Calon Makmum Putra Kyai

Calon Makmum Putra Kyai
Nafik Merasa Bosan


__ADS_3

Alwi sibuk dengan beberapa arsip dan matanya dari tadi terpaku di depan leptop sedang nafik nampak bosan tidak melakukan apapon. urusan resepsi pernikahan mereka di urus orang tua. surat surat dan keperluan nya untuk kuliah sudah beres tinggal berangkat.


sesekali alwi melirik melihat tingkah istrinya. nafik hanya diam kadang mendesah menarik napas


"bosan.....?" alwi menatap nafik yang duduk di sebelahnya.


buku sudah di taro dari tadi. kitab yang di morojaah sudah di taro juga di rak hape tidak ada yang menarik sama sekali.


"habib katanya mau dirumah nemenin juga sibuk dari tadi" nafik memasang wajah manja memprotes kesibukan suaminya.


"sana jalan jalan...." alwi menaruh leptopnya di meja .pinta alwi menatap lembut istrinya.


"ke mana...?" nafik bingung atas permintaan sang suami.


" cari temen temenmu....!" pinta alwi


" malu....." nafik bingung.


apa yang akan di komen para santri setelah tau tentang pernikahan nya dan gus has kesayangan mereka


" kenapa malu.....?" slidik alwi


" bagai mana kalo komen para santri tidak suka" alwi mengerti kehawatiran nafik saat ini.


" apa mereka berani mencibir istri gus mereka..?"alwi tersenyum lembut

__ADS_1


"jadi aku boleh bertemu teman2 ku....?" nafik ingin keyakinan


"iya zaujahaku boleh" jawab alwi lembut


nafik pamit pada suaminya. lalu mencari umi untuk pamit. setelah di izinkan Nafik menyambangi pesantren mencari teman temannya dengan membawa jajan yang di belinya.


kemunculan nafik dari ruang tamu ndalem putri sudah menarik perhatian. semua santri menatapnya. yang ada di atas di dapur besar di aula tempat dia tidur dengan sahabat nya semua melihatnya penuh penasaran dan rasa rindu.


dari arah kebun nampak mar ah dan saudah berlari tergesa gesa setelah mendengar kalo neng lia sudah kembali bersana gus has . dia sangat senang padahal baru 1minggu tak ketemu.


"neng lia....." pangil mar ah kini dia mengubah pangilanya tak berani lagi memangil sekedar nama nafik


" mbak mar... mbk saudah...." nafik tak merubah panggilan. walo saudah kebih muda dia tetap Panggil mbak itu untuk menghormati dan menunjukkan rasa sayang.


alwi benar dengan nafik bertemu teman temannya rasa sepi dan bosan kini mulai hilang.


mereka bercengkram mengoda pengantin sampai wawancara bercerita tentang pernikahan


"sekarang pangilan sayangnya apa nih dek...?" umi salamah ingin tau


"pak al...." jawab nafik dengan muka datarnya kontan memancing tawa


" masak pangil pak...." protes semua


" seharusnya pangil apa?" nafik mempertahankan mimik dinginnya.

__ADS_1


" sayang kek.... sumiku..... pujaaku..." ajaran umi salamah


nafik hanya komen senyum tipis untuk mencairkan suasana yang mulai kaku.


" em.... sudah ML belom... dan gimana rasa nya...." ganti tiar yang ngocol


"belom.... selama di jepara gus ku suruh tidur di pesantren" jawab Nafik boong. dia hanya tidak mau jadi bulan bulanan teman nya


" apa. ... tega." ucap mereka semua melotot meng intimidasi nafik. dalam batin gadis itu teriak menang.


"masak pengantin baru kepisah....." protes mar ah


"ini namanya tak berpri kesuaamian...." ucapan sauah absurd semua mengeleng tak faham sama sekali debgan ucapanya


nafik tak mungkin kan nembicarakan hal seintim itu. itu akan jadi rahasia antara dia dan habibinya. tak akan di umbar ke hakayak rame.


walo sebenarnya mereka memang belom mekakukan apa apa. hanya tidur seranjang berdua.


?


?


?


?

__ADS_1


__ADS_2