
Pemuda itu sampai mengikuti nafik dan ida sampai ke tempat tingal mereka saking penasaran atau berniat berbuat jahat. hanya orang itu yang tau apa yang ada di pikirannya.
tapi kalo di lihat dia nampak baik raut muka ramah penuh senyum. tapi rasa penasaran lebih ungul dari pada logika pikiranya.
Setiap hari mengikuti dengan hati hati bersembunyi. ingin mengobati rasa penasarannya tentang nafik. tapi semakin lama rasa penasaranya semakin besar.
" oh.... dia tinggal di sini....." pemuda itu berdiri agak jauh dari flat.
"ini termasuk hunian yang lumayan mewah" pikirnya lagi
" seorang mahasiswi ungul dalam semua pelajar an..... sungguh luar bias tinggal di flat mewah bercadar dan tinggal dengan adiknya. menarik" pemuda itu asik dengan pikiranya sendiri.
di lihat dari segi fisik nafik memang lebih tinggi dari ida. apa lagi pangilan kakak dan nafik memangilnya adik memang meberi asumsi bahwa mereka saudara kandung walo sebenarnya ida lebih tua 2 tahun dari nafik.
pria itu masuk ke sebuah flat yang ada di sekitar tempat nafik. menaruh tas nya dan membaringkan diri ke kasur singel nya. masih memikirkan tentang gadis yang menarik hatinya.
"aulia umi nafik jihan aku sudah menemukanmu semoga gadis itu benar kamu" pemuda itu menatap foto yang dia ambil dari dompetnya sudah nampak usang dan lama.
sebuah foto kenangan sepasang anak muda sedang duduk beradu punggung di bawah pohon. kenangan yang indah bagi pemuda itu. sudah lama dia mencari tapi kehilangan jejak. keterbatasan waktu dan biaya membuat dia menyimpan semua kenangan itu sediri.
apartemen nafik......
__ADS_1
nafik baru selesai mandi sedang ida sibuk di dapur. nafik sudah siap mengikuti semester rangkap ( angap saja gitu karna otaknya nafik yang super jenius) untuk menyelesaikan s1 dan lanjut s2 nya.
"mbak ayo makan dulu.... " ajak ida yang sibuk menata makanan di meja
"termakasih adikku yang cantik" puji nafik membuat ida tersipu sipu
"sama sama...." jawab ida dan duduk di depan naf karena hanya ada 3 kurdi di sana.
"maaf ya dek... aku slalu repotin kamu deh untuk urusan rumah..." nafik memasang wajah melas di depan ida
"ngak apa apa mbak... mbak ngelakuin ini kan demi kak alwi juga" ida nenenangkan
"kenapa....?" ida kaget.
"dia akan pindah ke Jakarta. ...." jawab nafik halus menerangkan bahwa ada beberapa pekerjaan untuk alwi di jakarta..
"jakarta?" triak ida tinggi.
" amar memintanya untuk mengurus yayasaan pati asuhan di sana" nafik menjelaskan.
"mbak setuju" swlidik ida
__ADS_1
"ya paling tidak dia punya kegiatan yang sesuai minat nya.... di pesantren kan sudah ada ammun ahmad dan ammun tahmid..... saat lulus nanti si kembar juga bisa bantu bantu" urai nafik panjang lebar.
"ah... mbak sudah ponya penilai an sendiri...." ida setuju.
" sebenarnya. ...aku ingin dia datang untuk tingal. tapi melihat kezibukanku aku malah kesian" nafik memelas dengan kesibukan dia sekarang kalo alwi datang malah akan seering dia tinggal.
"mbak benar...." ida setuju.
setelah makan siang nafik kembali ke kampus mengikuti pelajaran sore dan malam. dia sama sekali tidak menyia nyiakan waktu sama sekali.
kini nafik sudah merasa ada yang mengikuginya . dia khawatir takut ada yang mau berbuat jahat. Dia sudah sadar dalam 1 bulan ini selalu ada yang mengikuti.....
tapi karena belom sda pergerakan dia sedikit tenang.
.
.
.
.
__ADS_1