
Sudah 2 hari alwi menengok sang putra. sore ini dia mesti kembali ke Jakarta. dia meminta sang putra sabar agar tidak ikut sang abi dulu menunggu miminya kembali.
faz setuju. saat tau mimi akan segera datang dia sudah antusias. maka saat alwi pamit faz biasa saja karena dia tau bibi pergi untuk bekerja. semua demi dirinya sekeluarga. walau anak seusia faz belom faham tapi beda dengan faz. Dia punya otak seperti miminya. jadi apa pun ucapan bibi faz faham dan mengerti .
"bibi akan segera jemput faz bersama mimi setelah mimi kembali" pesan alwi pada sang putra menenangkan.
"iya.... bibi. .. hati hati ya...." pesan faz. anak itu tidak bersedih. dia kelewat mandiri.
"anak abi yang soleh.... abi akan kangen banget sama faz." alwi memeluk kuat sang putra dia tidak sanggup meninggal faz lagi.
"faz juga bi....." faz mencium pipi bibinya hangat.
"mobil sudah siap ustasz..." lapor manan
"baiklah...." alwi mengatakan.
"assalamualaikum. .. dada faz" salam alwi pamit pada semua orang.
__ADS_1
"waalaikumsalam... bibi... dada. .. sampai jumpa" balas faz sambil melambai membalas lambaian sang abi dari dalam mobil.
alwi merasa sangat haru harus meninggalkan putranya lagi. Dia sudah melihat secara fisik faz sudah berubah. sedikit besar dan betotot.
mobil alwi sudah berlalu meninggal kan pondok. faz sudah kembali sibuk sore ini akan latihan naik motor. alim benar benar melatih ponakannya dengan kegiatan adrenalin.
alwi memang tidak tau kalo hari ini nafik bencana pulang. dia sengaja tidak memberi kabar kalau pulang sebulan lebih cepat.
sedang nafik sudah sampai bandara semarang dia bencana menjenguk sang putra dulu sebelum menyusul alwi di jakarta. dia tau alwi ada di Jepara dan alwi bilang meninggalkan faz dulu. Saat alwi pamit balik ke jakarta nafik juga tau. Dia memang sengaja.
kini nafik sudah duduk di taxi onlain yang dia pesan. mobil sudah berjalan menuju jepara. nafik singgah di jalan membeli beberapa barang untuk sang putra dan keluarga. di Jepara nafik berencana menginap sehari lalu menjenguk mertua di Kudus sehari. baru menyusul suaminya di jakarta.
"mungkin karena aku rindu pada bidadari" pikir alwi berusaha melihat sampai membuka kaca pintu mobil nya.
"ada apa ustadz....?" tanya rifat.
"oh... tidak sepertinya saya melihat seseorang tapi sepertinya bukan" jawab alwi bingung
__ADS_1
di dalam mobil taxi onlain nya nafik juga merasakan hal yang sama saat berpapasan dengan mobil alwi yang berhenti di lampu merah.
"sepertinya habib" naf tersenyum di balik cadar nya. Dia sudah yakin walau hanya lihat sekilas.
mabil yang nafik tumpangi segera melaju ke kediaman keluarga nafik di kompleks pondok miftahul huda pondok milik ayah nafik.
suasana sore ramai karena semua baru selesai mengaji. mobil yang di tumpangi nafik menarik perhatian semua santri. walaupun bukan mobil mewah Tapi cukup rapi dan bagus.
nafik turun dari mobil dan menarik perhatian para santri apalagi dengan pempilan nya yang bercadar . kepergian nya yang sudah 5 tahun membuat nafik sendiri pangkling dengan pemandangan di sini. sudah banyak yang berubah sekarang. tidak sama seperti sebelum dia pergi.
.
.
.
.
__ADS_1
.