
Dengan cepat ambulan meluncur kerumah sakit ternama di kota itu. di mana sang paman bekerja. nafik masih sesegukan duduk di samping alwi. sang perawat melakukan hubungan dengan dokter untuk menyiapkan ruang oprasai. mendengar itu rasanya nafik ingin pingsan.
separah itukah keadaan alwi.....
sampaikan di rumah sakit. para perawat dokter sigap memberi perolongan. sang paman yang melihat keadaan nafik merasa iba. hampir semua tubuhnya penuh darah.
saat alwi di periksa nafik menganti pakaian yang di bawakan sang paman. dengan setia menunggu di depan ruang oprasi. saat sang paman menanyakan tentang alwi nafik jujur tidak bisa menjawab. sang paman pon tau kalo sang putri tidak mungkin berbohong.
luka lengaan di jait 10 dan dada di jait 15. sangat panjang mungkin setelah sembuh masih akan ada bekas yang mencolok
nafik melaakukan solat dzuhuur. mendoakan alwi agar Selamat. kalo dia mati bagai mana nafik akan membalas budi pada penyelamat dan pangerannya.
entah perasaan aneh apa yang menyelimuti nya kini. rasa khawatir takut kehilangan kegundahan kebingungan sampai tak dapat di utarakan bahkan dia bingung harus menghubungi siapa . nafik tak tau siapa sebenarnya pemuda itu. karena dia tidak tau kalo alwi dan kakaknya bersahabat. mereka bertemu juga baru beberapa kali.
nafik meminta untuk merahasiakan hal ini pada keluarga. saat polisi datang pon sang paman menutupi jati diri sang ponakan. semua demi keselamatan sang putri tercinta.
polisi hanya mendapat gambaran bahwa korban di bawa oleh gadis berusia 18 dan dia pergi tanpa jejak setelah pasien di rawat.
__ADS_1
semua biaya nafik yang menangung. walo sang paman berjanji untuk menangung semua biaya tapi karena keras kepalanya sang putri. maka di bolehkan untuk sekedar membayar biaya oprasi yang hampir mencapai 20 juta. itu pun hasil dari adu argumen dengan sang paman.
"walo aku tak tau dia siapa dia paman. ... tapi dia pernah menolongku. aku hanya membalas budi dan menepati janji" jawab nafik serius.
nampak sang paman sangat marah dengan kejujuran sang putri. dia pun tau karakter nafik. dia pun tau kalo uang sebanyak itu bukan dari ayahnya. pasti tabungan pribadi dari hadiah perlombaan yang dia ikuti. dan selama ini dia kumpulkan .
"ada hubungan apa kamu dengan nya lia....?" tanya paman Rasul adik bungsu sang Ayah.
"tidak ada paman......" jujur nafik
" aku tau paman. .. trimakasih...." nafik mengerti.
kini alwi sudah di pindah di ruang ICCU karena keadaanya yang kritis. ada selang di hidungnya tanganya perban di mana mana. kaki pun di giv patah di paha atas oprasi pemasangan pen sudah selesai.
"cepat sembuh kak.... aku tidak bisa menunguimu. aku mesti kembali ke pesantren. ..." saat nafik pargi dari arah lorong ada beberapa orang datang dengan tergaesa gesa.
nafik yahkin itu kaluarga dari alwi. tangis pun pecah dari seorang wanita yang nafik yakini sebagai ibu alwi.
__ADS_1
keluarga yang religius nampak dari penampilan mereka yang islami. nafik hanya bisa melihat dari jauh dan sembunyi. karena suasana sangat gaduh dan penuh kepanikan dari keluarga itu.
nafik pon segera pergi dan membayangkan dia akan dapat hukuman di pondok sangat mengesalkan. dia sudah pulang telat dan bolos beberap pelajaran akan dapat sedikit hukuman dari pengurus. tapi dia tidak peduli yang penting alwi selamat.
alasan nafik tidak mau menemui keluarga alwi adalah dia takut akan banyak pertanyaan yang dia hadapi. Bagaimana pun dia masih anak anak yang tidak begitu banyak tau permasalahan yang terjadi. dan nafik hanya ingin keberadaannya tetap menjadi rahasia.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1