Brother And Love

Brother And Love
bab54- kerjain(Bella)


__ADS_3

Paginya Mita terbangun dalam keadaan kantuk, padahal ini sudah jam delapan pagi, tapi matanya sedari tadi masih setia memejam dan menemaninya untuk bermimpi indah. bukan hanya Mita saja yang bangun nya kesiangan tapi Bella juga. Tadi malam Mita sampai di rumah setengah dua malam, janjinya bakal pulang setengah jam malah mendowble jam janjian. ternyata tadi malam juga Bella belum selesai berkomunikasi dengan Eka. Ada untungnya, tapi ada ruginya.


Untungnya gak Bella gak bakal ngintrogasi dia besoknya, ruginya Bella apa gak capek dari jam sembilan malam sampai jam setengah dua malam masih sibuk bertelepon, ada ada aja yang mereka bahas. dan sekarang Mita menjadi orang yang akan menjadi kusuk pribadi nya Balla, Bella memohon agar Mita mau mengusuk lehernya, Bella merasa lehernya akan putus, karena lupa ia waktu saat sudah bersama dengan Eka.


"Bel..! bel" Mita menggeleng melihat Bella yang lemas. Mita pun menurut dan mulai mengusuk leher Balla dengan asal. "Mitaa..! sakit tau!" Bella mengomel ketika Mita memijat asal asalan.


Hahaha..


"Gue gak ada tenaga bel! masa ia sakit?"jawab Mita memberikan pijatan yang lebih baik agar Bella tak lagi mengomel kesakitan.


"Gini loh Mita!" Bella beralih memijat Mita, "Gue gak pegal gak usah di pijit!" Protes Mita atas tindakan Bella. "Oke, sekarang dah bisa kan mijat yang benar?"


"Ya deh!" Kini Mita beralih memijat lehernya Bella.


Tertt..


"Siapa Beb?" tanya Bella saat Mita mengangkat telepon. "Shuiitt..! " Mita menyuruh Bella agar diem sejenak. Bella pun menganguk lalu memperhatikan gerak gerik Mita yang berdiri mengangkat telepon di jendela.


Merasa penasaran, Bella pun memutuskan untuk menguping Mita. "Penasaran banget gue! nguping kali yah?" Bella berjalan dengan mengendap endap. kini posisinya berada tepat di belakang Mita.


— Oke! siang nanti gue kesana.


— (...)


— Tapi kalo sama bella gak apa kan?


— (...)


Tutt..


Tutt..


"Siapa Beb?" tanya Bella yang penasaran karena ngupingnya sia sia, kagak ada dengar sama sekali dari sebrang sana. "Astaga! Bellaa!" Kesel Mita dan memukul Bella dengan tangan di kepal.


"Aduh kok malah dipukul?"

__ADS_1


"Lo ngagetin aja! udah kaya penguntit tau!" Mita berjalan meninggalkan Bella yang yang masih mengobrol denganya. "Eamang.. Gue belum selesai ngobrol malah main kabur kabur, emang main kejar kejaran apa?" Bella semangkin kesal di buat Mita.


Bruk..


"Astagfirullah! Mitaaa..!" Jerit Bella yang kaget karena pintu kamar mandi yang di tutup keras.


Bella mengambil ponsel yang di lempar asal oleh Mita di atas kasur. "Kesempatan nih!" Bella membuaka pesan dan panggilan masuk di ponsel Mita, "Sukur deh m, kagak pake sandi"


"Oh..! si Bayu rupanya, gue kirain siapa!" Bella melemparkan asal ponsel milik Mita di kasur, dan berjalan mendekati kamar mandi, niatnya ingin mengageti Mita malah Bella lagi yang fi kageti.


"buang Mit! Buang gakkk!" Mita, Mita, mita, Please deh!" bella memundurkan langkah kakinya ke belakang sampai ia tersandung tempat tidur dan terjatuh.


"Laba-laba itu imut loh Bel! kaya gue imut! masa Bella takut sama beginian, apa kata dunia jadinya!" Mita sengaja memancing amarah Bella.


Mita melempar begitu saja laba-labanya ke badan Bella. Bella menjerit gak karuan, sedang Mita tersenyum geli melihat kebodohan Bella.


“Ini mainan bel! bukan beneran!” Mita mengambil mainan laba-laba itu dari badan Bella. Puk.. puk, puk, semua batal di kasur di lempari ke arah Mita tapi Mita lebih dahulu pergi meninggalkan Bella yang masih ngos ngosan.


