Brother And Love

Brother And Love
bab75- BAL..


__ADS_3

Mita pun duduk di samping Ari, tak lama setelah Mita meletakkan pantatnya di lantai, Ari memberikan sebuah kotak makanan di tangan nya, "Lo belum sarapan kan, makan!" Ucapnya pada Mita, ia memang memberi tapi cara nya itu terkesan memaksa. Mita mengambil kotak pemberian dari Ari, sejujur nya Mira sendiri sudah sapaan, tapi rasa tak enak hari jika menolak pemberian dari kakak nya.


Mita membuka kotak tersebut, yang berisikan nasi goreng dan telut mata sapi yang berjumlah dua butir. "Kakak udah sarapan?" Tanya Mita sambil menciduk kan nasi goreng dengan sendok nya, "Suapin gue," Ucap Ari tanpa ekspresi. "Haa.." Ucap Mita seakan ia salah dengar, dengan muka heran nya. Ari menatap Mita dengan tajam, suapin gue," Ucap nya lagi.


Mita pun tampak menghembuskan nafas lemas, menyuapi anak kolot bantin nya, saat sesendok nasi akan masuk ke dalam mulutnya Ari, Ari lebih dulu mencegah nya. "gue pengen makan dari tangan lo, bukan melalui sendok lo!" Ucapnya dengan wajah datar. "Ribet ya, permintaan nya bersambung sambung!" Ucap Mita pelan, namun ia menurut apa yang Ari inginkan.


Setelah mencuci tangan, Mita pun mulai menyuapi Ari, "Lo gak makan?" Tanya Ari karena sedari tadi ia hanya melihat jika Mita hanya menyuapi nya saja, tak ada sedikit pun masuk ke dalam mulutnya Mita. "Gur dah kenyang, liat kakak makan," Jawab Mita pelan. Ari tersenyum mendengar jawaban Mita.


Kedua nya cukup diam, menikmati angin di belakang sekolah ini, "Kak..!" Panggil Mita dengan menatap Ari tajam. Mendengar panggilan dari Mita, Ari pun menoleh dan kini keduanya saling tatap. Tampak Mita yang menghela nafas berat. "Kakak gak kenal sama Mita?" Tanya Mita dengan tatapan serius. Ari menyatukan kedua alisnya. ia tak langsung menjawab melainkan mencerna dulu apa yang Mita tanyakan barusan.


"Lupain aja, kita hanya teman," Ucap Mita dengan senyum. "Kak.." Panggil Mita lagi. Kini Ari menatap Mita lekat, ia penasan apa yang akan di katakan oleh Mita selanjutnya.


"Jangan sering bolos kelas lagi ya, jangan sering ngelawan guru lagi ya, dan satu lagi Mita pengen kalo kakak menurut atas apa yang Ayah

__ADS_1


kakak katakan jika itu menyangkut masa depan. Mita berharap kakak berubah menjadi orang yang lebih baik," Ucap Mita yang kini sudah memutuskan pandangan matanya, dan kini ia menunduk, ingin sekali ia menangis ketika mengingat Ayah nya tapi saat ini ia masih bisa menahan, tak mungkin kan ia menangis karena hal itu pasti akan menjadi pertanyaan yang lebih rumit nantinya.


Ari sendiri yang mendengar kan dengan jelas perkataan Mita tadi hanya terdiam mencerna, hatinya seakan membenar kan apa yang di katakan Mita barusan, biasanya jika Ayah nya, ibuk guru, yang mengatakan itu, Ari tak kan mendengar kan nya sama sekali, begitu juga dengan teman dekatnya, Bayu. Bayu bukan hanya sekali dua kali saja memperingati nya namun berkali kali, tapi Ari sama sekali seakan tak peduli. namun saat ini berbeda seakan ada dorongan di lubuk hatinya terdalam jika ia harus merubah kebisaan buruk nya itu.


