Calon Makmum Putra Kyai

Calon Makmum Putra Kyai
Ida Maulidina As Salam


__ADS_3


Ning ida...


Gadis manis khafidz tidak pernah keluar rumah da bercita cita kuliah di mesir. akhirnya mimpinya terwujut berkat sang ipar.


dia menikah dengan cinta pertama iparnya dan cowok yang lebih muda 3tahun darinya. ida bertekat menikah atas anjuran sang kakak dan saat tau gebetanya menikahi sepupu nya tiar. ida tidak menyesal dengan itu.


Setelah kembali ida tinggal di rumah sendiri yang di buatkan abi. abi mengingat pengalaman nafik selama tinggal di kudus selalu di ganggu adik adik mereka. jadi abi dan umi sudah menyiapkan rumah yang tidak jauh dari pondok. ida akan mulai hidup mandiri menata rumah sendiri. rasa nyaman bisa tinggal di rumah sendiri.


pagi ini si kembar hasan dan husain membantu mbak mereka untuk pindahan mereka sudah nampak lelah dengan kegiatan angkat angkat. Mereka baru libur dari perkuliahan dan pondok mereka. si pendiam husain sudah hatam ngajinya dia juga akan rencana meneruskan kuliah si yaman sedang si hasan akan ambil kedokteran di jepang. walau tidak banyak yang mendukung negara tujuan hasan pemuda itu tidak perduli dengan semua penolakan itu.


Karena kelelahan mereka duduk santai di ruang tamu. ida menyiapkan minuman dingin dan cemilan. Mereka ngobrol sambil nyemil dan minum.


"mas. .. malam ini kita nginep ya" izin hasan sambil menaruh gelas di meja.


"iy..." kholil hendak menjawab.


"tidak boleh... nanti kalian krecokin" belom kholil menjawab sudah di sambar ida.


"biarlah dek... mumpung mereka libur" bela kaholil pada sang ipar.


"mas nanti merka usil dan bikin repot" ida sensitif tidak senang.


"kalo mbak naf pasti boleh deh...." canda husain ikut bicara.


"ya susul mba kesayangan kalian sana ke mesir.... dia saja tidak perduli dengan kak alwi dan faz" ida emosi entah kenapa meladeni adik nya membuat ida emosi.

__ADS_1


" dek... jaga bicara mu!" kholil mengatakan


"kenyataan begitu kan mas... Dia pilih tinggal si sana dari pada pulang" celoteh ida sesukanya.


"itu karena mas amar tiba tiba telepon ada masalah di jakarta memang mereka bencana kembali 7 bulan lagi" cerita kholil menjelaskan pada sang istri mengenai kronologis alsan nafik tidak ikut pulang.


"jadi ak alwi yang mendesak harus pulang ya mas?" tanya hasan penasaran.


"iya... jadi mabak naf sudak terikat kaontrak tisak bisa ikut pulang" jawab kholil membenarkan.


"astagfirullahal azim... aku sudah berburuk sangka pada mbak naf" ida menyesal sudah berprasangka buruk pada sang ipar.


"makanya kalo tidak tau jangan asal bicara sembarangan" husain menghardik kakaknya.


"lalu sekarang faz?" tanya ida penasaran.


"kasihan faz....." desah ida


" mbak mar akan menyaynginya. .." hibur kholil


"kenapa tidak di sini?" ida penasaran.


"mbak lagi hamil...." hasan mengingatkan


"dan sensitif an.... " gantian husain melanjutkan ucapan kembaran nya.


"mudah marah. ..." lanjut hasan

__ADS_1


"bisa bisa... faz di marahi setiap hari" husain menimpali.


"kaalian...." ida mulai emosi


"sudah dek... ingat anak kita...." sang suami menenangkan


"sudah menikah... sudah mau punya anak. kok mbak nggak dewasa dewasa ya" hasan lanjut lagi meledek sang kakak.


"hasan...." teriak ida.


"dek ida......" kholil gemas


"ah....kalian buat emosi saja... aku istirahat saja.... kalian lanjut beres beres" ida pergi.


"siap bos. ..."


ida yang mulai kesal meladeni adik kembar nya memilih istirahat di kamar. dan ketiga pria itu melanjutkan kegiatan beres beres. hasan dan husain tertawa senang bisa menggoda sang kakak.


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2