
Udara panas sudah mulai menyeruak. pemandangan yang lain dari lain terpapang jelas di bawah sana . nafik sudah tak sabar untuk menjalani hari hatinya di tanah fir'aun ini.
hamparan gurun pasir luas terbentang jelas. afrika benua yang di juluki mutiara hitam memang kebanyakan negara nya semua gurun pasir. padang rumput sabana.
" assalamualaikum. ..mesir...kairo...aku datang...." ucap nafik saat kaki kanannya menatap bumi
" waalaikum salam. .." alwi tersenyum melihat tingkah bidadari nya itu
dengan taksi mereka segera menuju flat tempat yang akan ditingali nafik dan ida nanti nya. flat itu hanya berjarak 30 menit dari temoat kuliahnya nanti.
flat itu ada di tengah kota. tempat lumayan asri dan nyaman. bangunan yang terfiri dari 4 lantai yang setiap lantai terdiri dari 4 hunian apartemen. walo tidak terlalu besar dan mewah Tapi nyaman.
setelah bertemu pemilik flat nafik dan alwi di ijinkan masuk dan naik ke lantai 2 karna kamar mereka no 8. pilihan alwi di lantai 2 karena tingal 3 flat yang kosong. . dan kamar 8 paling mudah di jangkau karena tak begitu melelahkan buat naik turun.
"assalamualaikum" sapa nafik setelah berhasil membuka pintu.
"waalaikum salam" di ikutu alwi di belakangnya sambil menarik 2 koper besar.
"wah..... bagus ya bib...." nafik melihat dengan sek sama ke sekitar ruangan itu dengan teliti.
" ya...lumayn untuk tinggal berdua" alwi juga ikut menamati.
__ADS_1
" ada 2 kamar dapur satu kamar mandi wah lumayan." nafik berjalan melihat fungsi demi ruang
" kamu mau kamar yang mana biar habib bawa barang barang kita?" tanya alwi menunggu jawaban istrinya.
" mana saja sama bib...." pasrah nafik
" ya sudah... ini saja ya....." alwi memutuskan lalu masuk kamar yang di sebelah kanan dekat kamar mandi.
nafik menyusul masuk kamar alwi sudah nampak lelah dia bahkan duduk sampai terkantuk di sofa sambil memegang hanpone. dia mulai kantuk setelah memberi kabar keluarga di Indonesia.
"habib... habib...." nafik menggeleng sambil senyum. ia mengambilkan bantal dan membaringkan alwi di sofa agar lebih nyaman. menyimpan hanpone di meja. karna lelah juga nafik berbaring di kasur ikut terlelap setelah melepas cadarnya.
"hai... bidadari. .. sudah azan yuk jamaah zduhur." alwi mengoyangkan lengan nafik dengan lembut.
"habib sudah siap ya.... ya sudah tak mandi dulu...." nafik segera bangun dan keluar menuju kamar mandi. untuk membersihkan diri dan ganti pakaian.
sedangkan alwi mebentangkan karpet dan mengelar 2 sajadah untuknya dan nafik. setelah nafik datang mereka ber jamaah. solat zduhur bersama. setelah salam menghaturkan doa dan rasa syukur yang mendalam atas semua limpahan kebahagian.
setelah ritual solat mereka mulai lapar. karna tidak ada apa di kulkas meteka memutuskan makan di luar karena sudah sangat lapar.
" kita naik apa?" alwi celingak celinguk.
__ADS_1
" jalan...." nafik sudah mulai jalan duluan. meningalkan alwi yang masih binggung.
" ayo habib....." nafik berbalik.
"kita mau kemana......?" alwi menghampiri nafik. nafik mengaitkan tangan nya ke lengan alwi.
" katanya makan.. di sekitar sini ada lestoran enak..ayo!" nafik semangat jarang mereka bisa pergi berdua saja seperti saat ini.
" kayaknya zaujah sudah pernah ke sini deh...?" alwi mulai penasaran
"dulu.. waktu ada lomba bahasa arab.... nafik di kairo 10hari" jawab nafik jujur
" pantas saja...." alwi senyum. mereka jalan sampai lestoran yang nyaman untuk wanita seperti nafik.
?
?
?
?
__ADS_1