Emang selama ini Mita banyak tau tentang Ari dari Ari sendiri, Ari sering cerita tentang kehidupan nya, bahkan Ari sendiri mengatakan jika Mita adalah pendengar setia nya. Tapi tak semuanya Mita tu dari Ari, melainkan dari Bayu, Bayu juga merupakan orang yang tau banyak tentang Ari.


"Gue usahain untuk berubah, tapi gue gak janji bakal bisa, karena ini perlu waktu dan usaha, lagipula berubah itu perlu usaha dan tenaga serta hati yang harus senyawa" Jelas Ari yang menjawab ucapan Mita ladi. Dengan cepat Mita memeluk Ari dari samping, rasanya ia merasa lega bisa membuat Ari mendengar kan ucapan nya, dan tanpa rasa ragu, sekarang ini, Mita dengan berani nya memeluk Ari di sampingnya. "Mita berharap semoga kakak bisa," Ucap Mita di sela pelukan nya, bahkan Mita juga menangis di sela pelukan.



Di cafe, setelah selesai mengurus di ruang pribadi cafe, Mita memilih keluar dari ruangan itu, karena ketika sahabatnya juga sudah menunggu nya di depan, Mita merasa lega atas ucapan nya yang Mita sampaikan dua hari lalu, Benar Ari sudah mulai belajar layaknya anak sekolahan, walaupun ada banyak tidur di kelas. tapi Mita cukup suka atas perubahan dari Ari, kakak satu satuan nya itu.


Mita bisa tau perubahan Ari dari Bayu, Ada untung nya juga bisa dekat dengan Bayu, batin Mita.

__ADS_1


"Aduh, Mbak.. jus kita mana?" Tanya Amel sengaja ingin membangunkan buyaran dari lamunan Mita di depannya, karena Mita hanya tersenyum tanpa sadar jika sudah sampai di depan ketiga sahabatnya itu. Mita terperangah dan langsung membuka buku kecil serta pulpen di tangannya, saat ini ia menunggu apa yang akan di katakan oleh para pelanggan nya, dan akan segera menulis atas apa yang akan di pesan nantinya. Ketiga cewek yang duduk manis itu kompak menepuk kening mereka berbarengan, "Mita ini kita, padahal pelayan juga!" Ucap Dira dan menarik Mita agar duduk di kursi yang telah du sedia kan.


"Eh.. kalian ternyata, gue kira tadi pelanggan mau minta pesanan nya," Ujar Mita dan sudah menatap satu persatu sahabat nya. "Lo lagi senang amat kayak nya? Cerita dong!" Pinta Bella.


"Gue gak ada hal yang penting untuk di cerita kan, cuma pengen cerita dari kalian aja!" Pinta Mita membalik kan permintaan. "Oke deh, ini tentang gue sama Eka, berkat dukungan lo malam itu, kita bisa nyelesaikan masalah ini, dan Adel, dia udah gue buat jadi debu hitam, yang suka menempel di kaki orang!" Jelas Bella dengan meremuk ponsel di depannya. "Ponsel nya jangan di jadikan korban dong, liat tuh, bisa meninggoy dia," Sasar Amel yang melihat gerak gerik dari Bella.


"Syukur deh, gue ikut senang dengan cerita lo!" Ucap Mita dengan senyum tulus. "Oke, sekarang gue ya," Ucap Dira dengan senyum yang sudah mengembang di tambah lebar.


"Ah.. cerita lo kita dua dah dengar," Ucap Bella dan Amel berbarengan. "Kan Mita belum," Jawab Dira dengan menatap kesal ke Bella dan Amel.


"Gue di belikan boneka panda yang berukuran se gue, sama Prans, bukan itu aja, ternyata rumahnya besar, nampak banget kan orang kaya nya, gue di perkenalan sama keluarga nya, Mama nya juga baik," Ucap Dira sambil menerawang yang ia alami semalam.


"Kak.. pesan gue mana?" Omel meja di samping meraka duduk, setelah mendengar kan cerita dari Dira dan Bella, ke empat orang itu pun di sibuk kan dengan kegiatan membantu di cafe milik Mita, dengan melayani para pelanggan.

__ADS_1


__ADS_2