Calon Makmum Putra Kyai

Calon Makmum Putra Kyai
Bercanda Bersama ><


__ADS_3

Kholil sekalipun tidak memalingkan pandangannya dari ida. gadis itu merasa gugup dan salah tinggkah. takut senang gugup semua campur aduk jadi satu di perasaanya.


selama acara makan mereka sangat tenang tanpa bicara apapun. ida hanya bisa menunduk untuk menghidari tatapan kbolil. nafik dan alwi hanya bisa menikmati tontonan romans geratis tersebut. setelah itu obrolan di lanjut di ruang tamu. ida sudah memakai cadarnya lagi.


"bagai mana akhi....?" tanya alwi ingin memastikan.


"trimakasih sudah meyahkinkanku" kholil berusaha senyum.


"lalu lamar lah ida....!" printah alwi serius.


untuk beberapa saat suasana menjadi sangat tenang dan hening. ruangan yang hangat itu menjadi dingin srmua duduk diam matung menunggu kholil memulai percakapan mengungkap isi hatinya.


"bismillahirohmannirrohim..... wahai... wanita calon penghuni surga. ... aku bukanlah orang yang kaya aku bukan putra siapa siapa. ... aku juga tak punya rupa yang menawan... aku ini juga.... orang yang papa masih hidup dalam kesusahan tapi karena niat baik tidak boleh di tunda Ku pinang kau dengan BISMILLAH......" kata kholil sambil menahan gugup dan gejolak dalam hatinya.


rasanya seperti menahan kencing. sangat gugup takut kawatir dan entah apa lagi.


"jawab lah ida!" minta nafik yang duduk di samping ida


"aku tak mencari harta... tahta... dan rupa. ..yang ku inginkan adalah pria shokleh yang bisa membimbing ke surga....harta bisa di cari. ... tata akan direbut rupa akan hilang. ... jadi kuterima pinangan mu akhi...." jawab ida agak terbata bata. dia juga merasa gugup dadanya berdetak kencang.


"alhamdulillah. ..." ucap semua.


nafik, merasa sangat terharu dengan suasana romantis ini. tak terasa dia menangis. air matanya luluh jatuh membasahi pipi alwivmemeluknya dan menghiburnya.


khalil merogoh sakunya mengambil kotak bludru warna biru.... ada sebuah cincin indah di sana. walo bentuknya sangat sederhana tapi karena ketulusan maka menjadi special. tanganya sedikit bergetar gugup. dan badah karena keringat.


nafik membantu membantu. memakaikan cicin di jari ida. sebagai lambang saling pengikat hubungan mereka berdua.


"kamu terharu ya bidadari?" tanya alwi sambil menatap nafik.


"nggak..." elak nafik mengelak.


"lho...tapi kok nanggis?" alwi binggung


"hanya iri saja..." jawab nafik bercanda.


"iri kenapa mbak?" tanya ida.


"kalian tadi lamaran romantis tapi kok aku nggak pernah mendapatkan perlakuan seperti itu" nafik menatap alwi denga mata sayu.


"he..apa maksudnya?" tanya alwi sambil tertawa kecil.


"habib tidak romantis...." kata nafik lagi.


"masa semua yang habib lakukan itu tidak romantis sekali. " protes alwi.


"habib nyanyi di pernikahan kita. ... panggilan khusus. ... " tambah alwi menjelaskan semuanya.


"waktu itu aku tak dilamar.." kata nafik kesal mode bumil manja.

__ADS_1


"la kamu ngajak taruhan dalam 12 jam minta di kawin" jawab alwi asal sok cuek.


"hus... menikah" protes ida


"iya menikah...'' alwi meralat dan membenarkan.


"dalam 12 jam.....?" kholil ikut bicara dan bertanya.


"iya.... dulu kan mbak nafik jodoh in sana pria lain" jawab ida melirik kholil yang duduk di depan nya.


"tapi cintanya mbakmu mentok ke kakak" alwi main mata mengoda istrinya.


"pedenya...." nafik manyun di balik cadar nya.


alwi tertawa membuat nafik gemes mencubit pingang alwi. sampai pria itu mengaduh kesakitan.


" emang bener kan ... zaujah tidak bisa kehilangan zaujie...." goda alwi lagi sambil mengelus perutnya.


"pede...nya kelewatan" nafik mulai kesal.


"nggak ngaku...." ledek alwi.


"jadi siapa yang ngejar siapa?" kholil penasaran


" beliau..." tunjuk nafik pada alwi.


"nggak kamu... kan ķamu yang ngajak taruhan sama aku dan amar untuk cepet cepet nikahin kamu" alwi membela diri.


" oh... jadi kakak duluan yang nyatain cinta. .. dimana?" ida main mata pada alwi.


"di kamar kamu " jawab nafik cepat


" kamar aku kapan?" ida penasaran.


"kapan.?...waktu kamu ikut pergi dengan abi umi ke rembang acara nikahan gus nizam" urai alwi menjelaskan


"oh.... waktu hasim alergi. ... kok aku tak tau.... jadi karena itu mbak ngajak kawin lari" ida manggut manggut.


" kawin lari...?" kholil kaget.


" iya... akhi.... sehari sebelom mereka nikah mbak nafik ngajak kak alwi kawin lari" cerita ida semangat.


"itu kan tes... dia serius nggak... cinta sama aku... atau cuma main main..." nafik menjelaskan.


" lalu gus setuju?" kholil menatap alwi penuh rasa penasaran.


"tidak...." jawab alwi.


" di tolak mentah mentah. ..." tambah nafik sarkasme.

__ADS_1


"lalu kalo aku setuju apa jadinya" dalih alwi


"jadi kakak tau saat itu cuma di tes....?" tanya ida.


" tadinya tidak... aku kira dia serius... tapi saat dia mengajukan pertanyaan yang sama dengan ku pada amar aku baru sadar kalo dia lagi tes dan taruhan dengan ayahnya" cerita alwi.


" dan aku yang menang" jawab nafik senang.


"kita.. yang menang" alwi mencubit pipi istrinya mesra.


"ih...sejak kapan coba jadi aku kamu?" protes ida


"sejak..... ngobrol sama kalian" jawab al.


"jadi itu yang di bilang sekali kali meu mengejar tidak di kejar" kholil mengingatkan nafik.


" kamu masih ingat" nafik senyum.


" tentang apa,,,?" alwi penasaran.


"dulu mbak nafik pernah bilang kalo mau cari suami yang pantas di kejar. bukan yang di mengejar" cerita kholil.


"jadi abi pantas di kejar dong..." alwi merasa bangga.


"pedenya... kan bibi yang nembak mimi duluan." protes nafik.


"tapi kan mimi yang ngajak nikah duluan" alwi mengingatkan.


"jadi bibi nyesel.... ya sudah nanti malam tidur di dofa saja" nafik berdiri dia merasa lelah banyak ngbrol dan kesel.


"eh.... jangan dong bumil sensi amat sih" bujuk alwi mengikuti nafik ke kamar.


"siapa suruh mulai". Kata nafik.


nafik meninggal kan mereka menuju kamar. nampaknya emosinya lagi naik. segera alwi menyusul meninggalkan ida bersama dengan kholil sendirian. biar mereka saling bicara dari hati ke hati.





♥.




__ADS_1



__ADS_2