
Al azhar termasuk universitas ternama di dunia. univercitas tertua yang mengutamakan ilmu agama. pelopor pendidikan tinggi tertua di dunia.
nafik dan ida kuliah di kampos ternama itu. dalam satu jurusan namun beda kelas. nafik mengambil kelas khusus percepatan sedang ida ambil s2.
pagi ini semua seperti biasa siap mengikuti perkuliahan dengan baik. ida dan nafik sama memakai cadar. kemampuan nafik sangat luarmbiasa bahkan para dosen dan dekan kagum padanya.
semua teman teman pon tak menyangka dengan isi kepala nafik sama sekali .hampir setiap hari bergulat dengan buku bukunya sibuk di perpus dan tidak ada jadwal kosong dan tak ada manfaat untuknya. semua dia lakukan demi segera menyelesaikan kuliahnya.
sudah hampir satu tahun nafik dan ida tinggal di mesir. ida jalan smester ke 3. dan nafii sudah menyelesaikan setengah tahun ajaran dengan rangkap s1 akan dia lalui dalam 2 setengah tahun. tanda kehamilan belom muncul hingga alwi menunda menyusul isterinya. pernikahan alim pon nafik tidak pulang demi mengejar pelajaran. walo alim sangat marah pada adiknya tapi dia tidak bisa berbuat apa pun.
di sebuah taman di kampus.
ida duduk di kursi samping nafik. dari tadi ida sibuk main henpon dia hanya menemani sang ipar yang ingin duduk santai di sebuah taman di tengah kampus. waktu luang di gunakan bersama sebelom nafik akan sibuk lagi dengan perkuliahan.
" mbak aak telpon nih. ..." ida melirik layar henpone nafik di atas meja tertulis zaujie.
"oh..... makasih. ...." nafik menaruh bukunya di kursi.
setiap hari alwi. tidak apsen sama sekali selalu menghubunginya mengurai rindu dan mencurahkan perhatian. hubungan jarah jauh itu sulit.
"assalamualaikum ya habibi...." sapa nafik mesra.
__ADS_1
":waalaikum salam bidadariku....aku merindukanmu" alwi langsung pada intinya.
"syukron kasiron" nafik senyum mendengarnya
"afwan. ...." jawah alwi
"bagaimana hari ini...bib?" nafik senang saat bicara pada suaminya. walo hanya melihat dari layar hp nya.
"habib dapat tawaran kontrak di jakarta bidadari" kata alwi menjelaskan
"kontrak di jakarta?" nafik bingung.
" habib tak jadi nyusul zaujie dong?" pertanyaan itu menohok perasaan alwi.
"afwan bidadariku" alwi menyesal
seuntai senyum mengembang di bibir nafik. melihat kegelisahan. di wajah suaminya dia mengerti. itu impian lama sang suami untuk mendirikan pondok di ibu kota dengan join bersama sahabatnya.
"habibi.. seperti kau mewujudkan mimpiku. .. aku juga setuju habib meneruskan niat baikmu..... aku ikhlas" nafik mengizinkan.
"syukron kasiron zaujah....aku akan betkunjung saat libur" janji alwi.
__ADS_1
" aku tunggu" hatap nafik.
dari tempat duduk lain ada yang memperhatikan 2 wanita bercadar itu. hampir setiap hari mengikuti kegiatan nafik dan ida. tapi ke dua wanita itu belom curiga karena memang mereka tak pernah berfikir buruk pada siapapon.
" setiap menerima telpon setiap jam segini gadis itu pasti tampak bahagia" batin pria itu dengan masih mengamati dari kejauhan.
" tapi setiap hari sikapnya sangat dingin pada siapapon" nilainya.
"sebenatnya siapa dia. ...?" pemuda itu penasaran.
"aku jadi tertarik padanya" harapnya.
pria misterius itu sudah tau kagiatann nafik setiap harinya. bahkan diam diam mengikuti kemana nafik pergi. dan selama ini dia tau tidak ada pria yang dekat dengan nafik.
walo dia belom begitu tau nafik dia sudah sangat tertarik pada wanita bercadar itu. menurutnya pancaran mata yang tajam itu menunjukkan karisma dan kecantikan.
.
.
m
__ADS_1