
Semua sedang asik ngobrol senang dengan pernikahan ibra dan nawa. yang sudah di tunggu momen nya oleh mereka. apa kalo bukan karena titel playboy nya yang buat orang tidak tahan.
nafik tiba-tiba merasa sakit pada perutnya dengan sangat. tapi dia berusaha menahan sedari tadi demi melihat adik sepupu nya menikah. maka dari tadi dia tidak membiarkan alwi jauh dari nya. alwi juga merasa aneh di bagian perut nya seperti di remas kencang.
"bib kita pulang" ajak nafik sambil meringis menahan sakit.
"masih ramai zujah masak..... pulang duluan" alwi masih asik dengan keramaian. menikmati waktu bersama teman nya. mengabaikan rasa sakitnya karena dari tadi sudah beberapa kali kebelakang tapi tidak jadi.
"ayo bib pulang tapi jangan bilang kemereka! kayaknya putramu tak sabar mau keluar" ucap nafik berbisik supaya tidak menarik perhatian.
"apa..... melahirkan?" triak panik alwi sehingga menarik perhatian banyak orang. seketika keluarga mendekat semua. alwi baru merasa dari tadi dia merasa tidak nyaman.
"pelan bibi" nafik kesal melihat kepanikan suaminya yang malah berteriak keras.
"afwan.... ini habib mesti bagaimana?" alwi bingung.... tapi sudah banyak yang mendekati mereka mendengar teriakan alwi tadi.
"tenang nanti mereka tau." rencana nafik untuk pergi diam diam gagal sekarang dirinya jadi pusat perhatian banyak orang.
"kalian kenapa. ... Bener dek kamu mau melahirkan?" tanya alim yang mulai panik melihat sang adik menahan sakit.
__ADS_1
"kayaknya iya mas. ... dari tadi dia tahan" alwi membenarkan. tapi masih bingung meski berbuat apa dan bagaimana.
"alwi... ayo... bawa kerumah sakit tunggu apa lagi." ucap ayah farhan panik beliau pergi tanpa umi karena mar ah juga tidak ikut karena hamil muda.
"iya yah..."alwi membopong sang istri ala braidel tangan kanan nya yang membopong bagian bawah tubuh sang istri berasa basah karena ketuban sudah rembes. dia sendiri juga menahan rasa sakit yang aneh rapi tidak mau membuat alim dan ayah farhan panik.
"afwan bidadari habib tidak peka" gumam alwi sambil berjalan terburu buru membopong nafik keluar dari kediaman tuan zanuar.
"pelan al... jangan grusa grusu.... " pinta ayah ikut khawatir.
"iya yah....." alwi berusaha menjawab dengan memelankan langkah kaki nya. berusaha menahan sakit di perut nya nyata.
"alim siapkan mobil. ..!." pritah ayah sambil menyodorkan kontak mobil.
"bib.... sakit...." keluh nafik di gendongan alwi.
"sabar ya zaujah ....." nampak kepanikan di wajah tampan itu. pasalnya perkiraan dokter nafik melahirkan masih 3 minggu lagi. tapi nampak nya sang gus kecil sudah tidak sabar untuk bertemu bibi dan mimi nya.
nafik segera di bawa kemobil untuk meluncur kerumah sakit. ayah duduk di depan dengan alim di belakang kemudi. alwi membaringkan nafik berbantal pangkuan nya agar nafik nyaman.
__ADS_1
"bib... sakit...." keluh nafik menahan sakit kram di bagian tubuh nya. nafas mulai tersegal segal. dia memutar tubuh memiring mencari posisi yang nyaman untuk nya.
"sabar ya zaujah...." alwi hanya bisa menenangkan. airmata nya ingin keluar melihat sang istri mulai berkeringat dan kelelahan.
"istigfar nak.... biar sakit mu sedikit mereda....." pesan ayah
'astagfirullah hal azdim..... Allahu akbar. "nafik beristigfar dan takbir di tuntun sang suami. sambil mengelus ngelus perut jika nafik mengalami hal kontraksi hal itu di lakukan sampai di rumah sakit. saat nafik kontrasi alwi juga ikut merasa sakit.
"zaujah... habib minta maaf karena tidak bisa membantu" tiba tiba alwi merasa sakit di bagian perutnya setiap kali sang istri kontraksi. mereka ahirnya sampai di rumah sakit yang biasa nafik cek ap setiap bulan.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.