Brother And Love

Brother And Love
bab12-kelakuan klara..


__ADS_3

***


Bella terus memperhatikan tingkah laku Mita. yang melamun mulu, tanpa keluar sepatah kata pun dari mulutnya, Bella pun hanya bingung harus apa ke Mita.


"Woi... gak ngajak-ngajak ya?" tampak dua orang mendekat, gak lain Dira dan Amel. sontak mata Bella mengarah ke sumber suara, sedang Mita masih asyik dengan makanannya . Bella melihat tangan mereka yang datang tanpa membawa apa-apa. "Loh gak ke kantin?"


"Padet bangat jadi balik deh!" Tampak wajah kecewa di wajah mereka.


"Oh.. kirain lagi diet!" Ucap Bella sambil memandang Dira yang keliatan mangking kurus.


"Makan apaan sih! kok gak ngajak-ngajak?". Dira melihat Mita yang masih asyik dengan makanan ditanganya.


"Ambil aja kalo mau?" Bella menawari, "Mau dong apalagi geratisan Amel langsung menyambar risol dan duduk di samping Mita. Mita gak merespon apa-apa dia masih melamun dan melamun.


Dira duduk di samping Bella, "Kenapa?" Dira menunjuk Mita dengan alisnya.


Bella menjawab dengan angkatan kedua bahu. "Kalo menurut gue mita lagi ada masalah ya, soalanya beberapa hari ini dia kebanyakan diem. sampai kemarin waktu buk noni masuk dia melamun mulu sampe gak sadar udah berapa kali buk noni udah berapa kali negur Mita. tapi si Mita masih melamun, terus tau gak jadinya gimana?" tanya Dira sedikit menceritakan Mita.


Bella serius mendengar kan cerita Dira. Karna Mita gak ada cerita soal ini, Bella hanya menggeleng sebagai jawaban.


Dira melirik Mita sekilas dan membisik ke Bella, Mita di jewer. pas selesai di jewer terus di suruh berjemur di lapangan, tapi gue heran lagi sama Mita, dia malah liat buk noni terus meluk dan tau gak apa yang Mita bilang sebentar aja Buk. Buk noni balas memeluk dan yang bikin gue kaget lagi Mita nangis. nah di situ mita malah di suruh ke UKS. buk Noni nyuruh Klara nemenin ke UKS di situ Mita menggeleng saya gak sakit buk. Cuma pengen peluk ibuk aja. sekelas kami heran baru kali ini ada yang berani meluk buk Noni apalagi di kelas, di hadapan para murid! nah yang jadi pertanyaan nih ya, "Mita sama buk noni sedekat itu ya? "


"Setahu gue sih enggak." Jawab Bella sambil meminum es ditangannya.


"Woi. kelen dua gosipon gue ya? gue dengar lo! pake bisik-bisik lagi! ntar kualat baru tau!"


"Ih. siapa juga yang nyeritain lo. gak penting banget!" Bella membuang muka malas.


"Siapa ya. yang ujian kemarin ketahuan ngopek?" Amel mencoba memanas manasin Bella. Bella yang yang gak terima aib nya di umbar langsung ngelempar Amel pakai risol. ya risol yang ia sambar dari tangan Mita, yang hampir masuk kemulutnya. Amel pun gak kalah lempar sampai gak terasa sekitar enam risol kebuang gak ke makan mereka saling pandang.


Ketika Dira menengahi antara keduanya.


"Kelen tuh kenapa sih gak bisa akur. liat deh risolnya gak bisa di makan kan, jadi mubajir.


"Dia tuh, tunjuk mereka dengan saling tuduh menuduh pun mulai lagi. Kini Mita yang berdiri menarik tangannya bella yang paksa. Bella sih ngikut karna mita yang menariknya.


"Temenin ke perpus ya gue mau minjem buku!"


Bella langsung tersenyum mengiyakan. dalam hati ia seneng akhirnya mita mau ngomong lagi. berhubung bella gak suka sama yang namanya buku jadi dia duduk di tempat membaca. sedangkan mita mondar-mandir mencari buku yang. bella masih belum paham banyak tentang mita. terutama sikapnya. bella melihat sekelilingnya hanya sedikit murit yang berada di perpus. mungkin alasan nya cuma satu. gak suka baca buku, sama seperti dia.

__ADS_1


"Mita kaget ketika Bella membawa sekitar lima buku mengarah ke arahnya sambil tersenyum. bella pun balas tersenyum.


"Beb. lo mau minjem buku sebanyak ini?"


"Iya "


"Bella melirik buku satu persatu yang masih di pegang oleh Mita. "Tumben gak pinjem novel?" tanya Bella heran


"Masih banyak novel yang gue baca dirumah. jadi gue pinjem buku ini."


Bella memegang kening Mita. "Lo gak sakit kan?" Mita menggeleng, Mit.. gue rasa gak boleh deh kalo pinjam sebanyak ini. biasanya sih dua paling banyak,


"Tapi gue pengen pelajari buku ini! "


" Bella melihat sekelilingnya, Tiwi..., Bella memanggil seorang cewek berkaca mata seperti Mita, dia terlihat cocok akan benda di matanya itu.


"Gue? " ucapnya sambil menunjuk dirinya dengan buku di tangan kanannya.


