Calon Makmum Putra Kyai

Calon Makmum Putra Kyai
Ahmad Fazha Tanzhala Hasan As Salam.


__ADS_3


faz. ...


alim benar benar ingin faz tumbuh bebas seperti miminya. membiarkan adapun keinginan faz tanpa ragu dengan di awasi dengan aman dan baik karena keberadaan itu faz tumbuh dengan berani dan putar. saat lihat bela diri faz sang gus kecil mulai tertarik alim pun mengijinkan faz ikut latihan sebisanya bersama para santri. anak itu begitu antusias mengikuti arahan pelatih nya. Dia tidak kenal takut dan mulai banyak penasaran. kalo mimi kembali pasti akan sangat marah pada kakak nya itu.


tapi bagi alim anak laki laki tidak boleh lembek. karena alim menganggap alwi itu terlalu lembek dan halus.


alim mengawasi sang ponakan yang aktif dengan tingkah polahnya. semangat mengikuti arahan sebisanya. entah niat atau sengaja alim sudah memberikan faz baju silat kecil pas ukuran untuk anak kecil 5 tahun karena postur faz yang bongsor sudah pas di badan nya.


"bagaimana faz senang?" tanya alim saat susah selesai.


"senang ammun....." jawab anak itu penuh semangat.


"kamu suka apa lagi" alim bertanya ini dan itu ingin tau minat sang ponakan.


"mobil mobilan...." jujur faz semangat.


"suka naik motor kencang kencang" selidik alim ingin tau.

__ADS_1


" motor. ..." entah faham atau tidak tapi faz sangat berlebihan.


"nanti ammun ajak naik motor. ..... fazha mau" janji alim pada faz ingin menumbuh kan minat sang ponakan.


"mau...." celoteh faz walau tak faham


mar ah datang untuk menjemput faz untuk mandi dan bersih bersih. karena sudah sore saatnya faz setor hafalan pada mimi via voice call.


"faz... ayo mandi" pangil mar ah.


"itu kholah sudah mangil... sana" alim menunjuk sang istri yang datang keluar rumah demi menjemput faz. sudah lama dia tidak keluar rumah. jadi dengan adanya faz alim senang. semua santri menatap kaget. akhirnya istri ustadz mereka yang ramah telah kembali.


"hai faz... kamu sedang apa dengan ammun tadi?" tanya mar sambil menggendong faz kembali ke rumah dan di ikuti alim di samping nya. sungguh pemandangan yang menyejukkan.


"silat....." jujur faz.


"oh... faz suka silat. ...?" tanya mar penasaran.


"iya... biar bisa jaga bibi dan mimi. ammun dan kholah" kata kata faz sangat menyentuh

__ADS_1


"oh... anak pintar.... syukuran faz. ..." tiba tiba air mata mar luluh. membasahi pipi. melihat tangis sang istri alim merangkul pundak nya. mar memutar posisi gendongan faz agar anak itu tidak sadar kalo dia menagis.


"tenanglah zaujah..." hibur alim.


........


karena kebebasan itu faz tumbuh seperti kemauanya .faz agak bandel hobi balap. dari kecil tinggal jauh dari keluarga. memilih tinggal dengan pamannya dan alim berhasil membuat faz jadi pembalap motor seperti hobi nafik. tapi semua itu tanpa sepengetahuan bibi al dan mimi naf. tapi setelah remaja sia sadar kalo dia butuh orang tuanya sendiri.


semua karena kemarahan dan kecemburuan. tapi kini faz sadar susah memilih jauh dari keluarga. saatnya dia menebus segalanya.


pemuda yang dari bayi sudah berjodoh dia seperti miminya tidak mudah jatuh cinta plek duplikat sang mimi. tapi dia akan tumbuh menjadi pemuda yang sangat arif bijaksana seperti sang abi.


faz tak akan lupa pendidikan keberanian kedisiplinan dan sportivitas yang di ajarkan sang ammun sama sekali.


.


.


..

__ADS_1


.


__ADS_2