"Kenapa bik?" Mita melihat Bik Susi yang berdiri di ambang pintu kamarnya. "Bibik kita ada apaan tadi non, jerit jerit. jadi bibik kemari!" Jelas bik Susi dan langsung pamit ingin melanjut kan pekerjaan nya.



"Bel!" Mita mencegah kata-kata yang akan keluar dari mulut Bella, dengan membungkam mulut Bella dengan tangan nya. Karena tampak Bayu berjalan dengan Eka yang berjalan mengarah ke arah mereka.


"Udah lama?" Bay langsung duduk tepat di depan Mita. dan mendapatkan gelengan kecil dari Mita.


"Bella, mulai deh! kelepek kelepek kalo udah jumpaan sama Eka!" Mita menggeleng melihat tingkah Bella yang berubah seperti kekanakan.


Niat Bayu dan Mita ajak ketemuan karna akan membahas soal ujian yang akan dilaksanakan besok sampai satu minggu kedepan.


Mita sibuk sibuk nya sedang membahas hal serius, tapi lain halnya dengan Eka dan Bella mereka dua bagai kulit kertas dan pena. seakan tak akan bisa menulis jika tak ada pena, begitu pula dengan kertas.


"Bay..! bioskop dulu yuk?" Ajak Bella yang karena tadi mengajak Mita, Mita menolak ingin mempersiapkan ujian esok.


Bayu memandai Mita. "Mita gimana?" tanya Bayu balik. "Ajak dong Bay, udah gue ajak tapi kagak mau!" Jelas Bella ke Bayu.

__ADS_1


"Gue juga gak bisa! kalian aja ya! gue ada janjian sama Ari jam dua ini" Bayu menolak ajakan dari Bella, "Lain kali bisa Ya?" ucap Bella sambil berjalan mendeluani Bayu dan Mita.


"Gue anter lo pulang dulu! baru pulangnya mampir ke rumah Ari!" Jelas Bayu dan di angguki cepat oleh Mita.


"Bay, lo temenan sama kak Ari udah berapa lama?" tanya Mita tepat di telinga bayu. "Dari bayi kita usah temenen!" Jawab Bayu asal. "Gue nanyak serius bay!" Mita kurang mantap mendengar jawaban dari Bayu.


"Dari kecil sampe sekarang kita temenan, sempat gak ada kabar sekitar dua tahun, tapi yang namanya temen pasti harus ingat sama yang namanya sobat kan?" Mita menggangguk setelah mendengar jawaban dari Bayu.


"Kalo Eka sama Deni?" tanya Mita lagi. "Mereka itu temen baru Ari, tapi temen lama gue, awalnya Ari lama bergaul tapi seiing hari dan bulan mendatang Ari menjadi terbiasa atas Eka dan Deni. "Satu lagi boleh gak?" tanya Mita sambil menggigit bibir atasnya.


"Apa coba yang gak boleh kalo buat Mita!" Mita tersenyum kecil mendengar jawaban dari Bayu.


"Kak Ari pun... " Bayu mengerem mendadak motornya. "Kenapa Bay!" Ucap Mita mendongakkan kepalanya melihat ke depan karena kaca matanya di lepas sebelum memakai helm. "Bentar ya!" Bayu memarkirkan motornya di pinggir jalan, dan meninggalkan Mita sebenar.


Mita memakai kaca matanya, dan melihat Bayu yang berlari, Mita tersenyum melihat Bayu yang membantu menyebrani seorang anak kecil. "Udah baik, lemah lembut, peduli lingkungan lagi! Perfeck dah buat Bayu.


"Itu Bayu kan?"


"Mana-mana?"


"Itu loh! makanya liat dong tangan gue nunjuk, jangan mata gue yang di liat!"


"Ih, suami idaman tuh!"


Terdengar jelas di telinga Mita, dua orang cewek baru saja menjadi bahan obrolan mereka. Mita tersenyum kecil mengingat Bayu yang wajar saja dikagumi oleh para cewek. karena Mita sendiri juga mengaguminya.


"Maaf! Tadi bantuin bocil nyebrang!" Jelas Bayu yang membuat Mita tertawa geli, "Bocil bahasa apaan tuh?" tanya Mita di sela tawanya.


Bayu pun tertawa menyadari bahasanya sendiri. "Gaul!" jawab Bayu. dan mulai melajukan motor nya kembali.



Setelah sampai, Mita merebahkan badannya di kasur, rasanya lelah dan letih menjadi satu, Mita mulai memejamkan matanya perlahan dan menikmati tidur lelah nya.


Mari dukung karya autor pertama ini, dengan cara like, favorit, komentar dan Vote. karena satu pemberian sangat bernilai di karya ini. 😇😇

__ADS_1


__ADS_2