. "calsum?" ucap kedua temannya lagi. "astaga! itu aja gak tau" ucapnya sambil berdiri dari duduknya tak lupa membawa ponsel. "calsum itu calon suami bege.." cewek itu berlari ke arah Ari berada.


"Gila si Mira, nekat banget, liat tuh!"


" Apaan sih senggol senggol" ucap temenya lagi. "idih macam gue jorok aja sampe segitu jijiknya". ucapnya lagi ketika melihat bekas sengolanya di lap dengan tisu.


"Emang lo jorok" jawab cewek yang merasa kesal ke temanya itu.


"Tapi baru kali ini gue liat Mira senekat ini, bisanya dia cuma mengagumi doang kan?" tanya ny lagi.


"Tau ah," ucap temanya yang tadi mengelap lengan nya dengan tisu dan kembali duduk sambil memandang Mira dengan malas.


Ari berhenti dari langkah nya ketika seorang cewek memegang tangannya, Ari mengerutkan kening melihat siapa yang berani main pegang pegang apalagi Ari gak kenal sama sekali.


"Kenalin gue Mira," ucapnya memperkenalkan diri sambil mengulurkan tangan dan senyum gak lepas sama sekali. sedang Ari malah menatap tangan di depannya malas.


"Kita satu sekolah," ucapnya lagi masih sama tangannya masih sedia menerima uluran tangan dari Ari. kini Ari menatapnya sekilas lalu memandang sekitar lalu kembali memainkan ponsel.

__ADS_1


"Hei ganteng gue ngomong ama lo!" ucapnya dengan suara pelan, masih sama Ari gak bergeming sama ucapnya.


Di tempat lain dimana teman teman Mira berada tertawa terbahak bahak melihat Mira di anggurin sama Ari. sedangkan Eka dan Bayu memperhatikan gerak gerik Ari dari kejauhan, "kasian juga tuh, Mira di tolak, padahal cuma ngajak kenalan bukan ngajak pacaran" ucap Eka sambil menggeleng geleng kepala. si Bayu hanya mengangguk mengiyakan perkataan Eka barusan.


Kini uluran Mira mulai longgar dan kini sudah kembali di tempat nya. menyadari itu Ari memasukkan ponsel nya ke saku celana. dan memandang orang di depannya.


Tampak helaan nafas dari Ari, "gue bukanya gak mau tapi gue kurang percaya dengan orang yang baru gue kenal" ucap Ari dalam hati. setelah melihat cewek di depanya dengan tajam Ari lalu berjalan dari meninggal kan Mira yang masih diam. dan tindakan yang gak pernah di duga disini lah terjadi.


Ari sempat mematung merasakan pelukan dari belakang tapi dengan sigap ia melepas kan, tapi pelukanya terlalu kuat. jadi seperti nya Ari harus sedikit kasar menghadapi orang di belakangnya.


Melihat itu kedua teman Mira menganga lebar, "segitu nekatnya si Mira sampe meluk aa Ari! ini gila bener, bukan nekat lagi namanya tapi jatuh kan nama cewek nih," ucap temannya yang langsung berdiri, melihat temannya yang berdiri ia pun ikut ikutan berdiri.


Eka yang lagi minum jus sampe kesedak, dan geleng geleng melihat tingkah Mira, Kalo Bayu jangan di tanya gimana kagetnya. udah pasti langsung berdiri dan menghampiri Ari, Eka yang merasa di tinggalkan gitu aja sedikit berteriak sambil berjalan menyusul Bayu.


Deni yang baru masuk ke cafe gak kedip sama sekali, melihat salah satu cewek yang pernah ia ungkapkan perasaan nya, memeluk Ari di depan umum, seperti ini.


"Gue bilang lepas." ucap Ari dengan suara yang terdengar sangar. "bentar lagi Ri.. gue udah terlanjur.." ucap Mira malah mangkin memperdalam pelukanya, dan menutupi wajah nya di dalam punggung kekar Ari, mulai ia rasakan wangi badan Ari yang membuatnya nyaman, tapi.. "sekali lagi gue bilang, kalo gue bakal kasar..' ucap Ari tapi gak di jawab sama sekali Sama Mira.


bruk..


Kini Mira sudah jatuh untungnya di dengan cepat kedua temannya menampung Mira, wajah Mira sudah basah dengan air mata, ia pasti malu sekali saat ini, bukan hanya satu atau dua orang hampir seisi cafe melihat kejadian itu. bahkan ada yang merekam itu. ada yang beranggapan bahwa mereka pacaran lalu putus namun si cewek gak terima tapi setelah melihat ke kasaran Ari melepaskan pelukan itu mereka tau pasti alasan nya karna tuh cowok main kasar. ada yang tau kalo Ari gak pacaran sama Mira jadi mereka hanya geleng geleng melihat tingkah nekat Mira, ada yang memandang Ari penuh kebencian, menurut mereka itu terlalu kelewatan, terutama kaum hawa. ada beberapa cewek yang melihat itu langsung memeluk Mita yang juga memeluk kedua temannya. mereka turut merasakan apa yang dirasakan oleh Mira.


Ari meremas rambutnya kasar. dan meninggal kan suana tegang begitu saja.


"ganteng sih tapi kasar, ama cewek..


"cowok gak punya perasaan..


"jangan sampai cowok gue nempel sekasar itu, cukup mukanya aja yang boleh nempel..


"cowok gak ngerti cara melakukan lembut ke cewek..


samar samar suara cewek di dalam cafe yang mengatai Ari dengan kejelekan.


Para kaum hawa terus terusan memandang Ari dengan penuh kebencian, yang awalnya penuh dengan rasa kagum tapi sekarang malah terus terusan menjelak kan Ari.


jangan lupa tinggal kan jejak ya, biar tambah semangat buatnya😄😄


Like..


Vote..


komen..

__ADS_1


hadih..


__ADS_2