
zanawa.....
gadis cantik putri milyader kaya di mesir terang terangan mengejar alwi dan rela jadi istri ke dua. tapi alwi sudah cinta mati pada nafik. tidak bisa di ganggu gugat lagi. Jadi alwi menolak poligami karena dia merasa tidak sanggup membagi cinta dan perhatian untuk dua orang wanita.
Dengan alasan sakit ayahnya memohon pada alwi untuk setuju menikahi putrinya. memberi iming iming imbalan besar dan jadi pewaris harta. alwi tidak tertarik sama sekali.
untung ibra datang di saat yang tepat dan berhasil meluluskan niat untuk menyunting nawa. walau dari awal niatnya tidak tulus karena dia melakukan semua demi nafik. . ALLAH maha membolak balik hati seseorang hingga ibra benar benar sudah jatuh cinta. dan nawa mau melepas perasaannya terhadap alwi walau harus menerima kemarahan nafik begitu lama.
kini nawa rela ikut ibra kemana saja tidak ingin terpisah lagi. kebahagiaan sudah melengkapi mereka dengan hadir nya seorang putri cantik yang di beri nama anamira zahwa al kaff.
kini banyi mungil itu ada di dalam pangkuan alwi. dia tidur tenang tidak terganggu sama sekali dengan gerakan gerakan lembut yang dilakukan alwi.
semua terkagum melihat kepiawaian alwi dalam merawat bayi.
"mas minta mbak naf hamil lagi. ..!"
kata nawa yang duduk di samping sang suami.
"ah.... nanti dulu tunggu faz lebih besar sedikit kasian dia" jawab alwi pada pertanyaan nawa.
"maaf belum memakai nama pemberian mas.... tapi nanti aku kasih ke anak ke 2ku" kata ibra merasa bersalah
"tidak apa apa. .. waktu itu kan cuma bercanda bra" alwi melihat ada kesenduan di wajah ibra
"tapi bagus kok. .. tadz...." nawa menimpali.
__ADS_1
"sekarang faz masih 3 tahun... nunggu mbak mu siap lagi. Dia contoh wanita yang aktif tidak bisa santai menikmati hari begitu saja kasian kalo mesti terkunci di rumah" alwi menguraikan alasannya
"mas al... memang bisa. mengerti dan faham dengan keadaan mbak naf... dia benar benar beruntung sekali mendapatkan pria sebaik mas alwi" puji ibra berlebihan.
"kau terlalu memuji" alwi jadi malu
"setelah pulang apa dia akan masih pakai cadar?" beo nawa.
" terserah dia.... itu kan tidak wajib cuma di anjurkan kalo bisa menarik perhatian. " jawab al realistis.
"kalo sampai di Indonesia dia ingin bekerja? " selidik ibra.
"terserah dia....." alwi menjawab dengan santai.
"kalo aku ingin bekerja mas?" goda nawa memancing sang suami.
"tidak usah.. tubuh mu lemah. .. yang penting sehat bisa menjaga dirimu dan anak kita" ibra emosi
"kelihatan posesifnya" komentar alwi.
"itulah bedanya mas ibra dan usradz alwi... melindungi dengan mengekang" gerutu nawa. tapi dia senang artinya sang suami sangat peduli pada nya.
"ha..ha..ha.. lihat bra. .. istri mu mulai protes" alwi menertawakan.
"kalo.... dia sehat tidak masalah masalah nya sekarang ada anak jadi harus di prioritaskan. " alasan ibra.
"lihat nawa. .. suamimu itu pria yang pengertian" bela alwi.
__ADS_1
"mas ke jakarta kapan?" ibra mengalih kan pembicaraan.
"ini aku perjalanan ke sana. .. ini mampir sekali an untuk melihat tuan putri cantik ini.... aduh lucunya" jujur alwi.
"cepat sekali mas.... tidak menginap dulu" ibra kaget.
"afwan... kapan kapan lagi kalo mbakmu sudah balik ya.... biar bisa sama faz" jawab alwi.
"ah... sayang faz sudah berjodoh dengan putri amar kalo tidak..." celoteh ibra.
"apa. ...??? jangan macam macam dek.... lagi pula aku juga troma dengar kata perjodoh" proses alwi
"ha.... ha. . ha. .. sepertinya Allah begitu Sayang dan merestui niat amar sekembalinya dari Mesir tiara hamil dan kini putrinya sudah 2 tahun " ibra mengemukakan.
"setahun lebih muda dari faz" nawa menambah kan.
"semua gara gara mbak mu setuju" alwi kesal mengingat ulah amar itu.
"ha. h... ha. .."
obrolan hanggat itu berlanjut sampai akhirnya alwi pamit untuk melanjutkan perjalanan ke jakarta. di sana pekerjaan sudah menanti.
.
...
.
__ADS_1
.
.