Calon Makmum Putra Kyai

Calon Makmum Putra Kyai
Nafik Menghilang ke Mana.


__ADS_3

Nampak kemarahan nafik masih ada dari semalam alim ngecet dan nengetuk pintu pun tak dihiraukan nafik sama sekali. bukan cuma alim yang panik tapi sepupu yang lain juga bagainama tidak habis subuh nafik tiba tiba menghilang dari kamarnya. pelayan bilang kalo nafik sudah cek ap lebih dulu sekitar setengah jam lalu. sebenarnya kamar mereka sebelahan agar bisa menjaga sang putri tapi karena ulah alim jugalah yang membuat nafik marah.


"dek ....kamu di mana?" alim yang sebenarnya masih ngantuk mencoba sadar.


"udah di telpon kak...?" tanya ibra tak kalah panik.


" kak alim sih bercandanya kelewatan" protes ibra


alim tak merespon sang adik sepupu. dia sibuk menelpon dan cet nafik. ibra pon juga sibuk sampai yang lain keluar untuk sarapan.


"ada apa sih kok panik....?" rohim penasaran.


"lia hilang mas....:" jawab alim


"ha.... ilang kok bisa..?." kontan yang lain ikut kwatir.


"cepet telpon cet.....!!!" pinta wakhit.


kontan 6 pemuda kece itu panik panik setengah mati. bagai mana tidak adik mereka sendirian di luar sana. tanpa pengawasan kalo ayah bunda tahu bagaimana reaksi ayah dan bunda. apa lagi bunda yang punya sifat bawel pasti akan marah marah. alim pun jadi menyesal dengan perbuatannya.


"telfon nya aktif dan onlain tapi tak di jawab deh mas" kata alim menunjukkan hpnya pada wahid


"iya cet aku masuk cuma di baca" lanjut ibra.


ahinya mereka nemutuskan sarapan. di saat itu alim baru sadar kalo dia punya kontak alwi. nafik pernah bilang kalo gusnya itu jadi pembibing. dan semalam alwi bilang kalo pagi ini masih ada acara lomba. dia di jadikan guru pendamping.


"assalamualaikum alwi.." salam alim sesaat setelah telepon tersambung.


"waalaikum salam alim.... ada apa," tanya alwi penasaran.


"ini saya mau tanya! apa lia.... eh... nafik sudah gabung di situ" tanya alim tidak sabar.


"oh.... iya. subuh tadi dia telpon jadi aku jemput di hotel kalian. ni kita lagi sarapan bareng" jawab alwi sambil menatap nafik yang duduk di meja lain. sedang sibuk memeriksa pesan tanpa membalas.


"Alkhamdulillah kalo begatu... kalian di hotel mana?" alim sedikit tenang.


" di kencana buana" jawab alwi sadar kalau Nafik sedang membuat kekacauan

__ADS_1


" trimakasih ... assalamualaikum" alim sudah lega.


"waalaikum salam " alwi tersenyum saja.


setelah tau sang adik di mana alim dan ibra segera menuju hotel di mana nafik berada.


--''---------"--


nampak nafik senang membayangkan keributan yang sudah dia lakukan pagi pagi. kepanikan yang akan di alami para pemuda itu tak seberapa dengan sikap canggung yang nafik rasakan pada alwi sekarang. walo dari tadi alwi tak menyingung hal itu sama sekali.


maka dari itu dia memilih duduk sendiri tidak bergabung dengan alwi kepsel dan teman teman yang lain untuk sarapan. dia memilih duduk sendirian menghadap jendela kaca hotel berusaha menetralkan emosinya. kebetulan ini hari kamis. ada kewajiban jadwal tersediri di dirinya. karena Alkhamdulillah nafik takpernah bolong puasa senin kamis kecuali ada udzur.


"em..... puas ya buat kakak kawatir..." tiba- tiba lamunan nafik buyar melihat wajah kusut itu nafik senyum senang.


"tega ya mbak buat kita panik" melihat ekspresi ibra nafik malah tertawa lepas sambil menutup mulutnya.


"hhhha...mmmmmm"


"ya terus.... lanjutin kenakalanmu....."


karena panik ibra dan alim hanya menggunakan kaos panjang dan sarung. itupun sarung semalem masih dipakai. alwi datang mendekat untuk bergabung. dia sudah nampak rapi dengan kemeja biru tua dan bawahan clana hitam. kontras banding terbalik dengan penampilan alim dan ibra yang belum mandi.


"ahirnya aku melihat juga tawamu bidadari" pikir alwi duduk di kursi yang lain sedang memperhatikan.


melihat alwi datang nafik menghentikan tawa nya. dia mulai agak cangung.


"jadi... kamu kabur?" memang kalo di sekolah alwi akan ber sikap formal.


"iya.... habis kakak menyebalkan" jawab nafik jujur.


"menyebalkan di mana.... kan dari awal sudah bilang ada kejutan buat kamu" bujuk alim untuk di maafkan


"tetep aja kak alim menyebalkan...." nafik masih ngotot.


"dasar kepala batu..... keras kepala ngeyel jelek kalo kamu begitu terus dak bakal laku" melihat keakraban itu alwi jadi kangen adik adik nya.


"eh.....apa coba maksudnya" protes nafik.

__ADS_1


"hai......hai...." ibra melambai tebar pesona.


sedangkan ibra dari tadi asyik sendiri ber sihai dengan teman nafik yang duduk sebelah meja mereka.


"mbak temenmu cantik cantik....." puji ibra teman sekokah nafik jadi malu dan salah tingkah.


"1....2....3....4....semua boleh juga" ibra menunjuk nunjuk.


"apa coba maksudnya mau kau ambil semua dan melupakan mbakmu ini" gurau nafik.


"dak lah mbak kamu tetep kesayanganku .... pujaanku..... my sweety ku...." saat ibra mau mencubit pipi nafik.


"ingat ibra... batasanmu...!!!" pinta rohim yang tiba tiba datang dengan yang lain. dengan cepat lehan memegang tangan adiknya.


melihat mimik ibra nafik tertawa lagi dengan menutup mulutnya. alwi pon salut dengan hubungan persaudaraan mereka yang sangat akrab. jujur alwi dan sepupu2nya tidak begitu dekat. ada rasa cangung dan sungkan di antara mereka apa lagi dengan sebutan gus. maka nya alwi minta agar temannya tidak memanggil dengan pangilan itu.


----''''-'------


oke kali ini aku buat agak panjang. makasih sudah setia membaca novel aku. dan baca juga


**love and life maria.


maaf kalo masih ada yang typo


harap maklum sudah lama dak nulis. ini crita pertama yang di publikasi secara umum.


sekali lagi trimakasih raider


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2