Calon Makmum Putra Kyai

Calon Makmum Putra Kyai
Pertanyaan Umi pada Alwi?


__ADS_3

Alwi yang masih kesal melihat tingkah adiknya yang masuk kamarnya tanpa permisi . dia menjitak kepala hasan hingga cowok kembar itu triak keras


"aaduuuuuh sakit aak" jerit hasan. husen malah tertawa melihat kembarnya kesakitan


" syukurin..... makanya jadi orang jangan suka kepo apa apa lihat lihat dulu." husain ikut menganggu kakak kembar nya yang lahir 15 menit lebih cepat darinya..


" makanya yang sopan...." marah alwi


" maaf. ..maaf... kan hasan tak tau aak udah balik... sama mbk naf lagi" hasan memasang wajah penuh penyesalan tapi mendengar ucapan husain hasan nampak sangat kesal


"minta maaf... mbakmu sana... kamu tak tau dia sangat malu....dia tadi mau buka jaket aak yang karena kakak sudah ketiduran. dan kegerahan" alwi berusaha menjelaskan agat sang adik tidak berfikir aneh dengan apa yang di lihatnya tadi di dalam kamar.


" lagi ea...ea... juga nga Papa kok aak ...lawong wis sah...." ganti husain yang meledek. alwi melotot tajam pada husain. kedua kabur melihat kakaknya melotot seakan akan bola mata hampir keluar. lari penuh kepuasan setelah mengoda sang kakak sulung.


umi menghampiri sang putra yang duduk menyandar di sofa. dia sudah rapi dengan setelan koko putih dan sarung hitam polos sudah wangi dan seger. dengan penuh kasih mengelus lengang putranya.


" bagai mana nak..?" tanya umi tiba tiba seakak akan menyelidiki


" bagaimana apanya umi...." alwi bingung dan nengerti dengan pertanyaan umi yang tak jelas


" masyaalloh... ya pernikahan kalian..." umi menegaskan .umi mulai gemes pada sang putra yang polos dan kelewat oon.


" oh.... kami baik" jawa alwi santai


"kamu senang...?." umi masih panasaran


"Alkhamdulillah senang umi..." jawab alwi sekenanya


" naf..... bagai mana?" umi masih penasaran.


" dia baik" umi nampak tak puas dengan jawaban sang putra.

__ADS_1


" cuma baik.....?" umi mengerutkan kening


" trus... maksut umiku apa?" alwi merangkul umi dengan mesra menyandarkan kepala di bahu sang umi dengan manja.


umi bingung mau bicara apa sekarang. umi hanya ingin putra nya bahagia.


sekarang. tanpa teringat masa lalu yang sudah lewat


" jadi kamu tak akan mencari lagi wanita itu?" umi ingin meyahkinkan bahwa putranya pilih hidup bahagia dengan pilihan sendiri.


" tidak perlu.... tapi alwi tak akan bisa melupakannya sedikitpon pertolongan yang sudah dia lakukan." alwi mengerti maksud sang umi. tapi jawaban itu membuat umi kecewa.


apa yang akan terjadi nafik tau kalo suaminya masih terikat dengan


masalalu yang suram. umi tak akan rela kalo hubungan yang baru di bangun akan ternodai cerita masa lalu.


tapi bagi alwi ada cerita masa lalu yang bisa di lupakan dan ada yang pantas untuk di kenang . kini dia sudah menjadi seorang imam sudah saatnya tanggung jawab.


"nak kamu harus juga bisa mengendalikan dirimu. jangan bernafsu untuk mencari yang sudah pergi." pinta umi memohon.


" alwi janji.... tak akan menyusahkan umi lagi.... selama ini yang al cari hanya kebahagiaan.. dan al sudah menemukannya kini." alwi menyeder di bahu uminya.


"umi..... bagaimana pon al sudah berhutang banyak pada nya.... hidup dan mati memang ALLOH yang atur. tapi rasa terimakasih ini tak akan pernah hilang " lanjut alwi meyahkinkan.


ada seburat kesedihan di mata umi. jawaban demi jawaban yang alwi berikan seakan akan telah menyisakan luka . tentu umi lebih tau bagaimana keadaan anaknya. saat ini lebih baik kalo alwi menjalankan hidupnya dalam kebahagiaan .tanpa harus di nodai dengan kenangan yang menyedihkan.


"umi tau tanpa wanita itu al tak akan bersama umi lagi." ucap al menatap umi tajam merasa tidak senang.


"alwi... bagai nama kalo istrimu tau kalo kamu masih terikat dengan masa lala nak" umi khawatir mengelus kepala sang putra.


"naf tidak akan marah kalo ini berhubungan dengan penyelamat alwi... naf akan mengerti" al menerangkan lagi.

__ADS_1


"al... umi mohon lupakan lah masalah itu!" pinta umi memohon dengan sangat.


"tidak mungkin mi..... apa umi minta al melupakan istri al?" tanya alwi membuat umi binggung.


"istri..." beo umi bingung tidak faham.


"iya... mi... al sudah menemukan bidadari penyelamat al" ucap alwi optimis.


"sudah... siapa?" umi penasaran


"dia nafik.... jihan adalah nafik... wanita yang umi pilih sebagia menantu" ucap alwi menerangkan dengan bangga


"kau serius nak" umi seakan tak percaya.


"iya.... itu dia..." alwi senyum nenenangkan.


air mata umi lukuh juga dia tidak menyangka kalo gadis baik hati berbudi luhur itu nafik yang kini sudah menjadi menantu


.


.


.


.


.


.


..

__ADS_1


__ADS_2