Brother And Love

Brother And Love
bab 94- Menantu Idaman


__ADS_3

Sepanjang jalan, Mita terus berbagi cerita dengan Mami Rosi, begitu juga dengan Rosi sendiri. Ia terua membahas tentang Bayu, anak tunggal nya itu. Sampai Pipinya Bayu menggelengkan kepalanya pusing melihat semangat istrinya yang sedang menceritakan Bayu. Padahal waktu jalan menuju pulang ladi, Mami Rosi sudah tertidur di perjalan pulang tadi, namun karena Pipinya Bayu membangunkan istrinya untuk memberikan pinselnya ke Mita tadi.


Tak tersaa mobil itu pun memasui garasi dengan mulus. "Kita udah sampai sayang!" Ucap Rosi dengan mengandeng tangan Mita agar masuk ke dalam bersama sama. Papi Bayu hanya melihatnya dengan wajah cemburu nya. "Papi buatin minuman gih di belakang, Mami mau temani Mita di sini!" Ujar Mami tanpa dosa.


"Minum apa?" Tanya Papinya Bayu sambil meletakkan tasnya di atas meja, sedang tangan satunya lagi, melongarkan dasinya. ia merasa kepanasan karna ulah istrinya ini, di tambah dirinya yang tak di sambut seperti biasanya, kini malah dirinya yang menyambut istrinya serta gadis yang mungkin seusia dengan anaknya. "Suami rasa pembantu!" Batinya dalam hati.


"Tapi kan_ Tapi Papi gak bisa buat minum, ya udah panggil aja si Bayu, minta bantuin dia buatnya, Bayu udah pandai itu," Ujar Rosi yang kembali sibuk mengobrol dengan Mita.


Mita yang sedari tadi melirik lirik ke arah Papinya Bayu, mulai mengerti. "Biar Mita aja deh Mi yang buat, lagian Mita merasa merepotkan Om sama Bayu!" Ujar Mita yang langsung berdiri. "Gak ada yang merasa repot Mita, kamu itu Mami anggap sebagai anak Mami. gak merasa terbebani juga kok, lagian mana ada tamu yang mempersiapkan minum, yang ada yang di kunjungi lah yang membuatka minum!


"Ya udah Mita di sini aja, tunggu Mami bentar ya, biar Mami buatan minum, susu coklat masih suka kan?" Tanya Rosi sambil menarik paksa suaminya agar mengikutinya. "Mas panggil sana anak kita, biar Mami yang buatkan. suruh dia ke ruang tamu!" Ujar Rasi yang sudah merebus air. "Mas kopi kan?" Tanya Rosi yang hanya di angguki kecil oleh suaminya.


"Mau kemana pa?" Tanyanya dengan berjalan santai menuju tangga. "Pakai baju kamu, a_ Iya Bayu dah tau bentar aja kok!" Ujar Bayu lagi. Papinya Bayu kembali berjalan ke arah kamarnya. Bayu bersiul riang sambil berjalan menunu teras rumahnya. Sebuah deheman membuat Bayu berhenti mendadak sambil berkali kali mengucek matanya, karna tak percaya akan orang di hadapannya.


Mita tersenyum kecil seraya berjalan mendekati Bayu. "Mau kemana Bay?" Mita bertanya layaknya orang yang kepo. "Ini beneran lo?" Tanya Bayu dengan menyentil pipi kanannya Mita.


Mita tertawa mendapatkan kelakuan aneh dari Bayu. "Ini hantu bay, bukan gue!" Ujar Mita dengan mengerutkan bibir. Bayu terdiam sesaat dan tampak berpikir. "Ini susunya sayang, bentar ya biar Mami ambilkan camilan!" Ucap Rosi yang langsung berlalu meninggalkan keduanya.

__ADS_1


Bayu tersenyum kala menyadari jika benar benar Mitalah orang yang ada di hadapannya. Mita meletakan gelas yang berisi susu coklat di atas meja. ia menyatukan kedua tangannya karena mulai merasa dingin. "Kok gak bilang gue mau kemari?' Tanya Bayu sambil duduk di hadapan Mita.


Mita tersenyum simpul, dan memberikan susu putih ke Bayu. "Minum dulu!" Ujar Mita, Bayu tak menolak, karna memang ia sedang haus.


Rosi datang kembali dengan membawa berbagai jenis kue, "Tadi, waktu Mami pulang sama Papi kebetulan jumpa Mita di jalan, untung aja Mami jumpa Mita kalo gak mungkin aja Mita lagi kebingungan di jalan!" Ujar Rosi yang ikut bergabung dengan duduk di sampingnya Mita.


