Brother And Love

Brother And Love
bab 103


__ADS_3

Beberapa hari berlalu begitu cepat, Pagi itu suasana begitu cerah, membuat siapa saja yang beraktipitas seperti biasanya dengan semangat. Salah satunya Ari. Ari yang lengkap dengan seragam sekolahnya berjalan dengan gaya coolnya, siapa pun yang melihat nya pasti akan langsung memuji ketampananya.


Tatapannya yang tajam nan dingin membuat orang yang melihatnya menjadi saling tatap. Langkah Ari berhenti kala melihat Mita yang berjalan pelan di depannya. Ari mempercepat langkah kakin


ya.


Saat sudah berada tepat di belakang Mita. Ari langsung mengelus puncak rambutnya diiringi langkah yang sejajar di sampingnya Mita.


Mita sempat kaget, namun setelah tau siapa yang berani berbuat seperti itu padanya, hanya tersenyum tipis diiringi dengan mencubit badannya Ari. Hal ini membuat beberapa siswi yang berlalu lalang bertanya tanya tentang hubungan Mita dan Ari.


Apalagi selama ini Ari terkenal dengan cowok kaku nan cuek, bukan terhadap cewek aja, cowok juga hampir sama hanya beda beda tipis saja. Jadi wajar saja banyak yang penasaran dengan sosok Ari. Bukan hanya Ari saja, akhir akhir ini juga banyak yang mengagumi Mita karna perubahanya saat ini.


Ari yang tadi berjalan cepat menuju kelas terhenti kala melihat Mita dan Ari yang tertawa. Ia memegangi dadanya. "Kok gue merasa sakit ya, sakit yang pernah gue rasa saat melihat Rika dekat sama sepupunya?" Bayu bertanya tanya dalam hati.


Ia kembali melangkahkan kakinya dengan lebih cepat dari sebelumnya.


Bella berdehem di belakang Mita dan Ari. "Aduh pagi pagi gini ada yang nyasar nih!" Sindir Bella ke Ari. "Gue balik ke kelas dulu, ntar bel gue jemput lo Key!" Ari berjalan meninggalkan Mita bersama dengan Bella.


"Yah.. pergi beneran abang lo, padalah gue becanda!" Ujar Bella. Mita melihat Bella dengan mata yang menyepit. "Lo gemuk ya Bel!" Ujar Mita dengan cubitan di pipinya.


"Gue! gemuk?" Tanya Bella dengan wajah khawatirnya. ia berjalan pergi meninggalkan Mita di tempat. Mita menggelengkan kepalanya


"Enak ya, punya abang cool dan terkenal!" Suara Dira yang baru saja nimbul di balik pintu. "Tadi Kak Ari, Bella, sekarang Dira, setelah Dira siapa lagi ya?" Tanya Mita dalam hati.


"Bisa dong gue daftar, btw gue kn dekat sama dedeknya!" Dira mengedipkan matanya sebelah. Mita berjalan dua langkah ke arah Dira. tangannya terulur memegang keningnya Dira.


"Lo sarapan apa sebelum pigi, pagi pagi gini kok ngomongnga nyelantur!" Mita berucap dengan tatapan yang sama saat ia bersama dengan Bella tadi. Dira menurunkan tangannya Mita yang menempel di keningnya. "Lo kira kening gue sebagai lem kertas apa?" Ujar Dira.


"Tapi kalo gue inget inget gue tadi sebelum pigi makan angin deh!" Jawab Dira dengan songong.


Mita menggelengkan kepalanya. Ia menarik Dira agar pergi ke kantin. "Woi pada mau kemana?" Jerit Amel yang dari jarak dua meter dari keberadaan mereka.


"Kampret lo, kita tuh di sini bukan di asia sana, jadi gak usah jerit jerit, kuping masih di peke jadi tolong kurangi nada suara!" Omel Dira.


"Ikut Mel ke kantin?" Tawar Mita. "Ah.. lo kayak kagak kenal gue aja, gak pala lo ajak gue juga langsung ikut!" Amel langsung menggandeng tanganya Mita dengan manja.


"Pantas si Deni kebanyakan ngeluh di waktu pacaran dari pada sebelum pacaran. ternyata dan ternyata, sikap lo macam bocil.


"Enak aja lo katain gue bocil, jelas jelas lo gak mau pulang saat ngapel sama Prans kalo gak di panggil ayang!" Balas Amel dengan tertawa kecil.


"Enak aja.. jelas jelas lo yang cerita ke gue kalo lo suka sama Deni karna gombalannya, tapi si Deni belum menentuka n hubungan sama lo, sampai sampai lo nangis saat tau kalo Deni baru aja nembak cewek lain, tapi untungnya

__ADS_1


di tolak, dan kagetnya bisa bisanya lo bisa jadian!" Dira berucap dengan penuh rasa puas di hatinya.


