
Setelah kejadian dua minggu lalu, Klara dan kedua temannya sudah jarang berurusan sama yang namanya Mita, walau sempat juga membuat Mita kesal tapi masih bisa di maklumi, apalagi sekarang Bella selalu menjadi Mita dengan ketet.
"Satu minggu lagi, ujian semester ganjil akan segera dimulai, ibuk harap buat kalian semua belajar dengan rajin, dan mempersiapkan semuanya sebelum ujian menyusul" Buk Noni menjelaskan. "Jangan sepele sama yang namanya ujian, ingat walaupun ini bukan ujian kenaikan kelas, ibuk harap kalian serius dalam mengikuti ujian yang akan dilaksanakan dua minggu lagi."
"Baik, buk!" Siswa/i menjawab dengan serentak.
Setelah Buk Noni keluar dari kelas Mita, seisi kelas ricuh akan kedatangan ujian yang akan mendatang. Tak kecuali tiga orang cewek yang duduk di ujung kelas, yang sibuk dengan ponsel dan berdandan, hal yang wajib di lakukan ketiga cewek tersebut sejak sekarang, ia adalah Klara, Jeni, Mei. Walaupun sekarang jarang mengganggu Mita, bukan berarti mereka tak berhenti untuk menggangu, malah mangkin ngelunjak, adek kelas sasaranya, tapi masih sama kaya dulu gak berani ngadu sama sekali.
"Ah..! Gue gak lupa bawa duit! pinjam duit lo dong!" pinta Dira ke Amel. "Berapa? Kalo seribu ada!" jawab Amel membuat Dira mencebik kesal. "Seribu? Emang lo kira sekarang masih jaman presiden abdurrahman apa?" Cebik Dira dan langsung berlari setelah merampas uang sepuluh ribu di tangan Amel. Amel pun mengejar Dira yang berlari menuju kantin.
Mita dan Bella hanya tertawa kecil melihat tingkah dua sobatnya.
Kini mereka berempat sudah duduk manis di bangku panjang tempat biasa, sambil bercanda canda ria atas kelakuan Dira yang menceritakan tentang tetangganya.
"Gue serius!" Ucap Dira menyakinkan ketiga temannya. "Emang kita bilang gak percaya apa? Jawab Amel yang berada tepat di samping Dira. "Muka lo Mel gak meyakinkan!" balas Dira.
"Udah Dir! lanjut aja seru nih!" Kesal Bella merasa terganggu karana Amel. Jadi gue bilang gini "Dek bukanya pake gigi kalo gak bisa, jangan di **** ****!" Trus si adeknya bilang gini, "Kak dira gak bisa!" pas mau gue ambil tuh jajan di tangannya, asli woi ences semua jajanya. "Gue jijik bawaannya kan! pas pula si gentong yang kemarin gue ceritain itu, lewat bawa sepeda, langsung gue panggil aja tuh! "Dia nanyak kenapa kak?" gue jawab lo jagain benar ya si anas, gue mau boker bentar, titip bentar, sekalian ya. bukain jajanya si anas, gue dah kebelet banget.
Gue tinggal aja tuh si gentong sampe malem. sampe malem gue gak keluar rumah, gue ketawa aja ngintip dari jendela, kena kerjain lagi tuh si gentong. Tapi yang namanya niat licik gue kena omel sama kakak gue kegara si gentong nganu kalo dia di kerjain. gue di suruh nganterin gentong ampe rumahnya, dan sialnya lagi gue jumpa Prans, awalnya gue pura-pura gak liat tapi matanya jeli wow. naseb gue pake baju daster jadi kepergok deh sama Aaa.. Prans. Kalo gue tau si Prans bakal lewat pasti dandan dulu. tapi kan gue cuma nganter Gentong jadi pake daster gak masalah, apalagi cuma tetangga kelang serumah.
Mereka tertawa mendengar cerita Dira. "Makanya jangan suka pake daster kalo keluar rumah! kan apes kalo jumpaan gak terduga sama doi!" ucap Bella di sela tawanya. dan di angguki oleh Mita dan Amel.
•
Kini Mita sudah berada di depan rumahnya Bayu, kemarin Bayu mengajaknya main ke rumah, sudah yang ke empat kalinya Mita menolak dan gak mungkin kan ia menolak lagi, Mita pun akhirnya mengiyakan.
"Kok malah diem? ayok masuk?" Bayu sudah membuka pintu rumahnya namun melihat Mita yang hanya diam menunduk di ambang pintu membuatnya keheranan. "Udah tinggalin aja sandalnya di situ gak bakal ilang kok! aman dari copet di sini!" ucapan Bayu barusan membuat Mita jadi malu. sebenarnya ia bukan takut sandalnya ilang melainkan masih cangkung untuk masuk, apalagi ini yang pertama kalinya Mita di ajak seorang cowok main ke rumah, walaupun tau kalo Bayu bukan cowok seperti yang kebanyakan di luar sana.
'he'em' Mita mengikuti Bayu dari belakang, layaknya seseorang yang akan di amankan setelah kepesidangan.
__ADS_1
"Assalamualaikum, Mi..!" sapa Bayu seraya menyalami sang Mami, "Waalaikumussalam" jawab Mamiya, mata maminya Bayu menatap ke arah Mita lalu kembali menatap Bayu dengan banyak tanda tanya.