"Iya! siapa lagi yang namanya tiwi selain lo!" Bella mendekat diikuti oleh Mita.


"Ada perlu apa bel?" tanya Tiwi setelah sampai di depan Bella.


Tiwi sedikit mengerutkan kening nya. "Boleh asal gak yang aneh-aneh!" Jawabnya dengan suara keberatan.


Setelah menceritakan masalahnya, Tiwi pun mengangguk. "Oh..., kirain bantuin apa!" jawabnya sambil memandang ke arah Mita. "Lo Mita ya gue tiwi" mereka berjabat tangan sambil memasang senyum di antara keduanya.


"Makasih ya! kelen dua dah bantuin gue. kini mereka dah sampai di luar perpus. iya sama-sama, gue juga seneng kenal sama lo. tapi gue masih ada janji sama temen jadi gue luan ya, tiwi berlari tapi sebelumnya ia memberikan buku nya ke mita.


Bella meminjam dua buku, Mita meminjam dua buku. dan juga tiwi meminjam dua buku. Itu semua ide Bella, agar Mita bisa meminjam semua buku yang di pilih olah Mita.



"Gue liat lo akhir-akhir ini lelah banget? "


tanya Bayu ke Eka. Eka hanya melamun memikirkan nasibnya dua hari lagi. Sedangkan Deni memasang wajah jahil ke arah Eka.


"Sebenarnya lo dua ada masalah apa sih? gue rasa lo dua nyembunyiin sesuatu dari kita Bayu menyenggol lengan Ari, ya kan Ri?"


"Ari malah mengangguk dan selalu sibuk dengan ponselnya.

__ADS_1


Deni. tersenyum simpul, "Seminggu ini dia jadi babu gue. Ya kan ka?" Kini gantian Deni yang menyenggol bahu eka. Eka hanya tersenyum kikuk mendengar kalo dia jadi babu.


"Bayu hanya tertawa kecil, kok bisa? "


"Udah perjanjian!" balas deni cepat. "Perjanjian apaan?" kini Ari mulai angkat bicara. "Dah lah malu gue!" Eka beranjak dari duduknya menuju luar kelas. "Kayaknya ada yang nyambek nih!" sambar Deni sengaja di kenceng-kencengkan suaranya memancing Eka.


"Terserah lo deh, gue lagi gak nyaman aja dikelas hawanya gak nyaman. panas"


Its.. Deni menarik tangan Eka dengan lugas. "Inget dua hari lagi!" sambil memainkan dua jari ke atas, Eka pun kembali ke kelas. kini mukaknya udah mirip badut, "canda!"


"Deni ceritain dari awal sampai akhir, Bayu hanya tertawa lepas mendengar cerita Deni yang menceritakan Eka yang sampai ke pucuk-pucuk. sedang Ari hanya tersenyum dikit bisa dibilang senyum itu mahal menurut Ari apalagi ketawa.


"Eka hanya memasang wajah ka'o sambil membalik-balikkan buku yang sama sekali gak di baca.


Di sisi lain, "Gue masih belum puas Mei, sama tuh cupu! Kayaknya mesti di kerjain lagi deh. tapi apa ya! " Jeni mulai berpikir, sambil menggulung rambut ikalnya. "Tau ah capek gue ngerjain dia, mungkin dia pun muak sama muka kita!" ucap Mei smabil berdiri dari duduknya.


"His.. dasar? Pelit banget loh berpikir."


"Si Klara mana si? kok dari tadi gak keliatan?" tanya Mei melihat sekelilingnya.


"Iya.. ya mei, gue kok baru sadar! jangan bilang, Mei melihat Jeni dengan muka serius. Mei langsung membawa Jeni ke suatu tempat.


"Suitt.." Mei menutup mulut jeni yang nyomel. gimana gak ngome..., diem. Jeni melihat Mei dengan tatapan serius.


"Astaga!" Mereka kompak kaget dan mulai menjauh dari tempat itu.


"Kok gue baru tau sih, Mei?"


"Masa? " Mei gak percaya kalo Jeni baru tau.


Jeni hanya mengangguk gue baru tau tadi. dengan suara sepelan mungkin.


"Itu tuh belum seberapa sama yang kemarin!"


"Emang kemarin dia ngapain?" tanya Jeni penuh selidik.


"Yang kita liat tadi di cuma cium... kan, kalo kemarin lebih dari itu. " what " kecilkan suara lo ntar dia dengar bisa kena kita. iya.. ya.


"Jadi mereka udah itu.. udah deh jangan nyeritain dia deh gue risih jadinya, Mei mulai meninggalkan Jeni, "Jangan bilang lo masih suka sama tuh cowok dan lo masih mengharap dia!" Jeni berbicara blak-blak kan. "Gue gak mengharap sih. cuma aneh aja rasanya, Klara kok bisa ya ngelakuin itu padahal kan dia mantan gue?" Mei memasang wajah prustasi. Gue tau lo masih ngarep mantan lo itu kan karna dia masih sering telponan ama lo.

__ADS_1


" uda deh usah bahas itu lagi, mending kita pulang yuk. Mei menarik tangan Jeni sampai ke gerbang depan sekolah.


__ADS_2