Calon Makmum Putra Kyai

Calon Makmum Putra Kyai
Harus Beliau lagi Pembimbingnya


__ADS_3

Beberapa bulan ini nafik sangat sibuk dengan skripsi . dan dia belom dapat pembimbing penganti setelah dosen alia pembimbing nya mengalami kecelakaan. nafik nampak berlari kecil mengejar seorang dosen yang baru keluar dari kelas . nafik mau meminta bantuan untuk jadi pembimbing dalam skripsi s1 nya. karena di luar espektasi nafik bisa ikut ujian semester lalu. nafik mengejar sampai habis lorong fakultas.


"assalamualaikum prof bisa minta waktunya sebentar?" sapa nafik


"waalaikumsalam nafik ada apa?" Jawab prof imam.


" saya mau minta dosen untuk jadi pembimbing saya" pinta nafik sungguh sungguh.


"oh... nafik saya tidak bisa kamu mahasiswa husus dan untuk mengejar skipsi saya harus selalu Stanbay sementara bulan ini saya mesti ke dubai" tolak prof imam dengan halus.


"lalu bagaimana prof...?" nafik binggung.


"temui dekan ibarahim mungkin beliau bisa bantu" printah prof imam.


" jadi anda tidak bisa bantu saya?" keluh nafik binggung.


" Maaf nafik.. menurut saya temui dekan dia akan membantumu .... saya buru buru ada pertemuan assalamualaikum" tolak prof secara halus.


" waalaikumsalam" jawab nafik melihat sang prof pergi.


nafik merasa kesal sekarang semua bisa berantakan. kalo sampai tidak selesai skripnya nafik mesti mengulang smeser dan sekesai sesuai jadwal di tahun depan.


Dengan malas nafik pergi ke kantor dekan untuk minta bantuan mencarikan dosen pembimbing lagi. semua yang menyapanya tidak di hiraukan. rasanya dunianya akan terbalik. niat nya ikut ujian agar tahun depan masih memiliki waktu luang yang banyak untuk program kehamilan. akhirnya nafik sampai di depan kantor dekan. dengan halus di ketuk pintunya.


tok... tok... tok. ....


"assalamualaikum. .." sapa nafik


"waalaikumsalam masuk!'' jawab dari dalam.


ceklek.....


" permisi prof...." sapa nafik sopan.


"silakan duduk" printah dekan.


"syukuran kasiron" nafik mengatupkan tangan tanda hormat.


"afwan... ada yang bisa saya bantu?" tanya dekan


"iya pfof.... begini... atas saran dati dosen alia saya nengikuti ujian kelulusan s1" nafik agak grogi baru kali ini menghadap dekan secara langsung.


"oh... kamu. mahasiswa jenius itu," sang dekan tersenyum kecut.

__ADS_1


"ya kalo menurut prof begitu" nafik menjawab asal.


"lalu apa yang bisa saya bantu?" tanya dekan ibrahim penasaran.


"setelah dosen alia kecelakaan saya butuh pembimbing baru prof" crita nafik penuh harap dapat solusi.


"lalu kenapa menemui saya... tidak mencari penganti sediri?" sang dekan pura pura tidak peduli dengan keluh kesah mahasiswa nya.


"saya sudah menanyakan kesekertariat tentang beberapa jadwal para dosen tapi mereka sibuk.... dan saya menemui beliau beliau secara pribadi tapi di tolak" lanjut nafik menguraikan kisah.


"di tolak..... apa alasannya?" tanya dekan ibrahim dengan tajam.


"beberapa dari mereka tidak bisa meluangkan waktu... dan atas saran prof imam saya menemui anda" nafik bercerita.


"ptof imam ya.... baiklah aku priksa dulu" kata prof ibrahim.


"kenapa prof imam melibat kan saya" gumam sang dekan geram.


sang dekan memperiksa beberapa data membaca dengan seksama. ada yng membuat dia tertarik dan membuatnya tercengang. kadang manggut manggut dan geleng geleng sendiri . nafik yang melihat merasa sangat binggung dan tak percaya dengan apa yang di lakukan sang dekan.


" baiklah.... tapi apa pun keputusan saya tidak boleh kamu tolak" pinta prof ibahim akan memberikan solusi.


"asal itu tidak menyalai aturan prof" nafik menarik nafas panjang dan penuh harap.


"ha...ha..ha... tentu saja tidak. " sang dekan tertawa senang.


" baik lah pilihan saya pasti tidak mengecewakan" sang prof meyakinkan.


"beliau siapa?" naf penasaran.


"nanti kau akan tau... beliau seorang doktor muda yang brilian" ucap dekan penuh misteri.


prof ibrahim menghubungi seseorang . bicara dengan serius mengenai permintaan nafik berhubungan dengan dosen pembimbing. pembicaraan itu segera terselesaikan


"aku sudah memilih dan kamu tidak boleh menolak. ..." pinta prof serius.


"tapi benar ya prof anda akan membantu saya" nafik meyakinkan.


"apa yang tidak untuk keponakan tercantik saya .... berhentilah bicara formal" pinta dekan ternyata paman nafik kakak. dari ibunya yang sudah 30 tinggal dan beristrikan wanita mesir.


"ah .. ammun" panggil nafik.


"naf. .. naf... kenapa kamu ngoyo?" tanya sang paman

__ADS_1


" ya biat cepat selesai ammun" jawab nafik seenaknya.


" kan sekarang suamimu ada di sini" sang paman meginggatkan.


"ya.... itu karna ammun kan" balas nafik


"dari ....mana kamu tau?" sang paman penasaran


" kalo ayah yang jarang bisa dekat dengan orang bisa menawari gus has siapa lagi kalo tidak dari ammun" tebak nafik pada sang paman.


" anak pintar. .. siapa suruh sudah setahun lebih kamu sembunyi dari ammun" protes ammun sedikit kecewa.


"ya... biar bisa konsen ammun..." jawab nafik


"dasar anak bakal" sang paman pura pura marah.


pintu diketuk. setelah salam di jawab dan di persilakan masuk pintu terbuka. seirang pria tampan masuk kedalaman dengan wajah penuh keseriusan. nafik belom sadar siapa yang datang


"ini sudah datang yang akan jadi pembimbing kamu... tadi saya sudah paksa dia lho...." kata ammun serius.


"tapi apa saya mampu prof" tolak pria itu sedikit tidak percaya diri.


"habib...." nafik berbalik setelah mendengar suara alwi.


"zaujah" Panggil alwi sama kaget nya.


"bagaimana apa masih mau menolak kalo dosen alwi menolak biar saya minta tolong dosen rian" rian adalah dosen muda yang masih lajang dan kabarnya dia pernah suka pada nafik. tapi di tolak


"jangan saya setuju" dengan cepat alwi setuju dan berubah pikiran.


"nah begitu..."sang ammun lega sekarang.


"tapi tidak akan ada masalah kan ammun" nafik meyahkinkan.


"tidak. ..." jawab ammun menenangkan.


.


.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2