Calon Makmum Putra Kyai

Calon Makmum Putra Kyai
Nafik Semakin Menjauh


__ADS_3

Adakah cinta yang sempurna...?.


bahkan romeo dan juliet pon tak mendapatkan kisah bahagia mereka.


lalu laila majnun. qois harus merelakan laila menjadi milik orang lain dan dia jadi gila.


titanic... rose dan jeck cinta mereka beda kasta dan terpisah karena karamnya kapal.


jadi kisah seperti apa yang akan di alami alwi dan nafik?


menjauh... mereka makin jauh. walo alwi berharap sikap nafik padanya tak akan berubah karena kekonyolan nya. tapi harpanya pupus. nafik pon mengingatkan akan janji alwi untuk menjauhinya. tentu kabar tentang gus yang mengutarakan cinta tak tersebar luas karena malam itu hanya tiar yang tau. dia tak akan membocorkan walo itu pada mar'ah sekalipon. rahasia yang hanya dia nafik dan alwi yang tau.


nafik tak bisa pungkiri dia merasa bahagia mendengar alwi mengutarakan isi hatinya. tentunya candaan itu bukan sekadar gurauan saja. hatinya pon di slimuti kebahagiaan karena cintanya tak bertepok sebelah tangan. dia pon berharap kisah cintanya tak akan berahir tragis seperti kisah legenda itu.


kondisi pesantren kembali rame. aktivitas mulai di jalankan normal seperti biasa.tiar pon tak mau mengusik karena permintaan alwi.biar semua kembali seperti sedia kala.


-----------


Pagi ini tiba tiba umi memangil nafik. dia pun bergegas segera ke dhalem dan di minta menunggu di ruang kluarga.


" umi..... umi....." pangil alwi keluar dari kamar nya dengan panik.


nafik diam dan menunduk saat alwi lewat di ruang itu. pemuda itu belum sadar dengan kehadiran bidadari nya di ruang itu.


"ada apa nak.....?" sang umi muncul


"dimana hanpone ku.....?" tanya alwi


"kamu itu bukan anak anak lagi.... masak barang hilang meski umi yang cari kamu sudah mau dewasa kok juga masih seperti anak2" alasan umi yang baru datang di ruangan itu.

__ADS_1


"assalamualaikum umi..." nafi k salim dan mencium tangan ummi


"ha.i... waalaikum salam nak.... umi sampai lupa kalo Panggil kamu. .. duduk nak" umi meminta nafik utuk duduk.


saat nafik duduk dia merasa ada sesuatu yang menganjal. dia setengah berdiri dan mendapati hp sang gus di kursinya. dengan ragu dan perasaan yang berkecamuk nafik menyodorkan hp alwi pada pemiliknya dan alwi menerima hanpor nya dia yang baru sadar ada kehadirn bidadarinya mulai malu dan merutuki sikapnya yang kelewatan manja.


"tuh kan... di temuin nafik hapenya...." umi melihat hape saat Nafik memberikan di sambut alwi. diliriknya nafik nampak masih marah dan kesel padanya.


" trimakasih....." alwi menatap nafik yang tertunduk.


" ingat al.... pandangan.... jaga pandangan mu !!! jangan buat dosa !.... ngajak buat dosa kamu" umi mengingatkan. alwi pun senyum santai dan segera pergi dari ruang itu menuju kamarnya lagi.


"maaf ya nak merepotkanmu....!" umi menatap Nafik.


"tidak umi.... sebenarya ada apa umi memangil....?" nafik memberanikan diri bertannya karena dari tadi dia mulai resah dan gelisah menanti.


suara itu tegas dengan mimik wajah serius. tentu saja nafik kaget. apa masalah itu sudah di ketahui umi. tiba2 nafik menjadi gugup


"perasaan...." tanya Nafik penasaran.


"iya perasaan mu pada putra umi....?" nada suara itu mulai melunak


"nafik tak berani umi.... " elak nafik mencoba menata perasaanya.


"kenapa....?.. apa dia kurang tampan tidak baik padamu nak?" nafik bingung harus jawab apa. hanya diam menunduk.


kemarin saja nafik gugup saat alwi mengutarakan isi hatinya. sekarang malah bu nyai sendiri yang menanyakan tentang perasaan nya terhadap sang gus.


"tidak ...begitu... umi....." nafik ragu

__ADS_1


"umi berharap kamu bisa bersanding dengan alwi" ucap umi halus penuh wibawa secara tidak langsung dia sudah mengutarakan harapannya.


deg....


deg....


deg...


kaget tiba tiba kepalanya terasa pening. umi melihat ada kegelisahan di wajah ayu itu.


"maaf.... umi... naf tidak bisa memenuhi keinginan umi....." suara indah itu terdengar lirih.


"kenapa nak.... kalo kamu setuju kami akan menemui orang tuamu" umi memegang tangan nafik dengan lembut.


"jangan umi.... karena naf sudah di jodohkan orang tua" tiba tiba senyum umi berubah kecewa. pupus sudah impianya untuk menyandingkan sang putra dengan wanita idamannya. sekarang terasa jelas kalo hubunganya semakin menjauh


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2