
Beberapa hari ini alwi nampak aneh. bahkan saat kini mereka yang sudah sampai di jepara untuk resepsi pernikahan mereka.
alim yang datang menjemput setelah ke dua keluarga mengadakan pertemuan . untuk membahas masalah resepsi dan saling silaturahim dua sahabat karib yang lama tidak bersua.
alwi mulai nampak diam. rasa gundah melanda lagi. nafik mengerti mungkin ini semua karena ucapannya tempo hari . kini dia mulai bersalah. nafik tak mau pergi meningalkan luka pada suaminya yang ia cintai.
" afwan.. habibi...." nafik memeluk kekasihya dari belakang. alwi yang dari tadi duduk sendiri terhentak kaget dengan sikap bidadarinya. nafik nampak sangat manja sekali pada nya.
" habibi juga afwan..... duduk sini!" printah alwi. membimbing nafik duduk di pangkuannya. pria itu tersenyum indah dan menatap lekat sang bidadari.
nafik yang tak tahan tatapan itu jadi malu da menyembunyikan wajahnya di bahu alwi.
"ada apa bidadariku. ... hari ini kamu sangat manja sekali. .." alwi mengeratkan pelukannya sambil mengelus halus pungung nafik.
" habibi.... jangan marah lagi ya....!" pinta nafik tetap masih nyaman dengan posisinya yang ada di pangkuan alwi. nafik pon masih mengeratkan pelukannya.
" habib... tidak lagi marah.... hanya ingin diam..." alwi menarik nafas panjang berusaha menenangkan dirinya.
"iya...jangan diamkan zaujah....." nafik mengangkat kepala nya. mengharap kemarahan sang suami hilang.
__ADS_1
" apa aku gagal kan saja rencana kuliahnya.?" ucap nafik lagi
" jangan...." dengan cepat alwi menimpali ucapan nafik mataya melotot nampak tak suka dengan ide istrinya
" ini sudah lama kau inginkan.... jangan berikir aneh aneh. kita sudah sepakat. .... memang aku sedih harus berpisah degan mu . tapi bukan berarti semudah itu kau lupa akan mimpi mu" alwi menatap nafik lembut. di tangkupkan ke 2tangannya di wajah istrinya.
" aku akan sedih.... kalo sampai tidak bisa membahagiakan mu...menenuhi semua keinginanmu dan kebutuhanmu. sebagai suami aku akan gagal bidadariku. ..." mendengar ucapan sang suami nafik tiba tiba merasa sangat terharu. bahkan air matanya hanpir lolos jatuh membasahi pipi. tapi dengan sigap alwi menepis sehinga bulir bening itu tidak jadi jatuh.
"syukron... habib...." nafik menyembunyikan duri di dada suaminya
"afwan... dan mulai sekarang jangn berfikir macam macam. kalo kita jauh harus intens komunikasi. jangan saling curiga... harus saling percaya" pinta alwi dan berpesan pada sang bidadari untuk selalu teguh dengan langkah dan prinsip agama yang ia miliki.
" terserah... kamu itu salah satu cara menjaga harkat dan martabat wanita aku tidak keberata." alwu senang dengan pilihan istrinya untuk bercadar. sebenarnya sudah lama nafik menghendaki itu. tapi lingkungan tidak mendukung dan akan merepotkan ya. maka hanya di momen tertentu nafik bercadar seperti saat ikut kakaknya tour solawat.
.............
habib aku janji akan segera kembali ke pelukanmu. kita akan mulai sebuah biduk rumah tangga yang akan di landasi dengan agama. sehingga kita akan merasa aman nyaman dengan hidup yang kita jalani.
memang kita akan menempuh di mana masa sulit itu kelak akan menjadikan kita semakin kuat. semakin mampu memperjuangkan hubungan yang kita pilih dan di landasi akan cinta
__ADS_1
mungkin sangat muluk muluk apa yang aku uraikan.
tapi bisa bersamamu dalam suka dan duka ....jauh dan dekat kaya dan miskin....adalah anugrah yang indah dari yang kuasa....
....
maaf kalo critanya tidak greget. mmaklum sudah lama tidak nulis. ini pun untuk hiburan karena author baru dapat musibah beberap bulan lalu. doakan author tetap tabah ya....
syukron... trimakasi. ...
@
@
@
@
@
__ADS_1