Calon Makmum Putra Kyai

Calon Makmum Putra Kyai
Keinginan Besar Ibra???


__ADS_3

Kini hari hari nafik semakin lenggang. kuliah sudah dia kurangi. kehamilan nya semakin membesar sudah 7 bulan. tapi keadaannya itu tidak menghalangi menjalan kan banyak aktivitas. nafik dan alwi tidak sabar dengan kehadiran sang buah hati.


alwi banyak meluangkan waktu dengan sang istri membantu sebisanya semua urusan rumah.


kini ke duanya sedang duduk duduk di sebuah taman sehabis belanja. itu pun karena nafik merengek minta es krim pada alwi seperti anak kecil.


tiba tiba telepon nafik bunyi. panggilan voice call dari seseorang yang sangat dia rindu. pemuda yang pernah mengisi hari hari nya dulu. pria tampan dan lucu.


"assalamualaikum swety ku" salam seorang dari sebrang.


"wa alaikum salam dek....." jawab nafik senang memandang wajah di hapenya itu.


"bagaimana kabar ponakan ku?" tanya pemuda itu semangat.


"alhamdulillah. .. baik... kamu?" nafik mengelus perut nya yang mulai membesar.


"sedih...." kata dari sebrang.


"kenapa?" nafik penasaran.


"karena mbak tinggal pergi" canda pemuda itu.


"sudah 2 tahun baru bilang sedih" nafik gemas mendengar candaan itu.


"baruberasa" jujur pemuda tampan itu.


"makanya nikah!" sindir nafik.


"sama siapa?" pemuda itu masang muka lucu.


"masak begitu banyak nya tidak ada yang kau suka ibra...." tegur nafik.

__ADS_1


ternyata sosok sepupu kesayangan nafik yang sedang vaice call dengan nafik adalah ibra. dia terang terangan bilang kangen sama mbaknya.


alwi yang baru datang membawa es krim merasa aneh saat melihat sang istri berbicara akrab dengan seseorang di sambungan telpon.


"siapa zaujah. ..." alwi penasaran.


"nih....." nafik menujuk kan hpnya pada sang suami. terpasang wajah tampan di sana.


"oh.... gus Ibrahim assalamualaikum" sapa alwi ramah.


"waalaikum salam kakak ipar.... libur nih" tanya akrab ibra.


"iya... nih nunggu i mbak mu yang manja" alwi duduk merangkul nafik.


"ih... apa coba" elak nafik. tidak mau di bilang manja sambil memajukan bibirnya di balik cadar.


"tuh lihat bagaimana tidak di bilang manja?" goda alwi pada nafik


"ini bidadari ku" alwi menyodorkan satu kap eskrim.


"hei kalian bisa tidak mesranya nanti saja di rumah. .. lupa kah sama adik kalian yang tampan ini" tegur ibra yang tidak tahan melihat kedekatan itu.


"eh... afwan" nafik cengar cengir malu.


"kamu mau adik ipar?" tawar alwi menggoda.


"sebenarnya kamu mau apa telpon gus ibra?" lanjut alwi saat melihat ibra mulai kesal.


"sebenarnya aku mau bilang akan berkunjung" kata ibra tiba tiba.


"benarkah kapan" nafik sagat semangat. dan penasaran.

__ADS_1


"sire ini.... aku sudah 1 minggu di mesir" kata ibra.


"apa.... di sini?" tanya ke 2 nya kaget dengan yang di ungkapkan ibra.


"iya..." jujur ibra.


"tega kamu ya...." nafik ngambek mode bumil yang sangar.


"ya sudah mimi kita pulang siap siap" bujuk alwi supaya nafik tidak marah mendengar keterangan ibra yang sudah satu minggu di mesir baru menelepon dan baru mau berkunjung.


"iya... " nafik setuju


"mbak.... masak yang enak ya... aku kangen sama masakan mbak" pinta ibra


"ada saratnya" nafik mengajukan sarat.


"apa" ibra penasaran.


"kau harus menginap dan tinggal dengan kita" pinta alwi serius.


"iya menginap selama kau di Mesir" nafik juga setuju.


"baik lah...." ibra setuju.


pembicaraan itu akhir nya usai. ibra ingin jumpa dengan kesayangan nya. Selama ini dia benar sangat mebdamba pada nafik tapi bukan cinta yang dia rasa. melainkan rasa sayang atas kedekatan persahabatan. keinginan nya adalah kebahagiaan nafik sama dengan alim dan yang lain selama ini.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2