
Dekan ibrahim sudah meningalkan kelas itu. sedang alwi masih berdiri di depan kelas setelah menaruh buku bukunya. melihat sekeliling kelas dengan seksama. ada hal yang menarik yang dia lihat. dan menarik ujung bibirnya untuk mencekung membentuk seuntai senyum. pandangan alwi terpaku dengan kehadiran kholil di kelas itu.
alqi bersikap profesional dengan pekerjaan nya. tidak akan pendang bulu siapa dia kalo membuat kesalahan akan dapat hukuman yang setimpal.
"assalamualaikum semua.... saya alwi hasan pangil saja ustaz al ....dosen bahasa kalian yang baru.... saya dari indonesia . ini pertemuan kita di smester baru saya hanya akan perkenalan." alwi secara pribadi mengenalkan diri.
"lalu tugas dari ustaz amir taz?" tanya seorang mahasiswa mengacungkan diri.
" kita kumpolkan di akhir jam pelajaran dan saya akan menyerahkan pada beliau. " kata alwi menyarankan.
"lalu kita mau apa tadz?" tanya yang lain mulai penasaran.
"saya ingin kenal kalian dan saya akan dengan senang hati menjawab pertanyaan kalian." jawab alwi semangat mencairkan suasana.
"walo itu pribadi?" tanya seorang ahwat semangat sekali.
"walaupun itu pribadi sekalipun" alwi setuju dengan ide sang mahasiswa.
di ujung bagian akhwad sudah mulai ribut membicarakan sesuatu. mereka nampak sangat penasaran dengan sosok dosen mereka yang tampan itu. bahkan mereka mulai ada yang curi curi pandang. main main mata menunjukkan ketertarikan mereka.
"ayo mulai siapa yang mau tanya dulu?" tawar alwi menyarankan.
"saya ustadz ... ceriyakan curikulum vity anda?" seorang yang mengacungkan tangan di bagian belakang.
"baiklah... harap kalian simak....." alwi menarik kursi di tengah kelas duduk sambil melipat kaki jenjang nya.
"saya lahir 03 januari 26 tahun lalau di kudus. putra sulung dari 6 bersaudara" alwi mulai cerita.
__ADS_1
" wah.. banyak..." celetuk arif di samping kholil menyauti.
"ya.. semua keluarga saya memiliki banyak anak.... saya besar di lingkungan yang menurut saya sangat disiplin dengan berbagai aturan. tapi kondusif untuk pendidikan agama" lanjut alwi.
"apa di sebuah pesantren ?" tanta adam.
" ya... sebuah pesantren turun temurun milik keluarga.... saya di tutut untuk bisa mengikuti jejak keluarga sempat membuat saya frustasi lalu sering membuat keonaran dan kagaduhan sehingga saya di buang ke pesantren lain setelah sma" lanjut alqi makin semangat bercerita.
" lalu jenjang pendidikan?" tanya seorang mahasiswa.
" setelah lulus sma saya di buang di semarang saya di tutut tidak menunjuk jati diri saya. saya sangat senang paling tidak bisa hidup normal tanpa embel embep putra kyai dan selama kuliah saya nyaman dengan itu. selama 3 tahun hanya satu orang yang tau jati diri saya" tambah alwi mengenang masa lalunya.
" alma mater ustadz" tanya seorang ahwat.
"saya kuliah di undip ambil sastra bahasa." jawab alwi tegas.
"setelah lulus s1 dan mengalami kecelakaan yang hampir mencabut nyawa dan koma 1 bulan saya fakum. setelah sembuh saya lanjut s2 di maroko dan kembali ke indonesia 5 tahun lalu." alwi masih lanjut cerita.
"wah... hebat" puji mereka.
" masak cuma lulusan s2 bisa jadi dosen di sini?" salah seorang merasa tidak puas
"antum benar masak cuma lulusan s2.... tapi saya baru menyelaesaikan s3 saya 2 bulan lalu... lalu beliau Prof lbrahim menawari saya untuk ngajar di sini.... dan dengab senang hati saya terima" lanjut alwi dengan santai.
"apa alasan ustadz dan motivasi ustadz,?" slidik seorang ahwat.
" alasan itu lebih ke urusan pribadi. .. tapi motivasi saya ya kita sana sana belajar dan nenuntut ilmu" kata alwi lagi.
__ADS_1
"boleh tau tentang alasan itu?" ahwat itu penasaran.
"itu hak pribadi" celetuk arif
"tapi ustadz alwi sudah mengizinkan untuk boleh tanya tentang hal pribadi" kata ahwat lain tidak terima omongan di putus.
" jangan di jawab ustadz!" pinta kholil.
"tidak masalah. .." awi tidak keberatan sama sekali.
"kok kamu sewot" grutu yang lain.
"alasan saya adalah istri saya...." jawab alwi jujur tidak ada yang ditutupi.
" istri...." teriak semua akwat kecewa.
semua kaget seakan tak percaya. kholil pun kaget apa maksud alwi mengatakan dia sudah beristri .bukan kah itu selalu di hindari seorang pria yang meniti karier.
" iya... semua karena istri saya yang sudah hampir dua tahun tinggal dan kuliah di kairo. ... tepatnya di al azhar juga" alwi menjelaskan dengan sungguh sungguh.
para ahwat seakan tak percaya. ada seorang yang nampak kesal dengan uraian panjang lebar alwi. tapi alwi melakukan itu agar tidak ada salah faham suatu hari nanti
?
?
?
__ADS_1
?