
Mita duduk di tempat pribadi cafe milik nya, tempat yang hanya akan di masuki oleh orang penting saja. "Bahkan para pelayan pun di larang memasuki tempat ini kecuali ada hal mendesak. tempat ini berada di lantai dua, sengaja di di rehap di sini agar tidak terlalu mendengar para obrolan para pengunjung cafe.
Mita lagi menghitung data keluaran dan masukan bulan ini, sesuai arahan sang bunda tadi. ia di temani dengan semangkuk ice coklat di depanya, dan makanan ringan yang ia pinta di salah satu karyawan sebelum masuk ke tempat ini. tak memerlukan lama pekerjaan nya pun selesai, di selang waktu kosong nya, Mita sempat kan menonton televisi sampai datangnya Bella.
Tret.. tert..
Dengan cepat dan lihai Mita membuka pesan yang baru saja masuk di ponsel nya. Mita tersenyum ternyata pesan dari Bayu.
_ Bayu
13:11
Gue main kerumah
14:02
Lo dimana, mata gue capek nyari keberadaan lo
Tanpa membalas pesan dari Bayu. Mita berjalan keluar dari ruang pribadi ini, dan mencari sosok Bayu berada. Mita tersenyum, tak perlu waktu lama menurutnya untuk mencari kebenaran Bayu.
Mita berjalan menembus kerumunan orang orang yang ada di cafe ini, "Bay.." Sapa Mita dengan tangannya kanan yang melambai ke arah Bayu, lambaian tangannya terhenti ketika melihat Bayu yang tak sendiri.
"Lo sendiri?" Tanya Bayu yang menghentikan lamunanya, "Eh.. Apa?" tanya Mita dengan minik bingung.
Bayu tertawa kecil, " Ini akibat kecantol kegantengan gue kan, sampe melamun mulu!" ucap Bayu dengan mengelus puncak rambut Mita, "terlalu percaya diri lo!" yang menjawab bukannya Mita melainkan Ari.
Ari berjalan mendahului kedua Bayu dan Mita yang masih sibuk mengobrol, "Kok tau gue disini?" tanya Mita yang berjalan beriring dengan Bayu menuju meja yang sudah di duduki oleh Ari. Bukanya menjawab Bayu malah berhenti dari langkah nya, Mita menaikan alis bingung.
"Karena gue punya kontak batin tentang lo!" ucap Bayu dan pergi setelah mengatakan itu.
"Aneh!" jawab Mita dan berlari mengejar Bayu yang sedah mendahului dirinya.
__ADS_1
"Bay, lo janjikan ya, sama Ari?" tanya Mita setelah menyusul Bayu. "Gak, cuma kebetulan jumpa di depan cafe sekalian deh gue ajak Ari masuk bareng gue," Jelas Bayu lagi. Mita menggapi dengan mengangukkan kepala.
"Kenapa?" Kini bayu yang gantian bertanya. Mita menjawab dengan senyum. "Cuma kepo aja!" Jawabnya dan berlalu meninggalkan Bayu.
Tampak Mita dan Bayu saja yang terdengar suara nya, sedang Ari ia sibuk dengan ponsel di tangannya. dengan sesekali menyesap jus di di depannya.
sesekali Mita melirik ke arah Ari. perasaan nya mengatakan dan merasa kalo Ari kak lagi ada ada masalah, tampak dari raut wajahnya dan gerak gerik dari penampilan nya.
"Kak..!" Pangil seorang pelayan wanita ke Mita. Mita sempat lupa apa tujuannya datang kemari, Mita menujuk dirinya, "Pelayan wanita itu sedikit berbisik dan di anguki kecil oleh Mita.
"Bentar lagi gue Kesana!" Jelas Mita, dan setelah nya pelayan wanita itu mulai pergi dan melayani para pengunjung cafe. Namun kembali lagi, tapi bukan untuk Mita melainkan Ari.
"Ari kan? Lo kemana aja, kok gak ada kabar, selama dua bulan terakhir lo kerja di sini?" Tanya pelayan tadi yang memiliki nama Tia.
Bayu tak menjawab pertanyaan dari orang yang baru saja menanyai nya, ia hanya melihat sekilas dan kembali pokus ke ponsel.
Bunkanya berhenti bertanya Tia malah mangkin banyak bertanya. "Ibuk, aja kangen sama lo, tapi lo sih ngilang gak rada bilang." Ucapnya lagi.
"Gue balik luan ya," Bayu juga sempat sempat nya mengelus kepalanya Mita sebelum pergi.
Kini Mita memandangi Tia dengan penuh tanya. "Tia ikut saya!" Jelas Mita dan berjalan menuju lantai dua.
"Jelaskan, tadi maksudnya apa?" tanya Mita setelah ia sudah berduduk. sedang Tia berdiri di depan Mita. "Ari itu sama seperti saya, kita sama sama karyawan di sini, tapi Ari cuma kerja sekitar tigamingguan gitu, dan hilang gak ada kabar gitu aja sampai sekarang, dan tadi baru liat lagi!" Jelasnya masih dengan wajah menatap lurus ke bawah.