Mita menyalami Maminya Bayu, sebelum Bayu menjawab pertanyaan maminya. "Sore tan!" sapa Mita dengan senyum ramahnya. "Nama kamu siapa?" tanya Mami Bayu dengan senyum yang tak kalah ramah.
"Mita, tan!" ucap Mita dengan posisi masih sama seperti tadi. "Ooo.. jadi kamu yang namanya Mita, Mami Rosi menepuk pundak Bayu pelan, dengan mengedipkan sebelah mata. "Mi..!" Bayu merasa bingung dengan maksud maminya.
Udah sono buatin minum, usir Mami Rosi dengan gerakan tangan kirinya, sedang tangan kanannya menuntun Mita untuk duduk di sofa tamu.
"Itu hukuman karna gak kasih tau kalo bakal ada tamu 'Manis'
"Bayu itu sering banget ceritain kamu, katanya kamu manis, waktu itu mami masih masak bolu kebetulan kurang manis, trus mami bilang "Minta dikit dong Mitanya biar bolu mami ada manis manisnya, biar gak terasa tawar banget!" Bayu malah bilang gini, "Jangan dong mi! Manisnya cukup sama Bayu aja!" mereka berdua tertawa tapi tak lama berhenti ketika Bayu dari dapur memanggil.
"Mi..! gimana cara buat nya?" teriak Bayu dari balik pintu. "Aduh ganggu Mami aja!" kesal mami Rosi, karena pertanyaan Bayu. "Udah gede masa gak bisa buat teh, heran deh!" Mami Rosi berdiri dari duduknya dan berjalan mengarah ke dapur. Mita tersenyum kecil ternyata maminya Bayu gak seperti yang ia bayangin. dan malah sikapnya persis seperti Dira. jadi ingat Dira!
"Sayang!" Mita melihat ke belakangnya.
melihat Mita yang malah bingung siapa yang dipanggil membuat Mami Rosi mengebut kan nama Mita. "kamu Mita sini!" Mami Rosi memanggil Mita untuk mendekat. Mita menunjuk dirinya "Iya sini sama mami!"
"Mami?" tanya Mita pada dirinya sendiri.
"Udah sana! biar Mami sama Mita aja yang buat!" Mami Rosi mengusir Bayu dari dapur.
"Awas mami gue cerewet!" Bayu sempatkan berbisik lalu pergi dari dapur.
"Kita buat bolu pisang ya! Mita suka bolu pisang kan?" tanya Mami Rosi sambil memantikan air yang sudah mendidih. "Suka Tan!" ucap Mita dengan gerakan bibir. "Gak usah tan! sayang, pangil Mami aja!" Mita menganguk sebagai jawaban.
"Mami paling hobi sama yang namanya masak, jadi kalo pas dirumah gini pasti masak aja ngindamnya!" Mami Rosi memasukkan kue kacang ke dalam toples karena tadi sempat tertunda akibat kedatangan Mita dan putranya. Mita mengenguk sambil terus mengupas pisang didepanya.
"Apalagi tan.. eh Mi. Mita masih sedikit gagap berhadapan dengan Mami Rosi di depannya.
__ADS_1
"Aduk dulu ya! Mami mau ke kamar mandi dulu, kebelet!" Mami Rosi langsung berlari menuju kamar mandi.
Mita tertawa melihat tingah mami Rosi yang masih di bilang ke asyikan puber, padahal udah punya anak gede! tapi serasa masih remaja. logat ngobrolnya pun gaya anak remaja seusia nya.
"Gimana? cerewet gak mami gue?" tiba-tiba Bayu muncul di samping Mita membuat Mita hanya geleng kepala kesal.
Cutt..
Bayu dengan sengaja mencubit kedua pipi Mita yang langsung memerah karena ulahnya.
"Gue suka kalo pipi lo merah jadi terkesan mirip bakso mercon! bukan bakso mercon, melihat Mita yang memasang wajah semangkin kesal, Bayu langsung menyambung ucapanya. maksudnya bawa hatiku memelui hatimu!"
"Bukanya minta maaf atas ulahnya malah mangkin gegoadiin aja! untung garing kalo gak udah mau jadi mercon beneran nih muka!'' Batin Mita kesal tapi suka.
"Ehem.. "
Keduanya melihat ke arah suara. Mita serasa malu seperti kepergok berbuat yang aneh aneh sedang Bayu bersikap biasa saja, sambil mengambil kue kacang yang yang terletak di atas meja.
"Enak gak?"
"Gak enak mi! gak ada pemanisnya!" setelah mengatakan itu Bayu berlari keluar dapur. "Dasar anak muda jaman sekarang suka cewek manis tapi ngegombalinya melalui orang lain!"
Ucap Mami Rosi masih bisa di dengar oleh Mita.
"Satu jam berlalu, setelah bercanda di ruang keluarga sambil ngemil kue kacang, sama bolu yang kemanisan, di tambah susu coklat dan obrolan hangat membuat suasana seperti sebuah keluarga kecil namun terkesan besar.
"Pulang ya Mi!"
"Iya! ini bawa jangan lupa! buatan kita berdua" Mami Rosi membungkus roti, dan memberikan nya ke Mita.
__ADS_1
"Sering main ke sini ya! biar rame rumah mami!" Mita menjawab dengan anggukan kepala. setelahnya Mita pun pulang di antar oleh Bayu sampai ke rumah nya.