Calon Makmum Putra Kyai

Calon Makmum Putra Kyai
Putra Alwi Dan Nafik Fazha


__ADS_3

Tak berasa gus kecil itu tumbuh dengan cepat. faz tumbuh menjadi anak yang kuat dan energik. dia seakan tidak mau diam selalu berlari kesana kemari tidak punya rasa lelah sedikit pun.


nafik sibuk dengan kegiatan perkuliahan yang hampir usai. ida dan kholil sudah kembali ke Indonesia setelah keduanya lulus. ibra dan nawa memutuskan tinggal di tanah air juga. tinggal lah keluarga kecil ini sampai nanti nafik lulus.


tak berasa kini fazz sudah umur 3 tahun. selain kuliah nafik juga sibuk bekerja di kantor milik tuan zanuar semua dia lakukan karena rasa percaya beliau dengan otak nafik yang genius. walau tadinya nafik menolak tapi rasa kesepian jauh dari sang putri membuat pria tua itu menganggap nafik seperti anak sendiri. bahkan rasa salut itu muncul sejak nawa mengejar alwi. dengan rendah hati nafik mau menerima dengan senang hati. tapi untung cinta nawa berlabuh pada ibra yang tidak kalah tampan dan sholeh di banding alwi. kini beliau sungguh tenang.


tak berasa hari hari sibuk nafik di perusahaan. hari pengumpulan persentase kerja. pengembangan proyek besar yang bisa terealisasi setelah nafik bergabung. tapi karena belum selesai kuliah nya maka nafik tidak bisa memaksimal kan waktu bekerjalah di kantor. nafik mesti membagi waktu untuk keluarga kuliah dan kerja .


ahirnya datang juga saat dimana alwi harus kembali ke Indonesia. dia sudah lama meninggalkan satri dan pondok yang sudah dia rintis dengan susah payah. tapi melihat kesibukan sang istri dia tidak bisa meninggalkan faz di mesir begitu saja . jika nafik sibuk bahkan alwi sering membawa sang putra saat mengajar di kampus demi membantu meringankan sang istri.


"mimi .... bibi mesti balik ke indonesia amar sudah menelepon ada masalah di jakarta" ungkap alwi malam itu. Hanya saat begini mereka bisa bersama. semua karena kesibukan masing masing.


"habib tidak bisa menunggu beberapa bulan lagi setelah proyek besar usai?" tanya nafik penuh pengharapan. semoga bisa berubah pikiran.


"maunya begitu tapi.... tahun ini pondok kita mengalami lonjakan santri" cerita alwi fakta mengenal pesantren.


"lonjakan?" nafik penasaran mantap sang suami yang berbaring di sisi sang putra.


"iya... tadi nya cuma satri putra... sekarang banyak satri putri juga ingin mukim. .. jadi butuh dana. .. gedung dan relaksasi baru" urai alwi panjang lebar semua pekerjaan itu tidak bisa di hendel amar sendiri.


nafik bingung apa dia mesti terpisah lagi dengan orang orang yang dia sayang. kalo dulu cuma rindu pada kekasih nya. tapi kini ada sang putra yang mesti menjadi prioritas utama nya sebagai istri dan ibu.

__ADS_1


"ya sudah. .. bibi balik saja!" nafik iklas mengizinkan.


"lalu faz. ....?" tanya alwi sambil menggenggam tangan nafik kuat.


"tinggal. ..." jawab nafik singkat.


"jangan biar bibi bawa. ... faz kan sudah tidak nyusu biar bibi bawa pulang. .... mimi kan sibuk sekali" bujuk alwi memberi ide


"kalo faz bibi bawa. ... mimi sendiri dong.... abi kan di sana juga banyak urusan" nafik berdalih dia akan sendirian.


"biar di rawat di Kudus atau Jepara selama bibi di jakarta. " ide alwi menangkan


"itu untuk tumbuh mental faz sebagai calon pemimpin kan dan orang besar kan bidadari. " alwi menenangkan sambil merenggut sang istri yang mulai menangis.


nafik menatap nanar sang putra terlelap. tak terasa menetes air mata nya. rasa nya baru kemari nafik melahirkan sang putra kini faz sudah 3 tahun. bicara sudah lancar sudah hafal jus 30 walo belum bisa membaca latin faz sudah bisa baca arab dengan lancar. alwi sempat curiga sang putra seperti meminta . ternyata benar kecerdasan faz di atas rata rata.


"bib... habib tega misahkan zaujah dengan faz" derai airmata membasahi pipi nafik. Dia sembunyi di dalam dekapan alwi.


"jangan buat hati habib goyah bidadari. ... kalo amar tidak memaksa habib akan pulang 7 bulan lagi setelah pekerjaan dan skripsi zaujah usai" alwi berusaha menenangkan sang istri tercinta.


mendapat kan faz adalah pelengkap kebahagiaan mereka. tapi terpisah begini sungguh menyakitkan sekali. kalo tidak karena sudah terikat kontrak nafik akan ikut pulang alwi segara . tapi nanti akan masih banyak kesibukan kesibukan yang dia lalui kini.

__ADS_1


.


.


.


.


faz.... putarku.


bukan karena mimi tidak sayang padamu. tapi waktu dan nasip lah yang membuat kita terpisah. ternyata sesakit inilah perasaan kehilangan anak. rasa tangis yang tak bisa di tahan. rasa tak rela bila terpisahkan. Hingga dada terasa sakit dan sesak .


nafik.


faz putra ku....


bibi berharap kamu kelak akan menjadi kebanggaan kami. kesayangan kami .kami sangat menyayangimu nak. ..kamu pelita dalam kehangatan bibi dan mimi.


alwi


.............

__ADS_1


__ADS_2