Calon Makmum Putra Kyai

Calon Makmum Putra Kyai
Ciuman Pertama Bidadari Menyadarkan sang Pangeran.


__ADS_3

Beberapa hari nafik baru menjenguk alwi lagi. pemuda itu belum sadar teryata kondisi alwi masih buruk. bahkan masa kritisnya belom lewat. mungkin karena kondisi yang sangat parah. bisa di namakan koma. dimana otak masih sadar tapi kondisi tubuhnya pingsan dan tak sadar.


sudah 1bulan alwi belom sadar kan diri. Dia masih di ruang NICU. Selama ini nafik tau kabar alwi dari sang paman. mendengar alwi koma nafik putuskan untuk datang. karena khawatir dan ingin tau keadaannya.


tadinya Keluarga ingin memboyong alwi ke kota kudus. tapi melihat kondisi yang tidak kondusif maka belum di putuskan.


sebenarnya nafik sudah tidak ingin muncul dan ikut campur masalah ini. tapi hati dan nalurinya mengatakan lain. rasa hawatir memenuhinya.


ingin sekali nafik melihat kondisi alwi. dia pun meminta tolong pada sang paman. dengan upaya dan menyamar sebagai perawat nafik berhasil masuk. ruangan dan melihat kondisi alwi. dan paman pun mengalihkan keluarga dengan mengajak keruangannya untuk membicarakan kondisi alwi yang sebenarnya.


nafik di dalam menatap alwi lekat lekat. masih sama seperti saat habis operasi tidur tampan tidak sadarkan diri.


"kak kenapa kamu belom sadar. .... orang yang meyelakaimu sudah di tangkap..... kau tak kasian dengan keluargamu" nafik mencoba komunikasi.


lalu duduk membacakan surat ar rohman dengan tartil. nafik memang minta waktu untuk melakukan sesuatu kali ini. nafik seakan akan marah kesal melihat alwi tidak sadarkan diri. alim pon sudah pergi. ke maroko. dan sempat menjenguk sekali. dengan berat hati dia meski pergi.


'' aku melakukan semua ini untukmu.... sampai kapan kau akan tertidur..." ucap nafik penuh emosi. entah kenapa melihat keadaan alwi hati nafik sangat sakit.

__ADS_1


alam bawah sadar alwi.....


seakan akan alwi berada di padang sabana. hewan hewan berlari liar kesana kemari..... dia berjalan di jalan setapak dan beberapa orang memangil mangilnya. orang orang yang berdiri di bawah naungan cahaya yang sangat terang. sangat menyilaukan mata.


" hai.... pangeranku. sedang apa kamu disini....?" alwi mengenal orang orang itu.


kakek nenek dan beberapa kerabat alwi yang sudah meninggal. berkumpul di bawah neungan di balik pagar putih yang tinggi nan indah.


"kakek... aku ingin ikut bersamamu...." jawab alwi sambil berjalan pelan


" pergilah nak... pergilah kembali di mana kau berasal... kau tak dengar ada seorang bidadari sedang membacaa al qur'an untuk mu..." ucap yang lain.


" kembalilah.... waktumu kan masih panjang. ... jangan kau sia dia disini." pinta sang kakek


"dengarlah suara itu.... penuh cinta haru dan sayang.... dia membutuhkanmu" bujuk sang kakek.


tiba tiba alwi seperti tertarik di sebuah lorong waktu yang panjang tiba tiba kesadarannya kembali.

__ADS_1


nafik membaca al Quran penuh air mata . saat ada pergerakan di tangan alwi nafik berhenti mendekat. memastikan apa benar yang dia lihat


" kak alwi kau sudah sadar...." nafik bertanya tanya.


nafik mendekatkan wajahnya kekepala alwi. mengecup nya sekilas dan merasakan kelegaan melihat respon alwi sangat baik dan sudah membuka mata. walo alwi masih agak linglung dan merasa sakit di sana sini hampir semua tubuhnya terasa sakit.


nafik memencet segera tombol pemangil dokter. dia pon segera pergi sebelom orang orang datang. dan mempergokinya di dalam ruang alwi.


sang paman memeriksa degan seksama dan kondisi alwi baik. tidak ada keluahan pasca koma. keluarga pon tenang melihat sang pangeran sudah sadar kini tinggal memulihkan kaki nya saja. dan memulihkan kesehatan.


alwi seperti ya tadi juga mengingat ada seseorang yang bersamanya saat dia sadar. dan kecupan hangat itu masih terasa di dahinya sangat menyejukkan kalbu.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2