"Maksudnya Kak Ari kerja di sini gitu?" tanya Mita lagi karena merasa belum mendaotkan penjelasan yang pasti. Tia mengagukkan kepala seakan membenarkan ucapnya dan pertanyaan Mita barusan.
Mita gak habis pikir ternyata Ari pernah bekerja di sini, "Sebenarnya lo kenapa sih ri..!" ucap Mita yang masih bingung atas tingkah Ari.
Kalo lo gak kenal sama Mita, tapi kenapa harus gak kenal sama bunda, apa lo marah ke bunda atau lo emang sengaja?" Mita menanyai dirinya sendiri. Sampai ia tak sadar jika sedari tadi ponsel nya terus terusan berdering.
Merasa haus Mita turun ke bawah ingin mengambil minuman. setelah meminta buatkan jus mangga dan kue coklat, Mita menjadi malas jalan ke atas. Ia memutuskan untuk duduk di salah satu kursi di pojokan.
__ADS_1
langkahnya berhenti ketika seseorang memanggilnya.
"Mbak, kelewatan. di sini mejanya," Mita memasang muka datar, "Jus mangga sama kue coklat kan?" tanta nya lagi. "Mita mendekati orang yang baru saja mengebut nya dengan panggilan mbak.
"Tinggal boba rasa taro dua, sama nasi goreng nya dua ya kak." ucapnya lagi. "Mita menggeleng menyadari jika dia di anggap seorang karyawan di sini, mata Mita melihat ke seisi ruangan, penuh dan sibuknya para karyawan di sini mengharukan nya meladani orang di depannya ini. "Bentar ya kak, saya ambil ke belakang!" ucap Mita dan berbalik ke arah dapur.
"Kak!" Mita menoleh. "Cappucino bland nya satu lagi ya," ucapnya dengan mengerakan tangan dan menujukan satu jarinya. "Iya," jawab Mita dan sedikit berlari ke arah dapur. "Bisa di anggap pelayan beneran kalo gue jalannya lama."
Mita membantu orang dapur menyiapkan apa saja yang akan ia bawa ke depan nanti.
"Setelah memberikan pesanan tadi, Mita kembali ke dapur ingin mengambil minuman untuk nya, tapi lagi dan lagi orang orang di sini menganggap nya seorang karyawan, dengan rasa malas jika menolak Mita pun menuruti, "Aneh.. gue kan gak sekapel sama meraka bajunya, masa ia gue di anggap karyawan." guman Mita yang masih saja bolak balik melayani para pelanggan.
"Beb, kue rasa stroberi nya dua, sama fanta susu nya satu ya!" ucap seorang cewek dengan suara yang cekikikan. "Itu aja kak. setelah mengatakan itu Mita menggeleng menyadari jika yang sedang di layaninnya adalah Bella.
"Rese lo!" Kesal Mita dan mendapat cekikikan kecil dari Bella. "Gimana enak gak jadi anak baru!" ucap Bella dengan sengaja menyentil tanganya Mita.
"Enak," jawab Mita bohong, padahal dari tadi ia ingin duduk menikmati jus mangga dan kue, tapi hingga saat ini tak sedikit pun air masuk ke tenggorokan miliknya.
"Kak saya pesan gak pakai keju," ucap seorang cowok yang bisa di bilang seusia dengan Mita dan Bella. ia berbicara dengan Bella.
Mita mulai menghindar dan melihat wajah kesal Bella yang juga di anggap karyawan oleh cowok tadi. "Gue bukan pelayan di sini tapi gue pelanggan di sini!" ucap Bella ketus dan meninggalkan begitu saja orang yang mengatai dirinya pelayan.
Setelah kepergian Bella dari meja tadi. terdengar tawa dari meja tersebut ,tak tertawa ketika melihat Bella kesal, atau tertawa karena temannya yang salah memanggil orang.
Malamnya
"Bel, lo pulang atau nginep sini aja?" tanya Mita yang baru saja keluar dari kamar mandi. "Nginep ah, capek gue!" jawab Bella yang masih sibuk berbedak di depan cermin. wajah Bella membalik melihat Mita, "Lo pake baju saha?" tanya Bella di iringi tawa.
Mita melihat dirinya dari atas ke bawah dan ikut tertawa ketika sadar memakai baju yang kebesaran. "Gak tau, tapi gue dapet di dalam lemari," tunjuk Mita dengan mata yang menujuk ke arah lemari.
"Warna pink, gambar dora, celana pendek, udah mirip bocil lo!" ucap Bella yang setelah nya tertawa bersama. "Lo sendiri gimana?" tanya Mita yang melihat pakaian Bella. Kini keduanya tertawa lagi menyadari pakaiyan mereka masing masing. "Udah deh cocok kita due jadi bocil." ucap Bella yang di angguki kepala dengan tawa yang masih menjalar di seisi kamar.
__ADS_1
Jangan lupa dukungan nya ya, kasih like, vote, dan komentar, makasih buat yang beri