Mita tersenyum seraya menunduk. "Kalo gak ada Mami, mungkin Mita bakal tidur di mobil!" Ucap Mita. "Emang lo dari mana?" Tanya Bayu yang menang belum paham. "Rumah Bella. ponsel gue ketinggalan di balkonnya, pas pertengahan jalan pulang mobilnya bocor, jadi gak bisa di jalanani, Tadinya Mita mau pinjam ponsel kan sama siapa aja yang lewat. dan kebetulan Mami yang lewat beruntung banget!" Mita tersenyum ke arah Rosi.


"Oh ya Mi, bisa pinjam posel gak, Mita mau kabari Bunda di rumah!" Ucap Mita dengan sopan. "Apa sih yang gak boleh buat menentu Mami!" Ucap Mami Rosi dengan candaan. Hati Mita tersentil kala ucapan mantu keluar dari mulut Maminya Bayu. Mita megaminkan ucapan Roni dalam hati, namun ia teringat kembali dengan Bayu, "mungkinkah, apa yang di ucapkan Rosi bisa jadi kenyataan!" Ujar Mita dalam hati.


...


Bayu tersenyum geli melihat wajahnya Mita saat nanti ini. "Kok malah keras?" Tanya Mita


sebal. "Karna lo lucu saat ini!" Ujarnya dengan menarik tangannya Mita keliar dari kamar mandi. 'Gue tunggu ri sini!" Ujar Bayu dan melepaskan tanganya dari genggaman tangannya Mita. "Mita hanya diam di pinya, melihat tak adanya pergerakan dari Mita. Bayu menarik Mita agar menghadapnya. "Kenapa? Mau gue temani kedalam?" Tanya Bayu dengan sengaja simpul.


Mata melongo mendengar ucapan Bayu barusan. "Mungkin Bayu lagi sakit kali ya, makanya tada aneh!" Bacin Mita dengan gantian menarik tangannya Bayu. "Liat deh Bay, masa ia ini kamar mandi!" Ujar Mita yang mampu membuat Bayu terdiam

__ADS_1


...


Mita langsung membaringkan badannya di atas tempat tidur, "Leleh banget sih hari ini!" Ujarnya dengan memejamkan matanya. Mita tersenyum lucu saat teringat bahwa Bayu mengajaknya ke kamar nya, bukan ke kamar mandi. "Lagi banyak pikiran kali ya, sampai salah bawa!" Pikir Mita dalam hati. Ia pun kembali memejamkan matanya seraya berdoa, agar hari esok akan lebih baik dari hari ini.



Pagi harinya, Mita sudah stanbay di mengutak atik di dalam dapur. entah apa yang sedang di masak oleh Mita. Rosi yang baru saja bangun, langsung mencium aroma masakan dari dapur.


"Apa bibik udah masak, jam segini, kok cepat ya?" Tanya Rosi pada dirinya sendiri. Ia terhenti deh ambang dapur saat perkiraannya salah, bukan Bibik yang masak melainkan Mita.


Rosi berjalan pelan mendekati Mita yang sedang meracik sup di hadapannya. "Masa apa sayang!" Ujar Rosi bersuara di samping kupingnya Mita degan dekat. "Mamiii!" Jerit Mit kagat, seraya mengelus elus dadanya yang kaget. Rosi hanya terus kaku. "Maaf Mami kn kopo, pagi pagi gini udah sibuk aja di dapur!" Ujar Rada yang susah terampil membatu Mita.


"Udah bun, biar Mita aja, setelah ini udah selesai kok!" Ujar Mita sambil menunjuk meja. Rosi mau mamandangi Mita tak percaya. " Sayang ni semua kamu yang masak?" Tanya Rosi dengan tatapan serius. Mita mengangguk kecil seraya memberikan supnya ke Rosi. "Cicip Mi, gimana rasanya!" Ujar Mita pada Rosi. Rosi tersenyum simpul seraya mencicipi kuah supnya. Rada tak langsung menjawab, ratapan nya kaku ke pada Mita, hal ini membuat Mita mengadi was wad akan rasanya. Ketika Mita akan merasakan bagaimana rasanya.


Tiba tiba saja sebuah cubitan kecil mendarat di pipinya. "Kamu emang menantu idaman Mami, baik, pandai masak, dan yang pasti manis!" Ucap Rosi dengan mengajukan dua jempol ke Mita. Mita tersenyum bahagia mendapatkan pujian dari Rosi.


"Gue hanya perlu, mengambil hatinya Bayu, gue hanya perlu buat dia bahagia ketika dekat dengan gue, gue hanya perlu menunggu waktu saja, waktu Bayu mengungkapkan kata indah nantinya di masa yang akan datang.

__ADS_1


__ADS_2