Calon Makmum Putra Kyai

Calon Makmum Putra Kyai
Permintaan Hubungan yang Serius


__ADS_3

Kholil menemui alwi di kantornya. alwi yang menghubungi nya untuk bertemu. dengan rasa penasaran dan khawatir kholik berjalan dengan lemas kearah ruang dosen. dia takut membuat kesalahan apa lagi dia sedang terlilit masalah biaya kuliah yang tak kunjung cair. tidak seperti biasa dia hanya bisa diam. akhirnya sampai di depan pintu kantor. dua orang mahasiswa baru keluar dari sama dengan wajah yang berbinar.


tok.... tok. ..tok...


" assalamualaikum ustaz" salam kholi


"wa alaikum salam masuk" jawab alwi dan pritahnya.


"baik...." kholil masuk


"duduk lil....." pinta alwi


kaholil duduk dengan sangat gelisah. cemas dengan apa yang akan di sampaikan alwi.


sedang alwi melanjutkan mengecek beberpa arsip di komputernya. wajah nya nampak serius. tidak mempedulikan kehadiran kholil sama sekali. bahkan seakan akan lupa kalo dia yang telah memangil pemuda itu sendiri intuk datang.


kholil makin gelisah khawaatir kenapa setelah dia di pangil malah cuma didiamkan kan begitu saja saja. sampai nafik datang mengantarkan makan siang. hampir 30 menit kholil duduk dengan diam tidak berani membuka mulutnya.


" assalamualaikum. .." salam nafik.


" waalaikum salam" jawab alwi dan kholil.


"astagfirullah ana sampai lupa kalo Panggil akhi kholil kemari" alwi baru sadar.


"habib... kebiasaan lama kumat" tegur nafik.


''afwan.... afwan...."alwi cengengesan.


"tidak apa apa ustaz saya rasa anda banyak pekerjaan. " kelah kholil.


"lalu kenap antum diam saja?" tegur alwi.


"tadinya mau pergi diam diam tapi sudah di panggil masak mau kabur" kholil menutupi kegugupan nya. senyum sedanya malah kelihatan aneh.


"la...mimi kesini mau ada perlu apa?" alwi menatap istrinya.


"kebiasaan nih bibi kalo sudah sibuk... lupa semuanya. .. nih mimi anterin makan siang buat bibi" nafik menaruh rantang di meja.


"alhamdulillah trimakasih zaujahku...." alwi senang.


"ya sudah mimi balik pulang dulu ya bibi" pamit nafik.


"tunggu dulu bentar mi... ini abi mau bicara hal penting sama akhi kholil" pinta alwi

__ADS_1


"umi boleh denger nih?" tanya nafik.


"iya boleh...." jawab alwi.


"ya sudah... biar tak sia pin makan monggo kalian ngobrol" ide nafik.


alwi menatap tajam kearah kholil. sedang nafik sibuk menyiapkan makanan di meja. alwi mengajak kholil untuk makan dulu. dia tau pemuda di hadapan nya itu lagi tegang. sedang nafik duduk di samping alwi sibuk menbaca majalah ibu dan bayi. perutnya makin nembuncit dan hasil USG menunjukkan anak mereka laki laki. itu pun karena tidak sengaja kerekam ahirnya di priksa. walo nafik sedikit kecewa tapi tetap bersyukur.


acara makan pun usai. sedang alwi malah mencanda dengan nafik membuat kholil semakin binggung dan gugup. dengan pikiran kalut memikirkan apa yang akan di sampaikan alwi.


"habib akhi kholil menunggu tu" nafik mengingatkan.


"eh... di cuekin" alwi merasa tak bersalah.


" afwan ya akhi... kebiasaan baru calon abi nih mudah lupa" sarkas nafik.


"begini akhi kholil...." alwi milai serius.


"iya ustadz" kholil harap harap cemas.


"ana sebagai kakak ida ingin tanya perihal. hubungan keseriusanmu pada ida?" tanya alwi.


"apa..?" kholil kaget.


"atau kamu masih ponya perasaan pada...j" kata alwi sambil menatap tajam kholil.


"kau sudah ikhlas" alwi butuh kejelasan.


" saya sudah ikhlas dan lupa... mungkin perasaan itu hanya kekaguman seperti yang pernah di katakan ning lia" terang kholil.


" alhamdulillah kalo begitu. .. lalu jawaban atas pertanyaan ku tadi?" alwi tenang dan menuntut jawaban lagi.


"saya tidak berani. ustaz... saya dan ning ida tidak sebanding" alasan kholil.


saat kholil mengatakan itu ida berdiri di depan pintu saat ingin masuk dia urungkan. karena mendengar obrolan serius di dalam. ida datang untuk me nyusul nafik.


rasanya sakit saat mendengar itu. Air matanya luluh membasahi pipi.


"yang di nilai dari diri seseorang itu bukan dari status... kaya... dan kekurangan apapun. tapi lebih ke ahlaq kesolekhan dan keimanan mereka" kata nafik bijak.


"tapi menghidupi keluarga ...... diri sendiri saja tak mampu" alasan kholil.


" semua rezeki jodoh maut Allah yang atur akhi" kat alwi menghibur.

__ADS_1


"tapi apa ning ida bisa menerima kekuranga ku... " kholil mendesah.


"maka dari itu aku menanyakan perasaanmu pada adik ku kamu mau serius atau tidak?" al tegas.


"akhi kalo kamu tidak bisa cepat memberi jawaban ida akan di khitbah. seseorang" dorong nafik karena dari tadi obrolan mereka hanya berputar putar.


seakan bumi terasa terbalik di atas kepala kholi. apa dia hanya akan mempertahankan kewas wasan pikiran atau kemantapan akan perasaan nya pada ida.


" jangan.... karena terus terang saja, aku mencintainya karena Allah" kholil mantap.


"lalu kalo aku memintamu untuk menikahi nya...." paksa alwi..


kholil tidak menyangka. karena dia kira hanya ditanyai tentang perasaan. tapi tuntutan alwi malah lebih.


"ayo akhi...." tuntun nafik.


"saya setuju ustadz" kholil tegas


"alhamdulillah. ..." ucap alwi dan nafik.


"baiklah..... lamar lah dia secara langsung aku sudah membicarakan ini dengan abindan umi.... mereka akan datang seminggu lagi" pinta alwi menjelaskan segalanya.


"dan kalian akan menikah saat mereka datang" tambah nafik.


" secepat itu. .." kholil binggung.


"kau tak mau.... ida sampai kapan kau akan berdiri di sana" pangil alwi.


ceklek.....


kholil kersentak kaget saat melihat pujaan hatinya ada di sana. dengan mata merah sembam bekas tangisan.


kholil menundukkan wajahnya karena malu takut ida mendengar semuanya.


♡♥♡♥♡♥♡♥♡♥


★☆


★☆


☆★


★☆

__ADS_1


☆★


★☆


__ADS_2