
Sangat memaksa sekali. nafik berusaha menyelesaikan skripdinya secepat mungkin. pekerjaan sudah di hendel tuan zanuar sendiri karena tinggal proses produksi.
dari pagi tadi nafik kesana kemari untuk mendapat persetujuan kelulusan walau masih lama waktu yang di berikan. untuk nafik dapat pembimbing wanita yang tau kerepotan nya denga semua tugas dan pekerjaan. sudah 3 minggu ini nafik memaksimalkan usahanya untuk menyelesaikan tugas dengan cepat tanpa cacat. semua rekan mahasiswa sangat takjub dengan kemampuan otak nafik. seharusnya dia. jadi peneliti saja bukan pengawai.
dekan Ibrahim selaku paman selalu mengingatkan agar nafik tidak memaksakan diri. tapi rasa cinta dan rindunya sudah mencapai puncak dia sudah tidak tahan tidak bertemu dengan sang putra. rasa bersalah pun memenuhi sanubari nya.
sidang skripsi sudah di lewati tidak ada revisi nafik sungguh senang dia lulus dengan kaumlode. dia tidak mengabari suaminya kalau sudah lulus.
akhirnya perjuangan nafik selama 5 tahun ini selesai juga dengan sangat membanggakan. tidak sia sia perjuangan nya untuk mewujudkan mimpinya bisa selesai s 2 secepatnya.
Saat akan pulang tiba tiba tubuh nafik roboh di lorong kampus setelah pengunuman kelulusan. semua teman nya binggung dengan apa yang terjadi dengan wanita itu.
Saat teman teman wanitanya menggotong tubuh nafik dekan Ibrahim melihat itu. beliau berinisiativ membawa nafik ke rumah sakit dengan cepat. kekhawatiran sang paman terjadi juga. dari awal sang paman tidak setuju kalo nafik buru buru sidang apalagi dia juga sibuk bekerja di perusahaan.
sampai di rumah sakit nafik di tangani dokter wanita. semua keadaan nya diperiksa dengan teliti . sang paman binggung mesti mengabari alwi dan kakak nya atau tidak. tapi beliau tenang setelah suster mengatakan kalau nafik sudah siuman.
"dokter bagaimana kondisi pasien?" tanya tuan Ibrahim
"ibu dan calon bayinya tidak apa apa pak untung bapak segera bawa ibu nafik kemari" sang dokter menerang kan dengan tenang dengan senyum ramah selalu menghias di bibir .
"bayi.. nafik hamil...." tuan Ibrahim sangat keget pasalnya nafik tidak bilang apa apa.
__ADS_1
"bapak tidak tau.... ibu nafik sudah hamil 5 bulan...." sang dokter penasaran dengan kekagetan tuan Ibrahim.
"lima bulan. ... alhamdulillah saya akan punya cucu lagi" sang ammun mengucap syukur.
"seminggu lalu beliau minta ijin untuk pulang ke Indonesia saya bilang tidak masalah. .. tapi melihat dia kelelahan kepulangan harus di tunda" cerita dokter fayim. dokter yang membantu lahiran faz 3 setengah tahun lalu.
"yang penting dia sehat" ucap tuan Ibrahim.
"amin.... saya permisi akan mengecek pasien lain" pamit dokter fayim.
"silakan dokter. .." tuan Ibrahim mempersilakan.
"bagai keadaan mu nak?" tanya kholah anis. istri ammun Ibrahim.
"ammun... kholah" nafik kaget.
"kenapa kamu tidak bilang kalau hamil. .. seharusnya kamu tinggal dengan kami tidak sendiri di apartemen. " sang ammun sangat emosional.
"afwan... ammun. .. bukan maksud nafik begitu" nafik merasa bersalah.
"abi kabari alwi dan mas farhan kalo nafik sakit" pinta kholah anis
__ADS_1
"iy..." sang suami setuju
"jangan ammun..... nanti tiba tiba ayah dan gus has datang. kasihan mereka. . naf tidak apa apa kok" nafik mengemukakan alasan.
" kamu memang bandel naf" ammun sudah binggung.
"syukron ammun atas pujian nya. ..." canda nafik
"anak ini" sang paman tersenyum.
akhirnya nafik mesti nginap di rumah sakit beberapa hari dulu. Untuk mengembalikan kesehatan nya.
.
.
.
.
.
__ADS_1