Calon Makmum Putra Kyai

Calon Makmum Putra Kyai
Bercerita pada Alwi dan Nafik


__ADS_3

Ibra sudah dapat lampu hijau dari sang ammun untuk melancarkan niat untuk mendekati zanawa. sudah dapat izin dari tuan zanluar tapi untuk mengatakan pada alwi dan nafik ibra masih binggung akan memberikan alasan apa.


apa lagi masalah ini sangat riskan dengan kondisi nafik yang sedang hamil. walo dia kuat dan sudah bisa merelakan semua tapi hal ini mungkin bisa mempengaruhi kondisi kehamilan nya. apa lagi perut yang semakin membesar kini semakin membuat nafik makin terbatas aktivitas nya.


ibra nampak binggung harus mulai bicaral dari mana. apa lagi nawa baru mengirim pesan kalo dia datang untuk berkunjung. selama ini ibra cuma bilang kalo dia tinggal dengan sepupu nya di sebuah apartemen.


nawa sudah melaju dengan mobil nya menuju alamat ibra. sia sudah keluar rumah sakit beberapa hari lalu. kehadiran ibra mujarab memberi semangat untuk nawa bisa kembali pulih dan menemukan kebahagiaan.


ibra sudah cerita perihal sepupunya pemuda itu juga sudah memberi. penjelasan untuk tidak kaget kalo ketemu dengan keluarganya nanti. memang ibra belom meberitau. kalo alwi adalah suami sepupunya. tapi tuan zanuar sudah tau semua itu. dia berharap ibra tidak memberi tau secara langsung perihal itu. tapi dengan cara halus saja.


alwi melihat kegelisahan ibra. dari tadi pemuda itu hanya duduk dengan gelisah bergerak ke sana kemari tidak nyaman di kursusnya. sedang nafik. nampak tidak peduli. walau beberapa minggu ini Nafik melihat ibra sangat berubah pendiam tidak banyak bercanda lagi.


Karena gemas al menegur ibra yang masih nampak bingung. duduk dengan banyak gerak hingga terkesan sangat binggung dengan keadaannya.


"ibra.... kamu kenapa,?" tanya alwi duduk di samping ibra


"tidak kak" ibra berusaha menutupi kegelisahan atas akan datang nya zanawa sebentar lagi.


"jangan bohong" selidiki, alwi sambil memperlihat kan smik nya.


"sebenarnya begini. ...." ibra ragu untuk mengutarakan semuanya.


al siap siap mendengar alasan kenapa kini ibra sangat berbeda dari biasanya. ibra sudah meyakinkan diri kalo semua sudah saatnya kalo alwi dan nafik.


"aku mengajak taaruf seorang gadis" jujur ibra sambil menatap wajah alwi berharap kalo alwi tidak akan marah.

__ADS_1


"taaruf?" tegas alwi ibra cuma mengangguk menjelaskan.


"kamu serius kan.... gadis mana? putri siapa?" alwi kaget senang kini sang play boy sudah mulai kenapa dia cemas sehingga tidak wujud perasaan. tapi tak akan berlaku lama


"serius kak. .. dia gadis mesir" jawab ibra sedikit tenang


"kenapa tidak cari yang dari indonesia yang tidak kalah cantik dari gadis mesir..... " tanya alwi penasaran


"aku tertarik dengan gadis itu bukan yang lain" alasan klise yang di utarakan ibra.


"lalu anis.....,?" tanya ibra penasaran.


"dia sudah menikah" jawab ibra santai


nafik yang baru datang ikut menyauti obrolan itu. lalau duduk dengan hati hati di samping sang habibi.


"dia juga tidak sejalan dengan cara hidup kita... dia memilih cara hidup yang syubhat mengejar menjadi seorang idola" tiba tiba ibra merasa sangat sedih dengan ekpresi muka yang berubah.


"astaghfirullah anis......" melas nafik sambil mengelus perut nya.


"lalu kita kembali ke gadis itu.... siapa dia?" al masih penasaran


"dia......" jawaban ibra kepotong.


tok.... tok.. tok....

__ADS_1


belom ibra selesai mengatakan . terdengar suara pintu di ketok dari luar. mereka bertiga saling pandang penasaran.


"itu pasti dia. ..." kata ibra


"biar. mimi yang buka....." ide nafik.


"biar aku mbak.... tapi kalian jangan kaget ya!...." cegah ibra


ibra bergegas membuka pintu. sedang nafik dan alwi saling bertatapan karena penasaran.


"siapa....?" tanya nafik


"mana khabib tau..... ?" jawab alwi. bingung.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2