"Udah?" Hanya satu kata yang keluar dari mulutnya Amel.


Melihat sekitarnya yang panas membuat Mita mengambil kesempatan. Ia berjalan menjauhi dua manusia yang sejak tadi membuat mata dan telinganya harus disko.


...


Bel pulang sekolah. Mita sudah setia menunggu di depan pakiran sekolah dengan beberapa siswi lainnya. Bella sudah pulang bersama dengan Eka, dan dua temannya juga sudah pulang lebih dulu. hanya tinggal Mita sendiri yang masih menunggu Ari di parkiran.


"Ayo!" Tiba tiba saja Ari sudah muncul di depannya dengan motornya. Mita terdiam, sesaat ia memandang Ari dari atas ke bawah. "Ayo naik jangan diem dengan padangin gue, karna gue gak suka mengnggu.. tapi suka di tuggu!" sambung Mita yang langsung naik ke atas motor.


"Kenapa gak naik mobil aja Kak?" Mita bertanya dengan suara yang terdengar tersendat sendat karna kencangnya motor yang di bawa oleh Ari.


"Pegangan!" Jerit Ari dengan lantang. "Mita yang mendengarnya langsung memeluk Ari dari belakang. "Apa lo peluk juga saat lo di bawa sama Bayu?" Tanya Ari dengan sengaja. "Iya... tapi gak sedekat ini!" Jawab Mita jujur.


"Kak.. Mita menghela nafas sebelum melanjutkan ucapnya. "Kapan kakak jumpai bunda?" Akhirnya kata yang sejak beberapa hari ini ia tahan keluar juga dari mulutnya.


Ari yang mendengar jelas suara Mita di belakangnya, terdiam sejenak. "Besok gue kerumah!" Ujar Ari pelan. Mita mengulun senyum di bibirnya.


Berberda dengan Mita yang mulai merasa bahagia dengan orang di sekitarnya. Jauh dari keterangan, terlihat seorang gadis cantik yang sedang menitikkan air matanya, kedua lututnya di tekuk diiringi pelukan kedua tangannya. Sudah berhari hari ia berada di dalam kamarnya. degan keadaan yang tak terurus. Semenjak papinya tau tentang kehamilannya, Ia tak diizinkan keluar dari kamar, ia kena amukan habis habisan oleh Pipinya. Ia memang anak tunggal satu satunya di kelurga ini, namun semenjak kematian Maminya waktu ia berusia lima tahun, membuatnya kehilangan kasih sayang dari seorang Papi, dan semenjak Papinya yang menikah lagi yang mendapatkan seorang putra, ia bagaikan sebuah sampah dalam keluarganya.


Hidupnya yang tak diperdulilan dan kurang kasih sayang membuatnya menjadi bebas sana sini. sampai kejadian yang tak ia sangka atas ulah yang ia lakukan membuat Pipinya marah besar. bahkan sempat akan mengusirnya


...


Mita yang sudah lama tak mendapatkan kabur dari Klara, memilih menjenguk Klara. Ia sudah berdiri di depan pagar menunggu gojek yang tadi ia pesan. Sambil menunggu ia sempat kan membuka grup para gilr alay. Ia tak ada niatan untuk membalas setiap pesan yang dikirimkan dalam grup. Ia hanya menggelengkan kepalanya.


"Ada ada aja, masa melet pake semur jengkol!" Ujar Lala dan terus melihat ke bawah.


_Bella


Mentang mentang punya kakak, yang lain tersingkirkan 😰


_Dira


mentang mentang di sukai cowok gantang, gue di asingin😒


-Amel


Lo dua masi mending. lah gue.. baru jadian beberapa minggu, serasa berstatus jomlo😩

__ADS_1


_Dira


Aduih.. casian banget deh mbak Amel.. korban jomblonya ke bawa sampai ke masa pacaran😳😳


_Bella


Aduh mbak, salah curnat dehc😎😎


_Amel


Kampret lo pada.. awas mengalami hal yang sama


_Dira


"Tenang aja mbak.. dah gue pelet dia, pake semur jengkol wkwk


_ Bella


Kenapa gak pake pelet ayam aja sih mbak. kan lebih gampang nyrinya.


_Amel


Kenapa pada jadi mbak sih, kenapa gak oppa aja!


_Dira


Idih.. kita cewek atuh.. bukan abang abang


_Bella


Atmin mana nih, kok gak nimbul nimbul?


_Dira


Seketika jadi orang sibuk


_Amel


Sama kek lo, sibuk ngurusin hidup gue,😪😪


_Mita

__ADS_1


Hai.. para mbak mbak, gimana udah pada rindu ya sama Mita😄😄


Obrolan melalui chat pun terus berlanjut sampai ojek yang Mita pesan muncul di depannya. Mita menyimpan pendeknya dan mulai menaiki motor.


__ADS_2