
Setelah keluar dari rumah sakit nafik sangat sehat. tidak ada muntah pusing dan nyidam. semua itu malah di alami sang suami. kalo malam alwi muntah. untung pagi tidak begitu. jadi nafik malah sibuk merawat alwi yang selalu kewalahan dengan kebiasaan aneh itu. bahkan nafik cenderung biasa saja. diapun bisa melanjutkan kuliah dengan semangat.
beda dengan alwi bawaanya malas pengin makan sesuatu yang seger dan asem asem. kadang muntah yang tak wajar. untung hal itu tidak berlangsung lama.
apa lagi saat telpon dengan umi di Kudus beliau juga bilang saat hamil alwi yang nyidam justru abi. sama seperti yang di alami oleh alwi kali ini.
perut nafik mulai besar dan dia sangat menikmati peran sebagai calan ibu. dengan semua kenikmatannya. momen yang menyenangkan sekali.
sekarang habis makan mereka duduk santai di ruang tamu. ngobrol membicarakan hal sehari hari.
"sudah 5 bulan kan bisa di lihat cowok. atau cewek" kata ida.
"mau di USG zaujie?" tanya nafik nanatap alwi yang nampak cuek.
"tidak usah. ....habib yakin itu anak cowok" alwi optimis dengan filingnya.
"tapi zaujah maunya perempuan" kata nafik manja.
"cowok bidadari" ngotot alwi.
"nggak...." tolak nafik.
" sudah ah... kok malah berantem dari pada ribut ayo di USG. " ide ida agar kedua kakak nya berhenti berdeba.
" nggak...." tolak alwi lagi
" ya sudah biar kejutan" kata nafik menengahi.
"kalian tak mau ganti panggilan ni?" ide ida lagi mengusulkan pangilan.
__ADS_1
"pangilan?" alwi dan nafik saling tatap penuh tanya.
" iya... kan sudah mau ada dedek masak panggilnya... begitu terus.?" tanya ida
" apa ya bagusnya" nafik nampak mulai berfikir.
" abi dan umi...." ide alwi
" ah biasa...." protes nafik.
" lalu apa bidadari.?" tanya alwi.
" mimi sama bibi. .. ulangan dari umi dan abi bagaimana bib?" ide nafik dan tanya pada alwi
"bagus...." alwi setuju.
"nah... mulai sekarang pangilnya bibi alwi dan mimi nafik" cloteh ida senang..
" oh... dia respon" alwi senang saat ada pergerakan dari anaknya di perut nafik.
" kamu senang nak dengan pangilan ini bibi dan mimi" alwi lagi membelai lebih sering.
"ah.. dia gerak lagi... anak pintar" alwi makin iksaitit.
alwi semangat melihat keadaan anak dan istrinya sangat sehat dan baik baik saja. keadaan nya pun mulai berangsur sehat tidak aneh aneh muntah atau nyidam yang berkebihan.
" kak alwi jadi Manja sekarang" komen ida
"iya kayak anak kecil...." nafik melirik alwi yang sedang menyandar di pundak sang istri sambil memeluk seakan akan tidak mau di lepaskan.
__ADS_1
"masak...." alwi komen sedikit.
"lihat saja apa yang habib lakukan" kat. nafik.
"biarin saja manjanya sama istri sendiri" alwi makin merapatkan pelukannya.
"huh.... aduh... habib zaujah sakit nih." desah nafik sambil mengelus perutnya.
''mana yang sakit.... demam tidak. pusing. .. makan yang banyak jangan begadang istirahat banyak. airputih jangan lupa" alwi sibut menyentuh kepala tangan sambil di pijat dengan masih ngomel.
" mode suami siaga?" sindir ida
"bukan.... suami.... posesif" komen nafik
" kirain beneran ternyata bercanda" alwi pura pura marah merajuk.
"kalo barusan mbak?" goda ida lagi.
" kalo ini mode suami manja...." jawab nafik.
" awas ya kalian..." ancam alwi
" ih... takut...." triak ida sambil lari kekamar.
"habib.... lepas aku mau isturahat di kamar" pinta nafik.
"yuk habib temenin...." ide alwi dan nafik tidak menolak. dia sudah cukup ngerti dengan sikap alwi semenjak dia hamil. apa lagi wejangan orang tua yang bagi alwi adalah amanat. jangan sampai di langgar. nafik hanya dengan hati senang menetima perhatian itu.
.
__ADS_1
.
.