Calon Makmum Putra Kyai

Calon Makmum Putra Kyai
Obrolan di Dalam Mobil Saat Pulang.


__ADS_3

Mereka kembali ke pondok kediaman nafik mampak alim menyetir mobil yang di kendarai sang pengantin. di sampingnya ada ida. nafik duduk di samping alwi dengan cangung. entah kenapa perasaan nya tak menentu kali ini. bukankah ini impianya bersama dengan orang yang istimewa.


"lia... kamu sangat beruntung..." goda sang kakak melihat sang adik dari kaca sepion belakang.


" bukan dia yang beruntung.... tapi aku.... iya kan bidadariku...." alwi melirik nafik gadis itu malah salah tingkah. mendengar panggilan suaminya.


" bidadari......" gumamnya sambil semyum tipis yang indah. pipinya bersemu merah.


"lihat lia suamimu.... sudah memiliki pangilan sayang.... kau akan memangilnya apa....?" goda alim lagi


"gus has....." wajah datar tanpa expresi.


" ha..ha...ha... masak kamu masih meu memangilnya gus has. mana romantisnya al kayaknya kamu salah pilih istri deh." alwi ikut tertawa melihat wajah merah marah sang putri.


" nggak.... aku dak salah pilih kok..." alwi pelan pelan meraih tangan nafik. tangan itu dingin gemetar. rasannya ingin nafik menarik tangannyan tapi genggaman tangan alwi terlalu kuat. apa lagi saat itu mata mereka bertemu. manik hitam itu seakan tajam menghujam nenusuk jantung. nafik mulai gelisah dan memalingkan. wajahnya lagi keluar mobil.


"sabar aak.... kau tak lihat kak manaf lagi malu...." ida ikut komen melihat tingkah nafik saat alwi menatapnya.


walau kenal lama jangan kira mereka pernah ngobrol pribadi. walo alwi punya kontak nafik saat cet dia tak berani membicarakan hal pribadi. setelah nafik menolak pinangan umi alwi putus kontak sama sekali sampai mereka menikah belom pernah bicara pribadi. alwi bukan tipe suka guyon atau iseng dia orang yang serius dengan tekat dan prinsionya.


"kalian rencana akan tinggal di mana...?" alim mulai serius.


" aku belum tahu itu nanti terserah neng lia saja...." mendengar jawaban sang suami nafik tertarik.


" bagaimana lia..... ?" tanya alim penasaran.

__ADS_1


" tingal di kudus saja kak... kan pekerjaan aak alwi di sana...." rayu ida menoleh ke belakang melihat ipar yang dari tadi lebih suka diam.


" usttduuuuut.. kalo mbakmu mau tingal di jepara juga ngak apa apa....." alwi menengahi.


"nanti aak bolak balik dong...." ida nampak tak senang.


"kita akan tingal di kudus... dan 2 bulan setelahnya lia akan terbang ke kairo mesir." jawab nafik tegas


" mesir...." kompak ke3 nya bersuara.


" iya......jadi di ambil ya.... ?" alwi nampak tidak kaget.


" maaf ya... kak alim... baru bicara sekarang.karena ayah maksa maksa jadinya rencana di cepetin deh. tadinya mau nunggu nanti setelah dari kairo. tapi ada kesempatan amar datang dan kalian ngotot ikut muncak ya sudah...... maaf ya gus" nafik menatap alwi dengan tatapan rasa bersalah. .


"ah.... lia..lia... kenapa baru bilang sekarang" alim anpak gemas pada sang adik.


"ayah bunda sudah.... saat lia bilang dapat beasiswa.... makanya ngotok perjodohan dipercepat. padahal amar sendiri belom siap...." urai nafik panjang lebar.


"eh... ngomong ngomong kok mbak bisa meng hafal cv amar selancar itu sih....?" ida penasran


" ayah yang kasih tau ya...." selidik alim.


"bukan... sekarang kan jaman digital apapun bisa tau itu blom seberapa. mantatanya berapa. siapa saja siapa yang mutusin aku tau..." nafik cuek


"wah keren. ....." ida terkagum kagum.

__ADS_1


"kalo aku....?" alwi jadi penasaran.


"nama alwi hasan ahmad salam putra pertama kyai abdus salam dan nyai ummi mahmudah. lahir di madinah 25 tahun silam tangal 3 januari. bintang capricone. lulusan s1 sarjana pendidikan di undip semarang. s2 di maroko. di sana kenal kak alim. pacaran 1kali lalu dapat hukuman dibuang ke semarang. disana pernah kecelakaan yang mengakibatkan paha kanan atas patah dan sampai sekarang masih ada pen karna tulangnya hampir hancur..... dan Alkhamdulillah kini kau masih disini dan jadi pendampingku" nafik meraih tangan suaminya di kumpulkan keberanian dan di kecup pelan.


" kamu stelker ya... apa sih isi otak istriku ini.... kok seperti komputer. ..." alwi memeganng kepala nafik.


menyalurkan sengatan listrik cinta yang membara. nafik pon ter tidur karna lelah dan alwi menyandarkan kepala nafik di bahunya sampai gadis itu tetkelap pulas.










__ADS_1



__ADS_2