Calon Makmum Putra Kyai

Calon Makmum Putra Kyai
Fazha Putra Tersayang.


__ADS_3

Nafik turun dari mobil kedatangan nya menarik perhatian semua orang santri yang beru usai selesai sekolah madrasah. penampilannya yang berbeda bercadar membuat semua terpana melihat penampilan itu. tapi tidak ada yang tau kalo yang datang adalah ning bungsu mereka.


mobil yang mengatar nafik sudah pergi .nafik berjalan menuju kediaman orang tuanya. sang ayah yang melihat sang putri datang berjalan terburu buru. beliau dari masjid mengimami jemaah asar.


"lia...." Panggil ayah setelah sadar sang putri sadar kalo sang putri sudah ada di depan mata. sudah lama tidak berjumpa.


"assalamualaikum ayah. ..." salam nafik salim dengan takzim mencium tangan dan menghambur memeluk sang ayah punuh rindu.


"waalaikum salam..... nak... kamu pulang" sang ayah haru membalas pelukan sang putri.


"iya..." jawab nafik.


pria setengah baya itu memeluk sang putri hangat. semua santri yang sadar melihat sang kyai akhirnya sadar kalau yang datang adalah putri kyai nya.


semua satriwati menyalami nafik bergantian dan satri mengatur salam. semua senang dengan kembalinya sang ning yang kurang lebih 5 tahun pergi untuk stadi di kairo mesir.


ayah mengajak nafik masuk ke dalam rumah. nafik melihat kesana kemari tidak ada yang berubah. dia mencari kehadiran sang putra tapi tidak nampak di mana pun. dia sudah rindu faz tersayangnya.


mar ah dan bunda muncul dari ruang tengah. Mereka sangat bahagia dengan kembalinya sang putri. sang bunda menangis haru memeluk sang putri dan sadar, perut nafik yang kembali membuncit.


"ayah... bunda di mana faz...?" tanya nafik mencari sang putra.

__ADS_1


"belakang masmu ngajari motor..." jawab ayah khawatir takut sang putri marah.


"dia serius. ...?" tanya nafik santai tidak sesuai ekspektasi sang ayah.


"kamu tidak marah nak....?" tanya bunda penasaran dengan komen nafik yang biasa.


"1tu sudah niat kakak saat faz lahir....." jujur nafik. dia sendiri suka hal menantang. lalu kenapa putranya tidak.


"alwi baru saja pergi. ... Kalau saja kamu datang lebih awal pasti bisa ketemu dengan nya" ubgkap ayah duduk di sofa


" tidak apa yah.. lia sengaja mau beri kejutan kalian. .. lia tau kalo gus di sini beberapa hari" jujur lia dia ingin memberi kejutan saat menyusul ke jakarta nanti.


" oh... mau ngetes suamimu ya..." goda mar bercanda.


"iya bunda.."


nafik masuk kamarnya aroma tubuh alwi masih memenuhi kamat itu. tiba tiba dia merasa sangat rindu sekali.


Setelah selesai mandi nafik tidak sabar menemui faz putra kesayangannya. nafik memutuskan datang kebelakang pondok ada arena traile di sana. faz sedang asik berteriak seru di motor yang di kendarai ammun walau tidak terlalau kencang faz sanagt menikmati nya.


"kakak.. kau sungguh keterlaluan" gumam nafik melihat betapa senang putra.

__ADS_1


"faz... fazha... kakak... kak alim...." Panggil nafik sambil teriak. semua penasaran berbalik menatap siapa yang sedang teriak


"nafik. .. Dia. .." alim akhirnya sadar sang adik sudah datang dengan tiba tiba tanpa memberi kabar. bahkan pada suaminya.


alim memutar motor nya. membawa kepinggir. menurunkan faz dengan hati hati setelah parkir .


"fazha..." panggil mimi.


"mimi.... faz kangen. ...." celoteh faz.


" mimi juga sayang.... kangen banget sama faz...." nafik menciumi inci demi inci wajah sang putra.


" mimi bibi saja pergi. .." cerita faz


"iya nanti kita susul bibi ya..." ajak nafik


"iya. .. bener ya..."


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2